Kamis, 03 September 2020

Kue Banjar Khas Jombang : Kotanya Santri, Jajannya ya Kue Tasbih!

Hampir setiap hari raya, jajanan yang tersaji di setiap meja tamu sudah berupa pakem khas lebaran. Tapi di Jombang, biasanya ada tambahan kue khusus yang unik dan khas yaitu Kue Banjar. Kue ini menjadi kebanggaan seantero Jombang yang pasti hadir menjadi sajian untuk tamu-tamu yang datang bersilaturrahmi. Hampir semua orang Jombang pasti tahu tentang kue ini, tapi tak banyak yang paham bahwa jajanan ini namanya Kue Banjar.

Selasa, 01 September 2020

Unfinished Arca Jemparing : Berhasil Lolos dari Perdagangan Ilegal

Tak jauh dari lokasi Candi aRimbi, terdapat sebuah desa yang bernama Jemparing. Sudah bukan rahasia lagi bila kawasan ini dan sekitarnya dikenal sebagai wilayah yang banyak peninggalan purbakala yang tersebar di berbagai sudut. Diantaranya adalah dua arca yang belum tuntas dikerjakan dan kini sudah diboyong ke Museum Trowulan.

Seperti pada umumnya, kedua arca ini dijadikan atribut punden bin pekunden yang dikeramatkan warga Jemparing, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Warga menjadikan dua arca ini sebagai patung yang sakral dan menjadi warisan leluhur yang sangat dihormati.

Selasa, 04 Agustus 2020

Makam Dewi Arimbi : Antara Teka-Teki dari Candi aRimbi dan Misteri Legenda Raksasi



Sebutan Candi aRimbi berasal dari lokasi dimana bangunan cagar budaya itu berada, yaitu dari nama Desa Ngrimbi. Meski secara administratif Candi aRimbi sekarang berada di Desa Pulosari yang merupakan tetangga Desa Ngrimbi. Sangat mungkin pada saat pertama kali didokumentasikan dulu di masa penjajahan kolonial Belanda, Candi Rimbi masih berada dalam lingkup Desa Ngrimbi. Sedangkan batas wilayah zaman Belanda dan masa sekarang sudah berbeda sehingga kini masuk Desa Pulosari. Namun demikian, nama yang tersemat pada Candi Rimbi masih dipertahankan.

Toponim Rimbi di Desa Ngrimbi berasal dari sosok wanita legendaris cerita rakyat setempat yaitu Dewi Arimbi. Sosok Dewi Arimbi terkait dengan dengan dua makam misterius yang bersebelahan, dekat sungai tak jauh dari Candi Arimbi. Salah satu dari tiga makam itu diyakini sebagai makam Dewi Arimbi. Kisah pewayangan menyebutkan seorang tokoh dengan nama yang sama yang diceritakan sebagai raksasa cantik, istri Bima salah satu dari pandawa lima, sekaligus ibunda Gatotkaca dalam kisah pewayangan.

Warga setempat meyakini, tiga makam itu diduga merupakan pesarean Prabu Arimba, Pangeran Arimbo dan adiknya Dewi Arimbi yang menjadi legenda kawasan ini. Meski belum ada bukti ilmiah apalagi catatan apapun tentang sosok tersebut, agaknya detail ini bisa jadi tambahan informasi mengenai asal muasal lokasi dan cerita budaya setempat.

Senin, 01 Juni 2020

Wisata Religi Gunung Pucangan : Pertapaan Keramat Sang Putri Mahkota Airlangga



Dalam Prasasti Pucangan yang masih tersandera di negeri seberang, disebutkan bahwa Raja Airlangga meresmikan lokasi pertapaan di lereng Gunung Pugawat. Lokasi suci itu kini dipercaya sebagai Wisata Religi Pertapaan Dewi Kilisuci di Situs Gunung Pucangan, Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.

Pada bagian sisi Prasasti Pucangan yang berbahasa Jawa Kuno disebutkan bahwa tanggal 10 paro terang bulan kartika 963 saka, Raja Airlangga dengan gelarnya Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawiramottunggadewa memerintahkan daerah-daerah Pucangan, Brahem, dan Bapuri dijadikan sima untuk kepentingan pertapaan yang telah didirikannya.

