Selasa, 05 Januari 2016

Kaos Abang-Idjo : Kaos Khas Jombang


Jombang BERIMAN sekarang makin gaya, karena sudah ada kaos asli Jombang yang memang mengeksplorasi potensi Kota Santri. Jombang City Guide sudah pernah bahas tentang kaos ini sebelumnya di sini, namun untuk versi lengkapnya kami bahas ulang lebih detail di halaman ini.

Sabtu, 02 Januari 2016

Soto Dhog Kuali Ringin Conthong


Kota Santri Jombang BERIMAN, memang terkenal dengan Soto Dhognya. Tak heran memang di setiap sudut kota yang ayem tentrem ini banyak warung dan kedai yang menjual Soto Dhog kebanggaan warga kota Santri. Ada banyak penjual Soto Dhog di Jombang, sebut saja diantaranya Soto Dhog Stadion by Pak Mas'ud, Soto Dhog Pak Karman Pahlawan, Soto Dhog Pasar Senggol Bhayangkara dan Soto Dhog Ringin Conthong yang kali ini Jombang City Guide bahas.

Soto Dhog Kuali Ringin Conthong

Sebelum membahas mengenai soto legendaris ini, Jombang City Guide membahas mengenai soto doknya dulu. Soto Dhog, yang cara penyajiannya dengan menggebrak botol kecap asin di meja saji penjualnya sering mengagetkan para andokers yang belum paham ‘esensi’ keunikan makan di lokasi.
Para Kru yang selalu Siap Sedia

Sebenarnya Soto Dhog adalah soto daging yang mirip dengan Soto Lamongan, namun gebrakan botol kecap asin di meja saji-nya yang merupakan ciri khas dari soto ini. Seperti Tahu Bumbu yang sering dijual berkeliling dengan membunyikan panci dan berbunyi “Tek…. Tek.. tek…”, Soto Dhog merupakan representasi dari bunyi “Dok… dok… dok…” meja saji yang digebrak penjualnya saat menyajikan seporsi soto kebanggaannya. Tapi dengan logat Jawa Timuran, penulisan "dok" dirasa masih kurang mantabm, sehingga suapaya lebih menggelegar sering ditulis Soto Dhog. Biar mak bleger gitu rasanya. penambahan huruf "H" di tengah kata "Dhog" memang merupakan ciri khas logat Jawa dan untuk menghindari penulisan lain yang mengakibatkan salah arti karena mirip dengan bahasa inggris dengan makna yang jauh berbeda. heheheh.....




Karena dengan menggebrak itu, orang yang tinggal di Pulau Jawa bagian barat banyak menyebut makanan ini sebagai Soto Gebrak, yang memang sesuai dengan karakteristiknya, menggebrak meja saji dengan kecap asin.


Salah satu penjual Soto Dhog Legendaris di Jombang adalah Soto Dhog Ringin Conthong yang sudah berdiri sejak 1951. Dulunya, Soto ini digawangi oleh Abah Paemin dan bertempat di Taman belakang Pos Pantau KTL dekat Ringin Conthong. Karena adanya pembangunan taman kota, sehingga Soto Abah Paemin ini pun pindah di lokasi yang sekarang yang tidak jauh dari taman belakang pos pantau KTL, dimana Soto ini masih buka setiap hari sejak pukul 17.00 hingga pukul 22.00 WIB.

Kecrutan Jeruk Nipis Penambah Selera
Meski Sedang Hujan Tapi Tetap Nikmat

Jombang City Guide pun masih ingat, setiap sore Bapak Jombang City Guide sering mengajak kami waktu kecil untuk makan di sini. Namun sejak jalannya menjadi satu arah karena pengaturan ulang lalu lintas, frekuensi mampir menjadi sedikit berkurang. Jadi bila Anda ingin menikmati soto ini, maka Anda harus menunggu jam lewat yang ada di rambu lalu lintas supaya tyida ditilang polisi, atau Anda perlu memutar lewat ke Jalan Flamboyan di samping Panti Werdha supaya bisa mencapainya.

Kuali Tradisional

Selain legendaris, soto ini juga masih mempertahankan keunikan yang patut diacungi jempol, yaitu menempatkan soto dhog-nya dalam kuali tradisional. Kuali ini memang tidak berukuran raksasa, namun cukup untuk menampung kebutuhan soto para andokers sekalian yang menjadi pelanggan setia Soto Dhog Ringin Conthong ini. Setiap Soto dalam kuali habis, maka akan diisi ulang kembali oleh para kru yang sepertinya adalah anak dan keturunan Abah Paemin.


Pak Adi yang Kalem dan Murah Senyum

Ya, memang kini Abah Paemin sudah meninggal dunia, dan soto ini kemudian dilanjutkan oleh putra-putrinya yang dipimpin oleh Pak Adi sebagai penyaji utama soto yang duduk di balik kuali tradisional. Dijual seharga Rp.12.000,- per porsinya, soto ini sama seperti Soto Dhog Jombang pada umumnya, dengan memberikan opsi tambahan aneka jerohan di tiap meja saji panjang.



