Sabtu, 26 Desember 2015

Bubur Sumsum-Campur Muslimat

 

Pagi ini, Jombang City Guide mampir ke lapak bubur sumsum ala Bu Susiati. Lapak bubur Bu Susiati ini, buka setiap pagi mulai pukul 05.30, dan biasanya habis sekitar pukul 08.30 WIB.


Minggu, 08 November 2015

Sate Kambing dan Gule Pak Tolabi Tugu


“Kamu tau Masjid Tugu? Kamu lihat di seberang selatannya, tepat di depan masjid ada  warung sate di pojok tikungan. Memang tempatnya kecil dan terkesan kurang nyaman, tapi soal rasa gak pernah bohong. Di situ warung Sate Pak Tolabi. Daging satenya besar dan gulenya paling cocok dengan seleraku,”- Sandy Tabah Setiawan -


Kalimat diatas adalah untaian kata yang diucapkan kawan Jombang City Guide saat membahas tentang beberapa legenda kuliner unggulan kebanggaan Jombang yang salah satunya tentang Sate dan Gule Kambing Pak Tolabi di Perempatan Tugu.

Sabtu, 07 November 2015

RCTV, Tivine Wong Jombang

Jombang sekarang punya stasiun tv lokal sendiri lho, judulnya RCTV, kependekan dari Ringin Conthong TV.



Seperti yang kita ketahui ringin contong adalah ikon kota santri jombang beriman. Namun yang dijadikan lambang bukannya ringin conthongnya, tapi monumen menara airnya.

Jumat, 16 Oktober 2015

Save PSID dJombang


Masih sangat melekat di ingatan Jombang City Guide, salah satu sahabat terdekat bercerita bahwa ayahnya (yang kini sudah almarhum) adalah salah seorang pemain PSID kebanggaan Jombang. Dulunya, setiap pulang bertanding maupun berlatih, bau balsem untuk otot semerbak memenuhi seluruh ruangan di rumahnya di Jalan Sam Ratulangi. Ini disebabkan, kaki dan sekujur tubuh Sang Ayah yang memar-memar akibat bertanding. Ibu, kawan saya dan saudara-saudaranya 'bahu-membahu' membalsem badan Sang Ayah. Woow… memang benar-benar atlet ya..

Senin, 05 Oktober 2015

Warung Nasi Lodeh Mbok Semah - Satlantas

Lodeh Mbok Semah

Bila sebelumnya Jombang City Guide sudah membahas tentang Lodeh yang dijadikan es oleh Pak Seger, kali ini liputan mengarah pada Nasi Lodehnya. Lodeh adalah makanan yang terbuat dari olahan tewel. Dan Jombang punya jujugan wisata kuliner Nasi Lodeh yang tersembunyi di pelosok desa, yang disajikan di Warung Lodeh Mbok Semah.

Jumat, 25 September 2015

Soto Dhog Pak Mas'ud Stadion Merdeka


Soto Dhog Stadion Merdeka adalah salah satu Soto Dhog di Kota Santri Jombang BERIMAN. Digawangi oleh Pak Mas’ud sejak tahun 1985, Soto Dhog ini berjualan setiap sore di Stadion Merdeka Jombang. Buka Sejak pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB, Soto Dhog ini setia menanti pelanggannya. Dulunya, soto ini buka di depan Stadion Merdeka. Namun karena renovasi dan berbagai sebab, akhirnya berpindah-pindah di beberapa tempat di dekat stadion, hingga akhirnya menetap di salah satu stan Stadion Merdeka yang bernuansa JNS kini. 

Minggu, 06 September 2015

Pawai Budaya Jombang 2015


Pawai Budaya Jombang 2015 telah selesai digelar pada tanggal 5 September kemarin. Sebenarnya event tahunan ini diselenggarakan pada bulan agustus, untuk perayaan hari kemerdekaan Indonesia.


Rabu, 12 Agustus 2015

Gerdu Papak : Mini Arc de Triomphe de Jombang




Gerdu Papak adalah sebuah gardu kuno yang ada di Parimono, Jombang. Gardu ini disebuk Papak karena bentuknya yang ‘papak’ atau lurus, tanpa lengkungan dalam bahasa jawa. Hal ini benar adanya karena Gerdu Papak berbentuk lurus seperti kotak balok.