Sabtu, 02 Mei 2020

Prasasti Katemas : Warisan Arkeologis Yang Belum Terkuak

Tak banyak yang diketahui mengenai Prasasti Katemas. Keberadaannya yang bersemayam bersama sekumpulan prasasti lain di Museum Mandala Majapahit di Trowulan membuat eksistensinya kurang terekspos. Berdiri tegak di antara rekan-rekannya dalam kondisi tanpa profil, membuat sejarahnya terasa tenggelam.

 

Bahkan tak banyak yang tahu bahwa Prasasti Katemas merupakan salah satu inskripsi yang dari masa Prabu Airlangga yang berasal dari kawasan Jombang di utara Brantas. Bersama empat prasasti lain yang pernah ditemukan dalam jarak yang tak jauh, eksistensi tugu batu bertulis dari Katemas ini sedikit terpinggirkan.

Jumat, 01 Mei 2020

Eloknya Anggrek Hutan Hasil Budidaya Rumah Anggrek Kebutan


Galengdowo masih menyimpan sejuta potensi dalam destinasinya, salah satunya kebun milik Pak Sohel yang membudidayakan anggrek lokal yang asli dari hutan Wonosalam. Berawal dari kecintaannya terhadap hutan dan tanaman, Pak Sohel sering membawa pulang bunga-bunga yang ditemukan di hutan. Rumahnya pun disulap menjadi sebuah kebun anggrek mini yang penuh dengan aneka spesies anggrek lokal asli hutan setempat.


Nama aslinya adalah Suyanto, namun lebih akrab dipanggil Pak Sohel. Kata kunci ‘Pak Sohel’ terasa lebih mudah karena nama Suyanto sudah banyak yang menggunakannya. Bahkan ada lebih dari tujuh Pak Suyanto lain di Dusun Pengajaran. Pak Sohel bahkan sering didapuk sebagai peserta pameran bunga, eksibisi perwakilan Wonosalam, maupun pemanis tampilan dalam acara UKM di berbagai kota. Jadi, supaya tak kebingungan, maka nama Pak Sohel Anggrek memang lebih mudah untuk diingat.

Pak Suyanto 'Sohel'

Sabtu, 04 April 2020

Warung Kali Wonosalam : Andok Rica-Rica dalam Nuansa Rumah Negeri Dongeng


Wonosalam memang sedang rame-ramenya, ada perhelatan penting berupa Kendurenan, sebuah festival durian tahunan. Tentunya, para wisatawan dari berbagai daerah sudah wara-wiri berburu durian di seantero Lereng Anjasmoro.  Tak jauh dari Selo Ageng, tampak ada tempat baru di pinggir sungai yang cukup menarik. Terlihat ada sebuah rumah kayu bak dongeng yang berdiri di halamannya.


Rumah kayu cantik itu ternyata bagian dari sebuah destinasi kuliner baru yang namanya Warung Kali. Lokasinya memang berada di pinggir kali, sehingga sepertinya pemilik pun menamakannya dengan Warung Kali. Memang, para pemilik warung di Wonosalam sepertinya sedang keranjingan memberi nama lokasi berdasarkan letaknya, seperti Warung ngGunung, Warung Tanjakan, Warung Tikungan dan masih banyak yang lainnya. Warung Kali agaknya juga meramaikan penamaan berdasarkan ‘letak geografis’ ini.

Jumat, 03 April 2020

Candi Blawu : Menanti Ekskavasi Setelah Efek Racun Sirna


Awal tahun 2018, Jombang digegerkan dengan adanya penemuan benda purbakala di kompleks makam sesepuh desa yang kerap disebut Punden Mbah Blawu. Setelah tahun sebelumnya Jombang digegerkan dengan berbagai penemuan benda pondasi bangunan candi yang misterius di berbagai lokasi, tampaknya tren ini masih berlanjut hingga periode berikutnya.

