Rabu, 15 November 2017

Menanti Tuntasnya Renovasi Agrowisata Kebun Kelengkeng Suwarno


Jembatan Ploso yang sedang dalam taraf perbaikan dibuka sejenak. Rombongan Jombang City Guide pun segera meluncur ke Agrowisata Kebun Kelengkeng Suwarno yang ada di kawasan utara Ringin Conthong, tepatnya di daerah Plandaan.


Rabu, 08 November 2017

Rumah Hobbit di Ekowisata Taman Banyumili


Setelah berpetualang menemani Frodo Baggins membuang cincin sakti ke Kawah Gunung Mordor, Samwise Gamgee membangun keluarga kecil barunya. Sayangnya Frodo dan Bilbo Banggins harus pergi dari Shire ke alam keabadian bersama Gandalf Sang Penyihir Putih dan para peri termasuk Lord Elrond serta Lady Galadriel, sehingga meninggalkan rumah warisan keluarga Baggins. Akhirnya Sam yang menjaga dan merawat rumah yang medhag itu di Ekowisata Banyumili. Xixixixix………


Di seberang atas Villa Rosari Refresh Wonosalam, dibuka destinasi wisata baru. Ekowisata Banyumili, dibuka tanggal 4 November lalu yang sudah banyak didatangi para wisatawan yang penasaran dengan foto-foto rumah para Hobbit yang beredar di media sosial.

Jumat, 03 November 2017

Masjid Moeldoko : Gaya Turki Usmani, Suasana nJombangan


Masjid Moeldoko termasuk masjid baru di Jombang. Didirikan atas pendanaan sepenuhnya mantan Panglima TNI Jendral Moeldoko atas kecintaannya terhadap masa remajanya di Jombang. Meski bergaya mirip Turki Usmani, masjid ini tidak dinamai kearab-araban seperti nama masjid pada umumnya,. Masjid ini dinamai Masjid Moeldoko seperti nama Sang Jendral, yang pernah mencicipi jabatan tertinggi karir seorang prajurit di negeri ini.  Jendral Moeldoko menambah rentetan orang penting di Indonesia yang pernah mencicipi teduhnya suasana di Kota Santri.

Gaya Turki Usmani, Suasana nJombangan

Kamis, 05 Oktober 2017

Agrowisata Taman Sayur Banjarsari : Keukenhofnya Jombang


Sekarang Jombang punya taman yang sangat indah. Kalau Belanda punya Keukenhof, taman bhunga terbesar di dunia itu, Jombang punya Taman Sayur Banjarsari. Taman Sayur Banjarsari ini berusaha membuat dirinya mirip dengan Keukenhof, yah dengan gaya  tropis nJombangan dan isinya sayur sih. Xixixixi...........


Wana Wisata Gua Jepang : Wisata Sejarah Sambil Cuci Mata dan Berfoto Ria


Goa Jepang di Alas Gedangan, yang dulunya dijadikan tempat persembunyian senjata tentara Jepang sekarang dijadikan tempat wisata yang menarik untuk kalangan muda. Pihak Perhutani selaku pengelola menggandeng karang taruna setempat untuk menyulapnya menjadi destinasi wisata baru yang tak hanya menyuguhkan nilai sejarah tapi juga rekreasi yang digandrungi anak muda masa kini. Kids Jaman Now gitu loh.


Minggu, 01 Oktober 2017

Senja Jingga di Pusat Kota

 

Sore itu seusai pulang berpetualang menyisir Kota Santri kelahiran kami, tak sengaja rombongan Jombang City Guide melihat ufuk barat yang begitu indah. Tampak dari depan rumah Jombang City Guide, langit senja berwarna oranye agak merah muda mengiringi matahari terbenam.

Rabu, 13 September 2017

Batik Jombangan Gionaji : Penuh Makna dan Filosofi


Siang itu rombongan Jombang City Guide sedang berpetualang berburu batik has nJombangan. Setelah pernah berkunjung ke batik Sekar Jati Ibu Maniati di sentra batik Jatipelem, kali ini Jombang City Guide menyambangi Batik nJombangan Gionaji. Info mengenai batik Gionaji pertama kali kami dapatkan setelah membaca dawetnesia, yang akhirnya membuat kami kengimpen-impen pengen lihat batik juga.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Dua Bule Cantik Sambangi Warung Favorki


Rupanya, ada bule lain yang membaca artikel Jombang City Guide tentang Favorki Polandianya Mas Yusuf. Mereka adalah Mbak Charlene dari Belgia dan Mbak Agatha dari Polandia. Ibu Kost mereka, Bu Endang Lukman, yang istilah kerennya home parents ingin mempertemukan manusia-manusia sama negara dan sama benua itu. Kebetulan dua londho cantik itu sedang ada di Waru, Sidoarjo, yang berjarak dua jam perjalanan dari Jombang bila tak macet. Mbak Agatha juga kangen makan favorki, katanya. Akhirnya disempatkanlah mampir ke Jombang sebelum besok mengeksplore Malang.