Senin, 10 Agustus 2015

Rawon Rosobo Mojoagung

Rawon Rosobo - The Javanese Black Soup

Kalau bicara rawon enak yang ada di Jombang, mungkin ada dua yang jadi unggulan. The Javanese Black Soup ala Jombang yaitu Rawon Pas dan Rawon Rosobo, yang keduanya bertempat di Mojoagung. Bisa dibilang bersama Mie Pak Potro, dua rawon enak ini menjadi kuliner kebanggaan perwakilan Mojoagung.

Senin, 27 Juli 2015

Sirene 'Seruling' Penanda Buka Puasa Peninggalan Belanda

Di Bulan Ramadhan ada tradisi unik yang terjaga di Jombang sejak abad ke-18. Selain muncul tradisi baru berupa Bazaar Ramadhan yang hanya ada di bulan puasa yang bikin kalap itu, ada seruling berupa sirine penanda buka dan imsak selama bulan puasa.


Sirine ini lebih dikenal sebagai seruling oleh masyarakat Jombang, dimana lidah Jawa akhirnya menyebutnya menjadi suling. Seruling yang berupa sirine ini akan berbunyi saat waktu imsak dan buka puasa tiba sepanjang bulan Ramadhan.

Minggu, 12 Juli 2015

Bubur Srunthul Sidobayan ala Pak Toni



Waktu Jombang City Guide masih SD, Ada bubur seruntul nikmat yang mangkal di dekat Sungai Sidobayan. Rupanya, bubur serunthul yang nikmat itu digawangi oleh Pak Toni, yang sampai sekarang masih setia mangkal di samping Kali Sidobayan Jalan Gus Dur.



Rabu, 17 Juni 2015

Soto Nglaban : Cak Har Lamongan Kalahh


Selain ada Soto Ayam Gang Buntu yang cepet habis itu, ada lagi soto ayam andalan Jombang yang melegenda nikmatnya. Hyaaaayyy............. sedikit berlebihan memang Jombang City Guide menyebutnya... Tapi... ampun deh... enak puooooll!

Sabtu, 06 Juni 2015

Arsitektur Belanda di Gedung Korpri Jombang


Siang itu cerah sekali. Gedung Korpri Jombang yang ada di samping BCA Jombang tampak lengang. Sebuah bangunan lama dari sekian yang tersisa di Jombang, yang berarsitektur kolonial. Beberapa renovasi sudah pernah dilakukan, namun aura ‘londo’-nya masih kental terasa.

Selasa, 05 Mei 2015

Melihat Pohon Gharqad dari Dekat

Boxthorn - Gojiberry - Christmasberry

Di ex –Guest house samping Food Court Ringin Conthong, ada tanaman yang lucu yang buahnya merah pentul-pentul. Tanaman berbuah unik ini dijadikan pagar hidup di ex-guest house Jombang, dan Jombang City Guide belum pernah menemui tanaman yang seperti itu. Menurut penuturan Ibu Erlina yang merupakan penjaga rumah, ini adalah tanaman yang kerap dijadikan hiasan natal, atau disebut Christmas Berry.


Rangkaian Christmasberry untuk Natal

Sabtu, 02 Mei 2015

Pethulo Klanting Stadion Merdeka


Menurut Wikipedia, Klanting adalah salah satu cemilan tradisional Jawa. Klanting terbuat dari tepung jagung, menjadikan tekstur makanan ini seperti karet mirip agar-agar. Warna klanting dapat bermacam-macam, termasuk merah dan hijau. Makanan ini sebenarnya hambar namun menjadi nikmat dan manis karena ditaburi bubuhan parutan kelapa dan siraman gula merah. Makanan ini sering dijumpai di pasar-pasar tradisional.

Minggu, 12 April 2015

Tahu Pong Gloria : Asli Made in JOMBANG


Tahu memang lebih identik dengan Kota Kediri. Ada tahu kuning, tahu pong, tahu takwa, dan lain sebagainya. Namun, bukan berarti Jombang Kota Santri tidak punya tahu andalan yang juga tidak kalah enak dengan tahu pong Kediri.

Kamis, 02 April 2015

Segarnya Sungai Boro : Sungai Paling Jernih di Jawa Timur


Beberapa aktivis arung jeram mengklaim Sungai Boro merupakan kali paling jernih di Jawa Timur. Seperti sungai-sungai di Wonosalam pada umumnya yang airnya begitu jernih, Sungai Boro berada di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang merupakan salah satu sungai andalan di dataran tinggi milik Jombang ini. Untuk mencapai sungai paling jernih di Jawa Timur ini, kita bisa mendatangi kompleks Wisata Gua Sigolo-Golo karena salah satu titik Sungai Boro mengalir di bawah Gua Sigolo-Golo.