Punden Mbah Blawu kerap disebut Makam Sentono oleh warga setempat. Lokasi makam keramat yang dipercaya merupakan pesarean pembabat lahan setempat berada di Dusun Sukosari, Desa Sumbersari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Jika dilihat dari radius lokasi, Punden Mbah Blawu ini bertetangga dengan Candi Pandegong yang masuk dalam kompleks makam keramat Mbah Nambi dan Mbah Ijo.

Monumen Torpedo Taman Bahagia : Saksi Sejarah Agresi Militer Belanda 2 di Wonosalam


Ada sebuah monumen berbentuk torpedo tegak di kompleks Taman Bahagia, Jalan Anjasmoro, Dusun Tukum, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam. Rupanya, monumen ini didirikan untuk mengenang peristiwa nahas yang pernah terjadi di Wonosalam yaitu penyerangan pihak Belanda terhadap para pejuang di Wonosalam tahun 1948.


Penyerangan itu mungkin menjadi bagian dari Agresi Militer Belanda 2 yang menewaskan banyak rakyat Indonesia. Kala itu, Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan, namun penjajah Belanda masih ingin kembali menjajah negeri ini. Mereka masih enggan melepaskan tanah jajahan yang telah didudukinya selama lebih dari 350 tahun, setelah sebelumnya sempat lepas dan menjadi jajahan Jepang.

Rabu, 01 April 2020

Mendem Duren di Rumah Durian Bu Sih


Durian lokal Wonosalam memang dikenal istimewa. Rasanya manis dengan sedikit pahitnya yang menjadi magnet utama Wonosalam. Berburu durian di Wonosalam juga tak ada habisnya. Hampir setiap rumah di pinggir jalan menjual durian, penduduk setempat pun juga menyetorkannya ke pengepul untuk dijual dalam skala besar. Sebagai sentra durian, wisatawan kadang sampai kebingungan memilih beli dimana durian yang paling enak.


Ilmu dari kontes durian lalu, menyatakan bila ingin makan durian yang enak perhatikan darimana durian didapat dan siapa yang jual. Intinya, penjual lah yang memainkan kunci terjamin tidaknya durian yang ada. Maka dari itu pentingnya memilih penjual yang sudah senior dalam kancah perdurianan di Wonosalam juga menjadi kuncinya.

Minggu, 15 Maret 2020

Meriahnya Festival Avokad - Andum Apokat Sambirejo 2020


Maret 2020 Wonosalam punya banyak gawe. Setelah hingar bingar festival durian berjuluk Kendurenan 2020, minggu berikutnya langsung diselenggarakan festival bagi-bagi avokad gratis yang diadakan di Lapangan Desa Sambirejo, Dusun Sumber Arum, lokasi yang dipercaya sebagai peradaban pertama yang ada di Wonosalam oleh para sesepuh pembabat alas.

Ora mewah ora mbrawah,
Waton guyub rukun kabeh sumringah

Desa Sambirejo, memang merupakan penghasil avokad selain buah-buahan lain yang juga tumbuh subur di sana. Berhubung manggis sudah dipatok sebagai festival dari Desa Jarak, Galengdowo identik dengan salak, sedangkan Wonosalam punya perhelatan durian, maka Sambirejo menahbiskan diri untuk menghelat festival avokad berjuluk Andum Apokat.

Minggu, 08 Maret 2020

Taman Kanigoro : Cantiknya Kebun Bunga Matahari Jombang


Sebuah kebun benih bunga matahari kini sedang mekar-mekarnya. Kebun Bunga yang sebenarnya dibuat untuk dijual benihnya itu, menjadi destinasi wisata baru Jombang dari bagian utara brantas. Hamparan kebun bunga matahari seluas lebih dari 150 meter persegi ini sukses mempesona para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.


