Kamis, 12 Desember 2013

Pecel Kebon Rojo : Pecelnya Raja, Warnanya Merah, Lauknya Juara

Pecel Kebon Rojo : Bumbunya Merah

Warung Pecel Kebon Rojo, begitulah namanya. Bertempat di Jalan Wahidin Sudiro Husodo 12, sangat dekat dengan Kebon Rojo, Warung Pecel Kebon Rojo ini buka setiap pagi (buta!) pukul 04.00 WIB dan tutup pukul 14.00 WIB. Salutnya, pecel ini libur selama Ramadhan. Wajarlah, mungkin Ibu Purwati pemilik warung pecel ini ingin berkonsentrasi untuk beribadah dan tidak ingin menjual makanan di siang hari selama Ramadhan, karena hukumnya haram.

Kamis, 14 November 2013

Barisan Es Degan Kombinasi : Duren + Leci + Avokad


Di awal era 2000-an, ada sebuah rombong Es Degan yang ‘ngiter’ di sekitar Ringin Conthong. Setiap pulang sekolah, saya selalu menemukan rombong tersebut. Rombong Es Degan itu berwarna biru, istimewanya es kelapa muda itu dilengkapi buah alpukat* di dalamnya. Wow... Seperti penjual yang bermoral pada umumnya, rombong es degan apukat* itu pun ‘menghilang’ selama Ramadhan. Namun sayangnya pasca bulan Ramadhan, saya tidak lagi menemukan Pak Es Degan Rombong Biru itu..... Sampai detik ini saya tidak tau kemana Bapak penjualnya pergi....


Es Degan, atau yang sering disebut Es Kelapa Muda bagi pengucap bahasa non-Jawa, saat ini menjadi makanan baru khas Jombang. Ramainya jalan Merdeka, mengundang masyarakat Jombang yang kreatif untuk membuka rombong jualan Es Degan yang populer. Maraknya rombong es degan kemudian menjadi tren dan wisata kuliner baru yang ada di Jombang. Semakin banyak rombong es degan yang menjual es kelapa muda unik di Kota Santri. Mereka bahkan memiliki ciri khas sendiri; hampir semua rombong es degan berwarna hijau dan merah, melambangkan kota Jombang yang diwakili oleh warna ‘ijo lan abang’.



Rabu, 16 Oktober 2013

Rainbow Noodle : Mie Pelangi Yoim Aneka Warna


Sekali lagi, Jombang City Guide katakan, Kota Santri Jombang BERIMAN memang belum pernah memiliki makanan khas seperti Gudeg dari Jogja, Tahu Sumedang dari Sumedang, Tahu Pong dari Kediri, maupun makanan legendaris lainnya. Kalau ada pun, itu adalah Soto Daging yang lebih sering disebut Soto Dhog, karena bunyi Dhog! penjualnya saat meletakkan botol kecapnya. Kota Santri ini terllu damai, sehingga warganya masih tetap damai dengan makanan-makanan yang tersedia di Jombang.


Minggu, 08 September 2013

Petjel Pintjoek Bu Djiah Djombang

Petjel Pintjoek Bu Djiah

Banyak Nasi Pecel yang enak dijual di Jombang, Pecel Petra Mak Nah, Pecel Merah Kebon Rojo, dan Pecel Bu Djiah. Kali ini, Jombang City Guide akan membahas tentang salah satu dari nasi pecel pincuk yang enak itu, yaitu Petjel Pintjoek Bu Djiah. Nasi Pecel Pincuk Bu Djiah yang kini membuka warung nasinya di salah satu ruko di Jalan Wahid Hasyim Jombang.

Pecel Pincuk Bu Djiah Djombang

Selasa, 03 September 2013

Rumah Kuno di Jln. Achmad Yani


Di tengah Kota Santri Jombang BERIMAN, sudah jarang bangunan era kolonial yang tersisa terutama di tengah kota. Seiring dengan perkembangan zaman, bangunan lama makin tergerus digantikan oleh bangunan-bangunan yang desainnya cenderung untuk mendukung roda perekonomian.

Minggu, 18 Agustus 2013

Kaos Khas Jombang : Kaos Abang Idjoe

Kaos Gus Dur Khas Jombang
*Abaikan model yang berwajah rata-rata*

Jombang memang tak kurang kuliner andalan yang rasanya sudah diakui berada dalam kategori Mak Nyuss oleh Pak Bondan Winarno. Jombang juga tak kurang tokoh fenomenal yang menasional, mulai orang besar yang berjasa bagi negara, maupun orang unik yang ternyata dari Kota Santri.