Nama Boro, berasal dari kata ‘ngemboro’ atau mengembara, semacam lelono atau pengelanaan dan petualangan. Aliran sungainya yang berada pada ketinggian 800 mdpl begitu deras dan berhulu di Gunung Arjuna. Sungai ini tak pernah kering karena disokong oleh puluhan sumber mata air yang sekarang kondisinya memprihatinkan, diantaranya Sumber Beji, Kendil Wesi, Selo Ringgit, Kembang Siki, yang juga merupakan penyangga Taman Hutan Rakyat yang juga masih berada di Wonosalam.

Dari loket Gua Sigolo-Golo yang bertarif Rp.5.000,- per orang setiap masuknya, para wisatawan kemudian bertemu dengan dua anak tangga. Anak tangga naik adalah anak tangga menuju Bulu View, sedangkan yang anak tangga ke bawah akan menuju Sungai Boro. Beberapa wisatawan menyebut tangga menurun ini dengan seribu anak tangga karena terlalu banyaknya anak tangga yang harus dilalui. Banyaknya titian anak tangga ini karena tingginya titik awal anak tangga.


Lokasi ini menyajikan pemandangan alam yang begitu memuaskan bagi pecinta selfie maupun cuci mata. Di sepanjang bantaran sungai, pemandangan begitu indah dengan tebing-tebing yang hijau berbingkai megahnya pegunungan Anjasmoro dan gugus pegunungan lain seperti Gunung Kukus, Gunung Arjuno, Gunung Wilis, Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Pemandangan pegunungan ini bisa semakin indah saat dinikmati di atas Sungai Boro saat tiba di Bulu View.

Sungai itu katanya perbatasan antara Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto

Batuan kali yang kerap disebut andesit yang biasanya menjadi bahan dasar candi-candi peninggalan kerajaan kuno, bertebaran di sepanjang sungai. Sebaran bebatuan ini bahkan sering membuat para peserta arung jeram kecantol saat rafting. Kuat dugaan bahan batu andesit kompleks candi peninggalan Majapahit dan Singasari yang berada tak jauh dari lokasi dulunya diambil dari sungai ini. Batu-batu sungai di sini ukurannya cukup besar sehingga sering dijadikan tempat duduk oleh para wisatawan. Lumayanlah pose-pose dikit ala Syahrini.

Pose ala Syahrini

Ketika duduk diantara bebatuan, tak jarang kita bisa menemukan aneka serangga sungai seperti anggang-anggang, capung, ngengat, bibis, bahkan cakung yang merupakan udang air tawar. Kelestarian habitat air sungai ini tak lepas dari keasrian lingkungan sekitar sungai yang penuh pepohonan dan masih merupakan hutan belantara yang begitu hijau.


Air sungai yang begitu jernih membuat para wisatawan senang bermain air dan berlama-lama menikmati suasana kesegarannya di sini. Beberapa pengunjung menikmatinya sambil kecek atau sekedar memandangi kejernihan air mengalir maupun mendengarkan deburannya. Mungkin juga sambil ambil napas menyiapkan mental untuk kembali meniti seribu anak tangga kembali ke atas.


Tentunya, arus sungai yang deras ini kurang cocok dengan pengunjung segmentasi anak-anak dan manula. Karena itulah, destinasi ini didominasi oleh pengunjung usia remaja dan dewasa yang menggilai traveling dan petualangan hutan, karena umumnya segmentasi ini masih memiliki stamina prima untuk mengarungi medan.


Jadi bagi orang tua yang membawa anaknya mungkin harus menunggu saat anaknya agak besar. Bila tetap ingin menikmati kesegaran Sungai Boro secara langsung, para orang tua pembawa anak harus tabah saat menuruni anak tangga dan berhati-hati maksimal selama berada di Sungai Boro karena alirannya sangat deras.

Awas kintir maupun 'kekintiran'

Karena derasnya arus sungai, Sungai Boro kemudian dijadikan salah satu track arung jeram oleh Wonosalam Boro Rafting yang masih satu manajemen dengan beberapa rafting yang ada di Jawa Timur. Sayangnya, mungkin karena kurang peminat, pemasaran yang kurang gencar atau masih kalah pamor dengan rafting yang ada di Probolinggo dan Malang sehingga wisata arung jeram lokal ini kemudian gulung tikar.