Di samping soto ini terdapat meja kecil kedai minuman yang bisa melengkapi pilihan minuman para pelanggan setia untuk menutup acara makan di tempat. Meski Jombang City Guide belum sempat mencicipi, tampak kedai minuman ini menyajikan semacam minuman tradisional seperti jamu atau STMJ. Rasanya memang sangat tepat untuk menikmati aneka minuman ini, terutama Jombang City Guide yang sedang berkunjung saat hujan lebat.

Kedai Jamu

Namun karena kondisi adik Jombang City Guide yang tidak memungkinkan untuk berlama-lama di lokasi, mungkin perlu kesempatan lanjutan untuk menikmatinya. Mongga yang belum pernah mampirlah kemari, yang sudah pernah mampir lagi.... Hehhehehe........

Adik Kami Kedinginan karena Kehujanan

Soto Dhog Kuali Ringin Conthong
Jl. Seroja
Buka Setiap Hari
Pukul 17.00-22.00 WIB



Sabtu, 26 Desember 2015

Bubur Sumsum-Campur Muslimat

 

Pagi ini, Jombang City Guide mampir ke lapak bubur sumsum ala Bu Susiati. Lapak bubur Bu Susiati ini, buka setiap pagi mulai pukul 05.30, dan biasanya habis sekitar pukul 08.30 WIB.


Lapak bubur sumsum ini digelar di samping RSAB Muslimat Jombang yang merupakan rumah sakit favorit, jujugan warga Jombang apabila akan bersalin atau anaknya sakit.



Nah, Jombang City Guide yang sedang antri untuk konsultasi laktasi di Klinik Laktasi rumah sakit yang dulunya namanya BKIA Muslimat Jombang ini kengangguren dan akhirnya beli bubur sumsum bu susiati. Syukur deh, meski agak siangan masih kebagian. Hhehhe...

Sumsum

Mutiara

Agar-Agar Alias Gudir
 
Ketan Hitam
Bubur sumsum ini terdiri dari sumsum putih (tentu saja, sesuai namanya), godir alias puding agar-agar yang biasanya hijau, dawet, ketan hitam, santan, mutiara dan gula merah. Waaah enaknya..

Gula Merah Cair

Santam Segar

Selain nikmat dikonsumsi sebagai jajanan, bubur ini juga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang sakit. Terutama anak-anak apalagi yang sedang sakit dan rewel makannya, karena warnanya yang beragam dan rasanya yang manis.

Beli Buat Yang Di Rumah Lagi Sakit


Jadi kalau Bu Susiati buka lapak bubur campur ini di samping RS yang juga dimana Jombang City Guide dulu lahir, ya cocok sekali. Karena pangsa pasarnya dekat. Hehhehe.... Bahkan tak jarang banyak pembeli yang memang tidak sedang rawat inap di RSAB Muslimat, tapi anggota keluarganya sakit, membeli bubur di sini.

Take Away Cup

Bubur sumsum ini, bisa dibungkus untuk dibawa pulang dengan kemasan gelas plastik. Sedangkan saya, yang masih nunggu antrian di klinik laktasi, memilih untuk makan di tempat karena sudah gak sabar untuk menikmatinya.


Ayo warga Jombang, kalau pengen bubur sumsum campur ini monggo mampir ke lapak bubur Bu Susiati di samping BKIA Muslimat yaa...

Di dekat RSAB Muslimat Jombang

Bubur Sumsum Campur Bu Susiati
Jl. Urip Sumoharjo
Samping BKIA Muslimat, dekat Resto Padang
Buka setiap hari

pukul 05.30-08.30

Minggu, 08 November 2015

Sate Kambing dan Gule Pak Tolabi Tugu


“Kamu tau Masjid Tugu? Kamu lihat di seberang selatannya, tepat di depan masjid ada  warung sate di pojok tikungan. Memang tempatnya kecil dan terkesan kurang nyaman, tapi soal rasa gak pernah bohong. Di situ warung Sate Pak Tolabi. Daging satenya besar dan gulenya paling cocok dengan seleraku,”- Sandy Tabah Setiawan -


Kalimat diatas adalah untaian kata yang diucapkan kawan Jombang City Guide saat membahas tentang beberapa legenda kuliner unggulan kebanggaan Jombang yang salah satunya tentang Sate dan Gule Kambing Pak Tolabi di Perempatan Tugu.


Kaos Sego Kikil by Kaos Abangidjio

Ya, memang Sate Kambing Pak Tolabi di perempatan tugu merupakan salah satu legenda kuliner Jombang yang sudah berdiri sejak tahun 1945. Dulunya Pak Tolabi-lah yang menggawangi warung Sate ini. Seiring dengan perkembangan zaman, usaha makanan ini kemudian diwariskan anak dan cucunya, dan kini dikelola oleh cucu Pak Tolabi.


