Minggu, 01 Oktober 2017

Senja Jingga di Pusat Kota

 

Sore itu seusai pulang berpetualang menyisir Kota Santri kelahiran kami, tak sengaja rombongan Jombang City Guide melihat ufuk barat yang begitu indah. Tampak dari depan rumah Jombang City Guide, langit senja berwarna oranye agak merah muda mengiringi matahari terbenam.

Selasa, 26 September 2017

Manistimewanya Kikil Mojokrapak Mbak Atik


Manistimewa, manis nan istimewa. Itulah yang Jombang City Guide rasakan saat pertama mencoba Kikil Mbak Atik Mojokrapak ini. Selama ini kita lebih sering mendengar Kikil Mojosongo dengan segala warna yang bertebaran menghiasi Jalan Hasyim Asyari, wilayah di selatan Ringin Conthong. Tapi di Jalan Wahab Chasbulloh, wilayah di utara Ringin Conthong, juga ada Kikil Mojokrapak asli Jombang yang tak kalah istimewanya.


Rabu, 20 September 2017

Batik Jombangan Sekar Jati : Pencipta Corak Relief Candi Rimbi dan Ringin Conthong Tower


Belum banyak yang tahu bahwa Jombang juga punya corak batik khas. Meski sudah dipajang di Museum Batik di Pekalongan, Jawa Tengah, warga Jombang sendiri belum banyak mengerti maupun mengetahui eksistensi batik kota kelahirannya sendiri. Ketidaktahuan ini mungkin juga disebabkan motif Batik Jombangan ini baru berkembang di era pertengahan 2000-an, cukup terlambat untuk sebuah motif khas dimana kekayaan batik sudah dimiliki Indonesia sejak dulu.

Rabu, 13 September 2017

Batik Jombangan Gionaji : Penuh Makna dan Filosofi


Siang itu rombongan Jombang City Guide sedang berpetualang berburu batik has nJombangan. Setelah pernah berkunjung ke batik Sekar Jati Ibu Maniati di sentra batik Jatipelem, kali ini Jombang City Guide menyambangi Batik nJombangan Gionaji. Info mengenai batik Gionaji pertama kali kami dapatkan setelah membaca dawetnesia, yang akhirnya membuat kami kengimpen-impen pengen lihat batik juga.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Dua Bule Cantik Sambangi Warung Favorki


Rupanya, ada bule lain yang membaca artikel Jombang City Guide tentang Favorki Polandianya Mas Yusuf. Mereka adalah Mbak Charlene dari Belgia dan Mbak Agatha dari Polandia. Ibu Kost mereka, Bu Endang Lukman, yang istilah kerennya home parents ingin mempertemukan manusia-manusia sama negara dan sama benua itu. Kebetulan dua londho cantik itu sedang ada di Waru, Sidoarjo, yang berjarak dua jam perjalanan dari Jombang bila tak macet. Mbak Agatha juga kangen makan favorki, katanya. Akhirnya disempatkanlah mampir ke Jombang sebelum besok mengeksplore Malang.

Kamis, 03 Agustus 2017

Favorki Keripik Khas Polandia ala Mas Jozaf

Ini yang lagi rame di Jombang : Ada bule, jualan gorengan. Katanya sih makanan tradisional Polandia. Wah-wah… seperti apa rasanya ya???


Adalah Jozaf Jan Panczyk, londho asli Polandia yang kesasar di Jombang. Sehari-hari dia berjualan Keripik Goreng khas Polandia yang dinamai Favorki dengan berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Jombang.

Nah, ceritanya Si Mas Londho penjual Favorki yang bukan dari Holland tapi dari Poland ini kesasar sampai Jombang karena hidayah dan takdir dari Allah. Rupanya, Si Mas Yusuf Londho ini sudah jatuh cinta dengan Islam dari dulu. Sayangnya keluarga di desa asalnya tidak setuju dengan pilihannya untuk masuk ke agama Allah. Dia boleh jadi muallaf, tapi konsekuensinya tidak diakui lagi sebagai keluarga, sehingga galaulah hatinya.