Sungai Boro merupakan salah satu sungai di Wonosalam yang populer sebagai tempat wisata. Selain itu ada pula Sungai Embag di Dusun Wonosalam yang kini menjadi bagian dari lokasi Wisata Bukit Embag yang menyajikan harmoni sungai dan perbukitan.


Jombang City Guide masih meminjam foto milik Lastiko dan Adam yang merupakan kawan saat menempuh pendidikan sekolah menengah dan sekolah dasar. Jadi, mungkin saat kamera sudah agak layak, atau saat bayi sudah agak besar, Jombang City Guide akan memberikan liputan yang lebih lengkap, dengan potret yang lebih beragam.


Jadi bagi yang tidak terlalu suka tantangan dan pembawa anak kecil seperti Jombang City Guide, mungkin saat mengunjungi kompleks Wisata Gua Sigolo-Golo, akhirnya  hanya berhenti di Bulu View dan tidak sampai turun ke Sungai Boro.


Sambil menikmati durian dan aneka olahannya seperti Kolak Ketan Durian dan Lalapan Sambel Durian, ditemani Sego Jagung dan Kopi Luwak dan Kopi Ekselsa asli Wonosalam, pasti pengalaman yang tidak ada duanya. Ayo kapan lagi menikmati kesegaran sungai paling jernih di Jawa Timur? Dimana lagi kalau bukan di Wonosalam?


Sungai Boro Wonosalam
Kompleks Wisata Gua Sigolo-Golo
Dusun Mendiro-Dusun Kraten, Desa Panglungan
Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang



Rabu, 25 Maret 2015

Bakso Kempot : Apanya Didi Kempot???



Pertama kali Jombang City Guide andok di Bakso Cak Kempot ini karena diajak oleh almarhumah kakak Jombang City Guide. Semasa hidup di masa remajanya, almarhumah kakak Jombang City Guide memang sering beli bakso dan Es Degan di Bakso Cak Kempot, karena rumah teman mainnya berada di lokasi yang tak jauh dari warung bakso yang buka sejak 1984 ini. Es Degannya unik, karena memakai gula merah untuk pemanisnya, karena itu almarhum kakak suka sekali beli di sini.


Kamis, 12 Maret 2015

Beringin Kunthing : Adik Kecil Ringin Conthong


Tak banyak yang tahu bila Ringin Conthong punya adik kecil. Ceritanya, saat menanam Ringin Conthong di Bundaran Titik Nol Jombang, Kanjeng Sepuh Sang Bupati Pertama Jombang juga memiliki bibit pohon beringin yang lain yang ukurannya lebih kecil. Si Beringin Kecil ini kemudian ditanam sesaat setelah menanam kakaknya, di depan Pendopo Kabupaten, tempat yang sampai sekarang menjadi kediaman orang nomor satu di Kabupaten Jombang.


Penanaman pohon beringin kecil ini juga bersamaan dengan diletakkannya batu pertama pembangunan Pendopo Kabupaten Jombang pada tanggal 22 Februari 1910. Setelah memisahkan diri dari Mojokerto dan berdiri sebagai afdeeling sendiri, Jombang mulai membangun berbagai sarana dan prasarana untuk fasilitas mandirinya. Sebelumnya, semuanya masih ‘ikut’ afdeeling Mojokerto, sehingga Jombang belum punya banyak infrastruktur sendiri, termasuk belum memiliki Pendopo Kabupaten. Kala itu, dengan dibangunnya pendopo dan ditanamnya pohon beringin kecil ini, diharapkan dapat ‘mengisi’ Jombang secara bertahap.


Ditanamnya pohon beringin kecil ini juga sebagai bagian dari simbol pengayoman, sebuah harapan yang berada dalam diri Kanjeng Sepuh sebagai orang nomor satu di afedeeling Jombang kala itu. Kanjeng Sepuh berharap beliau dapat menjadi pelindung untuk warga Jombang yang dicintainya. Sehingga dua pohon beringin yang ditanam beliau, melambangkan harapan dan cita-citanya.


Setelah menanam Ringin Conthong yang besar, tersisa satu bibit pohon beringin yang kecil. Bibit pohon beringin kecil yang berada di tangan Raden Adipati Arya Suradiningrat V, Sang Bupati pertama Jombang itu sering disebut Beringin Kunthing. Penyebutan istilah kunthing untuk Si Adik Kecil ini entah karena jenisnya yang bernama ‘Kunthing’ atau mungkin disebabkan ukurannya yang kecil. Memang, dalam bahasa Jawa kunthing artinya kurus kecil atau ceking sesuai dengan karakteristik Si Adik Kecil Ringin Conthong ini.