Lagi Mikir
Sambil Pake Kaos Ponari Khas Abang Idjo
*Abaikan kamar yang berantakan*
Saat ditanya apa yang khas dari Jombang, tentunya bisa langsung dijawab Soto Dhog dan santrinya. Namun kedua benda itu sulit untuk dijadikan oleh-oleh, karena tidak mungkin membawa soto berhari-hari perjalanan karena khawatir basi, dan tidak mungkin membawa seorang santri untuk dijadikan oleh-oleh. Xixixixi…..

Sebenarnya, sebuah oleh-oleh itu harus berasal dari inisiatif Sang Pembawanya. Kalau ingin dibawakan oleh-oleh hendaknya menitipkan sejumlah uang untuk membelinya, sehingga Sang Pembawa tidak terlalu keberatan dan tidak terlalu direpotkan yang dititipi.. (Baca : Adzab bagi yangsuka meminta oleh-oleh).

Tapi bila Jombang City Guide ditanya, oleh-oleh apa yang khas Jombang yang bisa dibawakan, mungkin Jombang City Guide akan memilih untuk membawakan Eggrolls Takoto dan Kaos Abang Idjo. Kadang bila yang dibawakan oleh-oleh perempuan, maka Jombang City Guide akan bawakan Kerajinan Manik-Manik Kaca dan Kecap Ikan Dorang.

Kalau Eggrolls Takoto sudah tau ‘kan ya…. Kalau Kaos Abang Idjo…. Mosok belum tau??? Hehehhe….


Kaos Abang Idjo, adalah kaos asli hasil desain arsitek yang menggilai dunia rancang-merancang. Seorang arsitek dan istrinyalah yang merintis Kaos Abang Idjo ini. Kaos Abang Idjo adalah kaos pertama yang mengupas tentang aset dan kebudayaan asli Jombang.

Keren kan ???!!!???

Mengapa Jombang City Guide bilang demikian??? Ya… karena jaman sekarang banyak orang bisa membuat dan memesan kaos sendiri secara custom, namun hanya sekedar menuliskan Jombang sebagai ‘gambar’nya, bukan secara fokus dan mendalam mengeksplore dan dengan bangga mengusung kekayaan budaya dan potensi Kota Santri Jombang BERIMAN.

Kota Santri Jombang BERIMAN

Selain itu, kini banyak bermunculan produsen kaos yang berbasis mass production yang sekedar menyematkan tulisan Jombang untuk memenuhi hausnya pemuda-pemudi akan kebutuhan kaos khas Jombang.

Bahkan akhir-akhir ini, muncul banyak komunitas, yang mengidentikkan diri sebagai pecinta Jombang, yang membuat kaos komunitas sendiri. Mungkin boleh-boleh saja kita bergabung dalam komunitasnya, tapi kalau seprinsip. Kalau enggak??? Kalau Cuma butuh kaosnya saja, tapi malas jadi member??? Hehehhe….

Yah… sementara ini belum ada yang bisa kalahkan Kaos Abang Idjo di Jombang dari berbagai lini.

Kaos Jombang ala Harley Davidson

Kaos Abang Idjo didesain khusus oleh desainernya dan dicetak secara terbatas dengan berbagai edisi supaya para penggemar kaos asli khas Jombang ini tidak bosan dengan model yang itu-itu saja. Dan karena desainernya seorang arsitek yang hidup dalam dunia rancang-merancang, gambar-gambar dalam kaos pun dijamin keren abis…. Pokoknya Sang Desainer ini kelihatan banget benar-benar paham apa-apa yang khas dari Jombang.


Kaos Abang Idjo ini sementara hanya bisa didapatkan dengan mendatangi langsung rumah desainernya di Firdaus Regency J-4 Jombang dan di toko oleh-oleh Dekranasda dekat alun-alun. Kedepannya, Sang Desainer akan membuka gerai khusus untuk para penggemarnya. Doakan.


Beberapa kali Jombang City Guide kesana begitu girang karena banyak stok yang bikin ngiler. Untungnya, kami sudah janjian dulu sebelum kesana untuk memastikan adakah model kaos yang kami incar. Dan…. Setiap sampai disana, Jombang City Guide makin gelap mata karena akhirnya beli kaos lainnya lagi di luar perencanaan. Wah-wah tambah mrantak-mrantak iki. Desainnya bagus-bagus… jadi kalap...

Stoknya Banyak

Harga yang ditawarkan Kaos Abang Idjo cukup beragam, namun masih sesuai dengan kantong masyarakat Jombang. Ada kaos lengan pendek, kaos berlengan panjang, kaos  lengan ¾, bahkan polo shirt. Ada pula kaos untuk anak-anak. Dibanderol mulai Rp. 75.000,- hingga Rp. 120.000,- kita sudah bisa mendapatkan Kaos Abang Idjo yang berkualitas dan mengusung kebanggaan akan Kota Kelahiran kita, Jombang BERIMAN.