Minggu, 09 Juli 2017

De' Durian : Spesialis Sop Durian Enak!


Durian memang rajanya buah, dan sumber daya Sang Raja Buah itu melimpah di Wonosalam, sebuah tempat dataran tinggi yang masuk dalam wilayah kota santri kita yang tercinta ini. Tak heran, di era yang sangat kompetitif ini, inovasi tiada henti sangat diperlukan, bahkan dalam industri makanan.

De' Durian

Kolak Ketan Durian yang disajikan di Warung ngGunung Wonosalam adalah bentuk pengembangan citarasa makanan traditional olahan durian. Sedangkan kali ini, Jombang City Guide sedang andok di lokasi pecinta durian yang tak perlu jauh-jauh ke Wonosalam dan bernuansa modern : Sop Durian.

Senin, 12 Juni 2017

Wisata Warna Kampung Kelir Jombang


Wisata Kampung Kelir, adalah wisata baru di Kota Santri Jombang BERIMAN. Jombang pun tak mau kalah dengan kota lain yang berhias warna seperti di Malang, Semarang, Balikpapan, Jogjakarta, dan Surabaya yang sudah lebih dulu menghiasi sudut kotanya dengan spektrum warna dan karya-karya indahnya.




Senin, 10 April 2017

Gerbang Hutan Wana Wisata Selo Ageng


Wana Wisata Selo Ageng sebenarnya bukan wisata baru di Wonosalam. Wana Wisata Selo Ageng adalah Bumi Perkemahan yang pertama kali buka tahun 2005. Namun dengan pengembangan dan perkembangan, akhirnya makin dipercantik tahun 2017.

Sabtu, 08 April 2017

Soto Dhog Pasar Senggol : Waspadai Gebrakannya


Bisa dikatakan Jombang adalah Kota Santri Gudangnya Soto Daging yang nikmatnya tiada tara. Selain citarasa unggulan, gebrakan botolnya yang bikin jantungan, tapi ngangenin.  Soto Dhog adalah makanan khas Jombang, dimana pemerintah memang sedang mengagendakan rancangan penetapan Soto Dhog sebagai makanan khas Kota Santri, di samping parade makanan khas Jombang lainnya seperti Lodeh Kikil Mojosongo dan aneka olahan Durian Bido endemik Wonosalam.

Selasa, 07 Februari 2017

Napak Tilas Reruntuhan Candi Tak Bernama


Tahun baru 2017 menjadi lebih gempar di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang BERIMAN. Ini disebabkan ditemukannya puing-puing bangunan kuno yang diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Reruntuhan yang berserakan dengan dinding memanjang ini tidak sengaja ditemukan warga saat melakukan penambangan pasir di desa yang dekat dengan daerah Diwek dan Blimbing ini. 



Senin, 30 Januari 2017

Jajan Gonceng : Serunya Memilih Aneka Kue Tradisional Keliling


“Setiap Ahad pagi setelah pukul enam tepat, kami selalu rajin nyanggong di depan rumah untuk sweeping jajan gonceng. Bangun sepagi mungkin supaya siap untuk nyegat jajan gonceng, karena telat sedikit, jajan goncengnya sudah habis.”

Itulah kenangan yang tertancap di memori Jombang City Guide tentang Jajan Gonceng yang setiap hari lewat di depan rumah saat kami masih sekolah dasar dulu. Berhubung masih sekolah dan siapapun paham betapa ruwetnya suasana pagi sebelum berangkat, jadi kesempatan nyegat jajan gonceng itu hanya bisa dilakukan di Ahad pagi.


Jajan Gonceng, begitulah kami menyebutnya, adalah kue-kue yang dijajakan setiap pagi dalam sebuah rengkek yang biasanya diletakkan di belakang sepeda atau sepeda motor yang dikendarai oleh bapak-bapak penjualnya. Berhubung diletakkan di belakang sepedanya, sehingga seakan dibonceng oleh penjualnya, sehingga kami menyebutnya Jajan Gonceng.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...