Berada di Jalan Kebun Bunga Matahari, Dusun Bulurejo, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, ladang bunga kuning cantik ini menjadi jujugan baru pemburu foto apik. Sayangnya lokasinya agak nyuplik masuk ke dalam, bukan di pinggir jalan utama desa. Meski demikian, akses jalan sudah lumayan dengan medan beton. Jalan Bunga Matahari yang menuju lokasi berupa aspal yang sudah lumayan protol, tapi masih bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sabtu, 07 Maret 2020

Kentalnya Nuansa Kerakyatan Wisata Pedesaan di Kampung Adat Segunung


Hiruk pikuk perkotaan tak jarang membuat banyak orang merindukan syahdunya suasana desa, berikut budaya tradisional yang tak lagi ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kerinduan itulah yang kemudian memunculkan ide untuk menciptakan destinasi khas pedesaan di Wonosalam. Untuk mengobati kerinduan itu, sebuah kampung di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, didapuk sebagai destinasi desa wisata yang menyajikan nuansa pedesaan khas Lereng Anjasmoro.


Destinasi tradisional itu, dinamakan Kampung Adat Segunung yang diproyeksikan berupa destinasi wisata yang menyajikan kekentalan suasana pedesaan berikut keramahan warganya. Ide pembuatan kampung adat ini tak luput dari campur tangan Pak Sumrambah Wakil Bupati Jombang, yang merasakan kerinduan yang sama akan nuansa pedesaan berikut hal-hal tradisional yang sudah tak lagi bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari di perkotaan.

Minggu, 01 Maret 2020

Tips dari Kontes Durian Wonosalam : Kriteria Si Raja Buah Pemenang Kontes Durian Unggulan



Festival Durian Wonosalam berjuluk Kendurenan sudah di depan mata. Hingar bingar pemberitaan tentang pesta durian ini tampaknya agak menenggelamkan  beberapa acara lain yang juga menjadi rangkaian perhelatan terbesar Wonosalam ini. Beberapa acara lain juga dihelat, termasuk Kontes Durian Wonosalam.

Sebenarnya, setiap ada perhelatan Kendurenan pastilah ada lomba durian berkualitas yang mengiringinya. Kontes Durian Wonosalam kali ini menggunakan kata unggulan sebagai bukti kepercayaan diri kawasan lereng Anjasmoro regional Gunung Gede ini sebagai penghasil durian berkualitas tinggi.

Minggu, 09 Februari 2020

Pecel Sate Kapur Bu Malika : Kuliner Unik Yang Dirindukan



Jombang rupanya tak kehabisan stok kuliner unik nan legendaris. Adalah pecel Sate Kapur Bu Malika yang punya daya tarik tersendiri. Dari namanya, jangan dikira makan sate dari panggangan kapur atau makan kapur betulan seperti yang dipakai Rudy Tabuti dalam kartun Chalk Zone, karena pakai papan kapur sudah gak zaman. Sekarang pakai white board semua! Hahhahahaha... Bukan bukan bukan.


Daging kapur yang dimaksud adalah bagian dari tubuh sapi berupa bagian kelenjar (maaf) payudaranya. Kapur itu kemudian dikombinasikan dengan jeroan yang diolah sedemikian rupa, lalu ditusuk dengan tusuk sate lalu jadilah sate kapur yang legendaris ini. Jadi bisa disimpulkan, daging kapur ini jelas merupakan dagung yang bersumber dari sapi betina. Yaiyalah.

Bagian dari sapi betina 

Jumat, 07 Februari 2020

Wisata LeMbah Ginten : Bareng Punya!


Belum banyak yang tahu, bahwa Bareng punya destinasi wisata yang lumayan untuk refreshing keluarga. LeMbah Ginten namanya, yang berkonsep kolam renang di sebuah lembah yang penuh dengan taman bunga dan kebun buah. Selain untuk bersantai, destinasi ini cocok juga untuk lokasi selfie.



Buah yang diblongsong


Kebun
Lumayanlah, dapat foto-foto apik daripada jauh-jauh naik ke Wonosalam dan berdesakan di Bale Tani karena saking ramainya. Konsep LeMbah Ginten, hampir serupa dengan Kampoeng Durian yang ada di Mojoagung. Tapi dengan pemandangan lembah yang lebih asri tentunya.
Tak ada salahnya bila dari Bale Tani lalu andok di Warung Rica-Rica Bu Suhar kemudian mampir ke LeMbah Ginten untuk berfoto selfie, karena ketiga lokasi ini berada dalam satu jalur dan satu kecamatan.