Saat Jombang City Guide mengunjungi Pendopo Kabupaten, di halamannya ada beberapa pohon beringin. Namun entah kenapa, mata kami tertuju pada satu pohon beringin kecil yang berdiri di luar halaman pendopo, tepat di tengah jalan Alun-Alun yang memisahkan antara pendopo dan alun-alun Jombang. Posisinya juga berada tepat di depan gerbang masuk alun-alun bagian timur, seakan menyambut setiap orang yang hendak masuk maupun yang akan keluar dari gerbang.


Pohon beringin kecil ini berdiri di atas sebuah pondasi dan dikelilingi oleh pagar tali rafia. Bisa jadi esok hari ada sebuah perhelatan sehingga pohon ini ‘diamankan’ dari tangan jahil saat acara berlangsung. Tak jauh dari Beringin Kunthing ini berdiri, ada Gardu Listrik Belanda yang terdapat Sirine yang berbunyi suling sebagai penanda sahur dan buka puasa saat Ramadhan yang tak kalah tinggi nilai sejarahnya.

Sirene Seruling Legendaris

Pohon beringin di tengah jalan ini ukurannya tidak terlalu besar. Bisa jadi karena sering dipangkas supaya tidak mengganggu lalu lintas jalan. Daunnya tidak rindang sama sekali, bahkan bentuknya tak beraturan. Melihat kepala Si Beringin Kecil ini, Jombang City Guide kemudian teringat para rambut Edward Scissorhand, sama sekali tidak berbentuk brokoli seperti pohon beringin pada umumnya.


Yang menarik, pohon ini seakan dipertahankan untuk tetap berdiri meski membelah jalan, seakan posisinya sangat terhormat karena meski membelah jalan namun bebas dari penebangan Dinas Pertamanan.

Di Tengah Jalan

Bisa jadi ini adalah pohon beringin kunthing yang dimaksud. Banyak artikel yang menyatakan eksistensi Beringin Kunthing ini. Meski bukan sebagai ikon Jombang seperti Ringin Conthong kakaknya, namun eksistensinya tidak boleh dilupakan dalam sejarah Kota Santri Jombang BERIMAN. Ketiadaan lanjutan dokumentasi, data, informasi, maupun informan menyulitkan Jombang City Guide untuk memastikan apakah benar inikah Si Adik Kecil Ringin Conthong yang dimaksud.

Itu Beringin Kunthingnya kelihatan dari jauh

Namun bila melihat posisinya, yang dipertahankan membelah jalan, dan berada di depan pendopo, tebakan Jombang City Guide bisa jadi benar.

Gerbang Alun-Alun Bagian Timur
Ada yang bisa beri kami pencerahan??

Beringin Kunthing
Jalan Alun-Alun Jombang
Di Depan Gerbang Timur Alun-Alun Jombang


Bingung : Naik Odong-Odong aja ah...

Jumat, 27 Februari 2015

Kesenggol Saat Senggol-Senggolan Belanja di Pasar Senggol Jombang


Pasar di Jalan Melati Jombang, lebih dikenal sebagai Pasar Senggol, karena lapak pedagang ada di kanan dan kiri  di sepanjang jalan, seakan-akan para pembeli yang sedang berbelanja akan tersenggol barang dagangan plus belanjaan dan saling senggol-senggolan saat belanja karena saking ruwetnya, terutama jalan ini juga masih dilalui kendaraan bermotor.

Kamis, 12 Februari 2015

Pecel Petra ala Mak Nah



Selain Pecel Pintjoek Bu Djiah dan Pecel Merah Kebon Rojo, Jombang juga punya sajian kuliner pecel unggulan lainnya. Adalah Pecel Pincuk Mak Nah yang berada di salah satu emperan trotoar Jalan Profesor Buya Hamka. Pecel ini mangkal dekat sekolah Kristen Petra, sehingga Pecel Mak Nah ini jadi sering disebut Pecel Petra. Setiap hari setiap pagi kira-kira pukul setengah enam pagi, Mak Nah dan putrinya bersiap dan sudah dikerubuti pelanggan yang ganas. Hehhehe… *Lapar maksudnya…. Kruyuk-kruyuk….


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...