Kamis, 03 Agustus 2017

Favorki Keripik Khas Polandia ala Mas Jozaf

Ini yang lagi rame di Jombang : Ada bule, jualan gorengan. Katanya sih makanan tradisional Polandia. Wah-wah… seperti apa rasanya ya???


Adalah Jozaf Jan Panczyk, londho asli Polandia yang kesasar di Jombang. Sehari-hari dia berjualan Keripik Goreng khas Polandia yang dinamai Favorki dengan berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Jombang.

Nah, ceritanya Si Mas Londho penjual Favorki yang bukan dari Holland tapi dari Poland ini kesasar sampai Jombang karena hidayah dan takdir dari Allah. Rupanya, Si Mas Yusuf Londho ini sudah jatuh cinta dengan Islam dari dulu. Sayangnya keluarga di desa asalnya tidak setuju dengan pilihannya untuk masuk ke agama Allah. Dia boleh jadi muallaf, tapi konsekuensinya tidak diakui lagi sebagai keluarga, sehingga galaulah hatinya.


Minggu, 09 Juli 2017

De' Durian : Spesialis Sop Durian Enak!


Durian memang rajanya buah, dan sumber daya Sang Raja Buah itu melimpah di Wonosalam, sebuah tempat dataran tinggi yang masuk dalam wilayah kota santri kita yang tercinta ini. Tak heran, di era yang sangat kompetitif ini, inovasi tiada henti sangat diperlukan, bahkan dalam industri makanan.

De' Durian

Kolak Ketan Durian yang disajikan di Warung ngGunung Wonosalam adalah bentuk pengembangan citarasa makanan traditional olahan durian. Sedangkan kali ini, Jombang City Guide sedang andok di lokasi pecinta durian yang tak perlu jauh-jauh ke Wonosalam dan bernuansa modern : Sop Durian.

Senin, 12 Juni 2017

Wisata Warna Kampung Kelir Jombang


Wisata Kampung Kelir, adalah wisata baru di Kota Santri Jombang BERIMAN. Jombang pun tak mau kalah dengan kota lain yang berhias warna seperti di Malang, Semarang, Balikpapan, Jogjakarta, dan Surabaya yang sudah lebih dulu menghiasi sudut kotanya dengan spektrum warna dan karya-karya indahnya.




Jumat, 05 Mei 2017

Kopi Ekselsa Wonosalam : Varietas Kopi Langka Warisan Kolonial


Wonosalam juga dikenal sebagai penghasil Durian Bido yang terkenal itu, salak, cengkih, kokoa dan kopi. Kopi bahkan sudah dibudidayakan di Wonosalam sejak zaman pemerintah Hindia Belanda, yang sudah melihat potensi kopi di lereng Gunung Anjasmoro ini.

Saat itu, Alfred Wallace di abad ke-17 memberikan laporan banyak kopi yang tumbuh di lereng pegunungan yang berada di ketinggian 1000 mdpl. Melihat potensinya yang begitu besar dan pernah diteliti oleh Alfred Wallace dalam misinya mengumpulkan aneka spesimen fauna saat mengunjungi Wonosalam, Pemerintah Hindia Belanda pun membudidayakan kopi sebagai komoditas yang potensial di dataran tinggi Afdeeling Djombang kala itu. 

Kamis, 04 Mei 2017

Samsi Madu : Sentra Madu Murni Hasil Peternakan Lebah


Madu Samsi, adalah madu hasil peternakan lebah yang berasal dari Hutan Wonosalam. Lebah-lebah spesies jumbo diternakkan, lalu digembalakan ke daerah yang sedang musim bunga.

Pak Samsi

Kamis, 13 April 2017

Gerbang Hutan Wana Wisata Selo Ageng


Wana Wisata Selo Ageng sebenarnya bukan wisata baru di Wonosalam. Wana Wisata Selo Ageng adalah Bumi Perkemahan yang pertama kali buka tahun 2005. Namun dengan pengembangan dan perkembangan, akhirnya makin dipercantik tahun 2017.

Sabtu, 08 April 2017

Soto Dhog Pasar Senggol : Waspadai Gebrakannya


Bisa dikatakan Jombang adalah Kota Santri Gudangnya Soto Daging yang nikmatnya tiada tara. Selain citarasa unggulan, gebrakan botolnya yang bikin jantungan, tapi ngangenin.  Soto Dhog adalah makanan khas Jombang, dimana pemerintah memang sedang mengagendakan rancangan penetapan Soto Dhog sebagai makanan khas Kota Santri, di samping parade makanan khas Jombang lainnya seperti Lodeh Kikil Mojosongo dan aneka olahan Durian Bido endemik Wonosalam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...