Rabu, 05 Februari 2020

Hiasan Dekoratif dan Rumah Kayu Unik Kreasi Anak Alam Zarmaentree Wooden Craft



Rumah kayu unik tampak ada di sebuah warung makan yang menyajikan rica-rica sebagai menunya. Jika dilihat lebih lanjut, dekorasinya terlihat mirip dengan rumah-rumah kayu dan arsitektur yang ada di Wisata Sumber Banyu Biru yang ada di Wonomerto, bagian selatan Wonosalam. Ada ciri khas khusus yang mengingatkan Jombang City Guide akan karya Zarmaentree Wooden Craft, termasuk font dan gaya bahasa yang digunakan.


Kecurigaan ini memang benar, bahwa pembuat rumah kayu berikut aneka hiasannya adalah dari buah karya Eko Zarmaento pemuda desa setempat penggagas wisata hits Sumber Banyu Biru yang hingga kini mampu memacetkan Wonosalam bagian selatan. Di Sumber Banyu Biru, karya ‘Cak Sarmin’ ini bahkan terlihat di semua sudut, mulai kursi, rumah kayu, sampai hall yang dibuat khusus untuk pengunjung.

Sabtu, 01 Februari 2020

Reruntuhan Gapura Paduraksa di Candi Mlaten : Pemukiman Bangsawan era Kerajaan Kediri



Gemparnya penemuan benda cagar budaya di Jombang belum berhenti. Masih dari kawasan Ngoro yang hanya bertetangga dusun dari laporan Candi Mandapa Ngrembang. Penemuan dinding pondasi dan berbagai kelengkapan bangunan yang diperkirakan dari era Kerajaan Kediri terjadi di Mlaten.



Mlaten terletak di samping Ngrembang, dimana laporan penemuan benda kuno ini terjadi hampir bersamaan. Kedua lokasi ini berdekatan dan masih masuk dalam kawasan Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang ‘hampir’ berbatasan dengan Kandangan, Kediri.

Kamis, 09 Januari 2020

Pendakian Anjasmoro Menuju Tapak Bunder Bareng Gunung Bagging



Ada banyak jalur pendakian Anjasmoro, karena gunung yang punya nama yang diambil dari nama istri Damarwulan ini punya bentangan yang begitu luas dan masih berupa hutan rimba yang belum terjamah tangan manusia. Bentangan itu memungkinkan pendaki bisa mencapai berbagai titik tertentu yang harus dimulai dari starting point yang berbeda. Jangan sampai salah starting point, karena kalau berbeda bisa salah pencapaian puncaknya.


Jalur pendakiannya juga liar, dan bahkan bisa dibilang tak resmi. Jadi jangan heran bila jalur pendakiannya bukan berupa track ala hiking pada umumnya, melainkan berupa mbrasak pakai parang sekaligus jelajah hutan bekas dilalui penduduk setempat yang mencari hasil hutan. Tapi ada satu pengecualian untuk pos Kancil di Carangwulung yang menuju Puncak Cemorosewu, yang sudah punya perizinan dan jalur yang paling layak dibandingkan lainnya.

Selasa, 07 Januari 2020

Wisata Edukasi Sapi Perah Jarak by Kelompok Tani Budi Luhur


Sepanjang jalan di Wonosalam, tampak ada palang kecil hijau sebagai penunjuk jalan yang bertuliskan Eduwisata Sapi Perah Jarak berikut penanda banyaknya kilometer yang harus ditempuh untuk mencapainya. Penasaran dengan lokasinya, Jombang City Guide kemudian menelusuri lokasi untuk menguak misteri tempat wisata seperti apakah yang ditunjuk oleh papan-papan hijau itu. Dipandu langsung oleh Guide Jarak kebanggaan kita semua, Cak Suwanto Hari, Jombang City Guide kemudian memecahkan misteri ini bersama.

Papan penujuk jalan

Dia ada dimana-mana

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...