Tawa Bu Titin Bersama Sate Kambing Pak Tolabi Kebanggaan Jombang

Bu Titin, yang setiap harinya melayani pelanggan setia Pak Tolabi merupakan istri dari cucu Pak Tolabi yang kini membantu mengelola warung sate dan gule ini. Dengan ramah, Bu Titin meramu dan menyajikan porsi demi porsi sate dan gule yang dipesan para andokers setia. Berada di perempatan tugu, tepatnya di seberang Masjid Tugu tepat di pojok tikungan Jalan Urip Sumoharjo dan jalan Wahid Hasyim, warung ini buka setiap hari mulai pukul 14.00 sampai habis.

Mengipas Sate

Selalu Ramai
Bu Titin mengisahkan, bahwa dulunya warung sate ini memiliki lokasi yang lebar, namun karena adanya pelebaran jalan, sehingga ruangan yang tersedia dalam warung sate ini makin sempit. Namun, meski tempatnya sangat sempit dan berada di tikungan yang sangat ramai, tempat ini tidak pernah sepi dan selalu ramai dikunjungi para Andokers setia.


Jangan kaget bila belum petang namun warung ini sudah tutup karena sold out, sebab Sate dan Gule Kambing Pak Tolabi ini memang selalu ramai dikunjungi pelanggan setianya, meski pasokan sate dan gule sudah ditambah sedemikian rupa. Berkali-kali Jombang City Guide mampir kemari, namun keberuntungan yang diberikan Allah masih sebatas menikmati Sate Kambingnya, belum sempat menikmati gulenya. Gulenya masih ada, tapi sisa kuahnya thok… T______T Datangnya kurang siang sih…..


Warung Sate dan Gule ini buka setiap hari, namun bila kelelahan atau kehabisan stok karena ada pesanan, biasanya warung ini rehat tidak buka dulu. Sate dan Gule Kambing Pak Tolabi ini memang menerima order untuk berbagai acara, termasuk aqiqah yang biasanya menggunakan kambing sebagai menu makanan. Jadi bila Anda melintas di depan warung ini pukul 03.00 sore tapi belum juga buka, mungkin Anda harus mengurungkan niat untuk menikmati Sate dan Gule kambing ini hingga esok. Hehehhe…….


Warung Sate dan Gule Kambing ini, melengkapi khazanah kuliner Kota Santri Jombang BERIMAN yang juga memiliki legenda kuliner Sate dan Gule Kambing sejenis yaitu Sate dan Gule Kambing Pak Slamet Ringin Conthong yang telah Jombang City Guide bahas sebelumnya.

Harus Tetap Bersyukur Meski Kehabisan Gule *nangismbatin*
Ayo-ayo, monggo mampir ke sini.
Jangan kemaleman ya, nanti kehabisan kayak Jombang City Guide yang selalu kehabisan gule….. T_______T


Warung Sate dan Gule Kambing Pak Tolabi Perempatan Tugu
Seberang Masjid Tugu
Pojok Tikungan Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Wahid Hasyim
0321-862005
081-332 7572 95
Buka setiap hari
Pukul 14.00 - Habis

Menerima pesanan untuk acara

Sabtu, 07 November 2015

RCTV, Tivine Wong Jombang

Jombang sekarang punya stasiun tv lokal sendiri lho, judulnya RCTV, kependekan dari Ringin Conthong TV.


Seperti yang kita ketahui ringin contong adalah ikon kota santri jombang beriman. Namun yang dijadikan lambang bukannya ringin conthongnya, tapi monumen menara airnya.

Nah, sinyal tv njombangan ini bisa dicari di sebelum sinyal transtv saat search di manual tuning. Setelah sempat kesamber bledhek, pemancar rctv kini katanya berdiri kokoh di wonosalam, sehingga daya pancarnya bisa ditangkap lebih baik dari sebelumnya.

Kantor rctv bisa 'digrebreg' di samping kantor kecamatan jombang, di gang kecamatan Nomor 12.

Sayangnya nama RCTV ini sudah ada kembarannya yang eksis di cirebon. Jadi bila kita search di google, maka akan menemukan nama tv yang sama di kota kesultanan jawa barat itu. Yah... apa boleh baut ya. Setudaknya bersama stannic tv mojoagung, dunia broadcasting jombang sudah lumayan lebih bertaji dari sebelumnya.

Liputan lengkapnya mungkin jombang city guide akan bahas lebih lanjut di kesempatan selanjutnya.

Masalahnya, apa yang salah dengan warna merah ya, sehingga hanya dapat bagian terlalu sedikit dalam logo? RCTV itu Jombang kan ya???

Jumat, 16 Oktober 2015

Save PSID dJombang


Masih sangat melekat di ingatan Jombang City Guide, salah satu sahabat terdekat bercerita bahwa ayahnya (yang kini sudah almarhum) adalah salah seorang pemain PSID kebanggaan Jombang. Dulunya, setiap pulang bertanding maupun berlatih, bau balsem untuk otot semerbak memenuhi seluruh ruangan di rumahnya di Jalan Sam Ratulangi. Ini disebabkan, kaki dan sekujur tubuh Sang Ayah yang memar-memar akibat bertanding. Ibu, kawan saya dan saudara-saudaranya 'bahu-membahu' membalsem badan Sang Ayah. Woow… memang benar-benar atlet ya..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...