Kaos Gambar Lego Besut

Kita bisa mengakses kaos abang idjo ini di kaosabangidjo.com dan lewat facebook abang idjo. Jadi untuk mengetahui update model terbaru, bisa follow lewat facebook.


Waah pokoknya Jombang City Guide seneng bangetlah. Sekarang sudah punya kaos khas Jombang lumayan banyak. Trus kalau bawakan oleh-oleh sudah gak bingung lagi, bisa bawakan kaos Abang Idje aja wes

Review selanjutnya akan kami sampaikan disini (Coming Soon)


Jumat, 16 Agustus 2013

Festival Zakat Becak 2013


Alhamdulillah, Festival Zakat Becak Jombang 2013 kemarin berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Dibuka oleh duo Muslim Drum Band dan dimeriahkan oleh Spongebob dan Tiger, pembagian zakat becak berlangsung tertib.

Kamis, 15 Agustus 2013

Duo Drum Band Membuka Festival Zakat Becak 2013


Setiap tahun, dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, Jalan Merdeka yang kini bernama Jalan Gus Dur di Jombang menjadi penuh sesak. Bahkan, bila saking sesaknya, polisi yang bertugas kadang menutup jalan masuk Jalan Gus Dur ini, untuk mengurangi kemacetan.

Jumat, 02 Agustus 2013

"Monumen" Angry Birds Embong Miring

Truk Merah yang melintas di Embong Miring Besar
Matching dengan Angry Birds-nya

Jombang punya dua Embong Miring. Yang pertama ada di tengah kota, di jalan veteran yang ukurannya kecil. Yang kedua, ada di ‘luar kota’ dan ukurannya lebih besar, di jalan Panglima Sudirman tempat melintasnya kendaraan besar dan mobil-mobil rute antarkota.

Kamis, 01 Agustus 2013

Bakso Vava : Bakso RakVaVa

  

Jombang juga punya bakso yang berukuran besar. Meski tidak sebesar bola Volley, tapi setidaknya sudah menyamai besar bola Tenis. Dibanding bakso pada umumnya, tentunya ukurannya sudah raksasa.



Salah satu bakso raksasa di Jombang adalah Bakso Vava, yang bertempat di Pendopo Pasar Legi Jombang, persis di samping Es Godir Konco DeWe Pak Khambali.

Selasa, 30 Juli 2013

Durian Bido von Jombang


Durian, adalah buah tropis yang bentuknya khas dengan duri-duri pada kulitnya. Wajarlah dinamai ‘Durian’, karena mengandung banyak duri, seperti halnya rambut-rambut pada ‘Rambutan’.




Jumat, 19 Juli 2013

Bazaar Ramadhan Jombang : Awas Kalap


Ramadhan datang, semaraknya pun terjadi di Jombang. Salah satunya ada Ramadhan Bazaar, dimana para penjual kaki lima dadakan menjual aneka makanan, mulai makanan berat, sayur dan sop, bahkan aneka jajanan dan minuman segar untuk takjil pelengkap buka puasa.
     

Rabu, 17 Juli 2013

IMJ - Ikatan Mahasiswa Jombang


Ikatan Mahasiswa Jombang (IMJ) adalah sebuah paguyuban yang kemudian berkembang menjadi organisasi yang mewadahi seluruh mahasiswa yang berasal dari Jombang baik yang berkuliah di Jombang maupun di luar Jombang untuk berkumpul, mempererat tali persaudaraan sesama Jombang dan pengabdian dan pengembangan masyarakat umumnya dan masyarakat Jombang khususnya.

Jombang, merupakan kota gabungan antara kaum ijo (santri) dan abang (nasionalis) sehingga memiliki kultur dan kepribadian yang berbeda namun tetap bersatu dan bergandengan tangan dalam kerukunan yang abadi. Ikatan Mahasiswa Jombang mencoba mengadopsinya menjadi sebuah perkumpulan yang menyatukan berbagai mahasiswa dengan berbagai kemajemukan yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi menjadi satu dalam satu kesatuan utuh.

Tak sulit menjadi anggota IMJ karena setiap mahasiswa yang berasal dari Jombang otomatis menjadi anggotanya. Namun untuk menjadi pengurus, dibutuhkan pembuktian pengabdian dan partisipasi aktif dan kontinyu kepada segala kegiatan yang diseleggarakan.

Tetapi ada syarat mutlak untuk mengidentifikasi kriteria anggota IMJ, yaitu :
1. Seorang mahasiswa
2. Pernah bersekolah di Jombang minimal TIGA TAHUN
3. Cinta dan mau mengabdi untuk Jombang

Selasa, 09 Juli 2013

JNS : Jombang Night Silentcular


Setelah dipugar, Pasar Buah dan Pujasera Hayamwuruk Jombang pun bertansformasi. Dengan pemotongan lahan stadion yang dijadikan lahan parkir dan taman, Pasar Buah dan Pujasera Hayamwuruk Jombang pun serasa lebih nyaman, dan mari kita sebut tempat lama tapi bar ini dengan JNS. Jombang Night Silentcular.



Senin, 01 Juli 2013

Pepohonan Kompak Meranggas di Jalan Gus Dur


Setelah diganti namanya menjadi Jalan Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau Jalan Gus Dur tahun lalu, eks-Jalan Merdeka tetap menjadi gerbang masuk tangah kota Jombang yang ramai dengan aktivitas warganya.

Selasa, 18 Juni 2013

Nasi Bali Tersenyum : Smile Impact


Nasi Bali adalah nasi yang dilengkapi lauk pauk yang dibumbui dengan bumbu merah. Lauk-pauk yang biasanya menyertai hidangan Nasi Bali adalah daging, ayam, telur (rebus maupun goreng), tempe, bahkan tahu. Entah mengapa dinamakan Nasi Bali, apa penemunya berasal dari Bali atau Nasi Bali adalah makanan khas Bali??? Jombang City Guide belum temukan jawabannya.


Nasi Bali bukan dari Bali

Yang pasti, makanan khas Bali bukan Nasi Bali, tapi Nasi Jinggo yang mungkin di Surabaya lebih dikenal dengan Sego Sadukan, di Jogja dengan Sego Kucing dan di Jombang dengan Sego Sepak.


Nasi Bali yang paling enak di Jombang adalah Nasi Bali tersenyum. Entah mengapa dinamakan tersenyum, apa karena penjualnya tak berhenti tersenyum, atau para ‘pelahapnya’ yang selalu tersenyum ketika pertama kali merasakan Nasi Bali yang fenomenal ini (*mulai lebay). Memang, para ‘pelahap’nya ini selalu tersenyum ketika memakan Nasi Bali ini. Rasanya yang begitu manis dan pas, daging dengan bumbunya pun mantab, maka pantaslah Nasi Bali Tersenyum ini dinobatkan sebagai salah satu makanan paling enak di Jombang.


Minggu, 16 Juni 2013

SD Sulung : SD Tertua di Jombang

  

“Pak, ke SD Sulung sebelah Ringin Conthong. 250 Rupiah saja ya,”
“Oh... SD Sulung sebelah Bioskop Ria?? Ya, ayo naik....”

Kira-kira, kata-kata itulah yang diucapkan anak-anak SD pada abang becak saat akan berangkat sekolah di era ‘90an untuk menuju sekolahnya di SD Sulung, SD tertua di Jombang.



 SD Sulung Jombang bila dilihat dari Ringin Conthong, di belakang baliho.
Jalan di depan SD Sulung sering tertutup baliho pemerintah saat kampanye karena lokasinya yang 'terlalu' strategis.

Sabtu, 08 Juni 2013

Patung Aneh di Jombang Permai : Ini Maksudnya Apa Seh!?!?!?!?

Ada patung berbentuk aneh di perumahan di belakang stadion dekat Bu Erna Sang Penjahit. Dicat biru dan berbentuk tidak jelas. Cenderung berwujud mengerikan daripada bentuk yang agung atau lucu.




Sepertinya patung ini dibuat bukan untuk memperingati apapun, tapi hanya untuk penghias taman bermain kecil di perumahan ini, sehingga mungkin pembuatnya bebas berkreasi tanpa tema apapun. Atau mungkin juga pembuatnya pernah melihat sosok berwujud seperti ini hingga menginspirasinya????

Saat menemui patung ini, Jombang City Guide cukup bingung : antara gak ngeh, atau memang bukan seorang seniman yang bisa menilai dan mengapresiasi indahnya karya seni. Patung ini maksudnya apa seh!?!?!?!?!? 


Ada yang bisa beri petunjuk????

Minggu, 02 Juni 2013

Jombang Car Free Day


Tak mau kalah dengan kota besar yang menghelat Car Free Day, Jombang pun mengadakan acara bebas kendaraan bermotor ini di Jalan Wahid Hasyim yang dimulai dari Menara Air Ringin Conthong. Sepanjang Jalan Wahid Hasyim ditutup dan dijaga oleh aparat kepolisian, mulai pukul 05.30 WIB sampai 08.30 WIB.


Jombang City Guide berkesempatan hadir dan
mengambil gambar di momen mingguan warga Jombang ini.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...