Jumat, 10 Mei 2019

Taman Kututan : Keindahan Tersembunyi di Tengah Hutan


Tak disangka, di persimpangan jalan setapak menuju dua air terjun, terdapat taman yang begitu indah. Taman Kututan namanya, yang letaknya tersembunyi di dalam area hutan di Wonosalam. Bunga-bunga hutan menghiasi lokasi, pengunjung juga dimanjakan dengan jembatan dan ayunan di atas sungai yang jernih.


Jadi, taman ini sebenarnya merupakan bagian dari Taman Hutan Raya R.Soerjo regional Wonosalam Selatan Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang  yang bersebelahan dengan tepi Kediri.

Kamis, 09 Mei 2019

Kebun Binatang Mini di Villa Desa Pondok Jati


Mirip berada di sebuah kebun binatang mini adalah kesan pertama saat memasuki Villa Ponti. Destinasi ini cukup menarik dimana sebuah areal peristirahatan desa yang nyaman dan asri khas Wonosalam dikemas bersamaan dengan memelihara banyak hewan lokal dari pegunungan Anjasmoro.


Villa Pondok Jati atau lebih dikenal dengan Villa Ponti-dari singkatannya-, merupakan villa sederhana yang memang beberapa bagiannya dibangun dari kayu jati. Nuansa kayu memang menjadi salah satu bahan penyusun villa untuk memberikan kesan rumah kayu ala pedesaan yang nyaman.

Jumat, 03 Mei 2019

Es Krim Delyka : Nikmatnya Es Krim Citarasa Buah Lokal Wonosalam


Jalan-jalan ke Wonosalam memang tak melulu tamasya menikmati aneka destinasi alamnya, tapi juga wajib mencicipi aneka kulinernya. Sebagai kawasan yang subur, warga Wonosalam seakan diberkahi dengan aneka hasil bumi yang melimpah. Memang, Wonosalam identik dengan duriannya, tapi kopi, manggis, salak dan buah naga juga menjadi ‘kuda hitam’ yang diburu para wisatawan yang berkunjung ke Lereng Anjasmoro.


Makan durian telah jelas masuk jadwal, minum kopi ekselsa juga patut dicoba, belanja aneka buah-buahan dari para petani sudah pasti. Minum susu segar dari peternakan maupun seruput susu sehat nikmat, oke. Makan aneka olahan durian, boleh juga. Lalu kalau menikmati segarnya es krim buah asli dari pegunungan Anjasmoro??? Sudah pernah???

Kamis, 02 Mei 2019

Bahasa nJombangan : Potret Dialek Jawa Timuran Yang Khas dan Moderat dari Kota Santri


Bicara tentang bahasa nJombangan tentunya harus memperhatikan letak geografis Kota Santri ini terlebih dahulu. Jombang berada di Jawa Timur yang mayoritas penduduknya berbahasa Jawa dan masih dipertahankan hingga kini. Meski sama-sama berbahasa Jawa, namun bahasa Jawa yang digunakan penduduk Jawa Timur dan Jawa Tengah-Jogjakarta mungkin agak sedikit berbeda. Uniknya, meski berbeda namun keduanya bisa saling mengerti satu sama lain saat bercakap-cakap.

Bahasa Jawa sendiri, memiliki banyak tingkatan untuk pemilihan kata tergantung lawan bicara. Sebut saja Ngoko, Krama, dan Krama Inggil. Tentunya, sebagai manusia Jawa-ensis pastinya sudah paham benar bahwa Ngoko merupakan level terendah dan Krama Inggil adalah tingkatan tertinggi. Umumnya Ngoko digunakan untuk berbicara dengan kawan seumuran, Krama digunakan untuk bicara dengan orang yang lebih tua, dan Krama Inggil untuk komunikasi dengan raja, pejabat, nigrat maupun dalam momen kehormatan yang sangat resmi.

Rabu, 01 Mei 2019

Tamasya Tambangan Perahu Naga : Wisata Penyeberangan Sungai dan Spot Senja Paling Mempesona Seantero Jombang


Perahu berhias kepala naga, kerap digunakan dalam kompetisi balap kano di banyak tempat di Indonesia. Kota-kota seperti Kutai Kartanegara, Surabaya dan banyak kota di Sumatera sering menggelar festival perahu naga tahunan sebagai bagian dari event rutin kotanya. Jombang memang tak punya kompetisi yang demikian untuk meramaikan Sungai Brantas. Namun Jombang punya wahana transportasi tradisional berupa rakit yang biasa digunakan oleh para penduduk untuk menyeberangi Sungai Brantas yang uniknya : perahunya berhias kepala naga.

 

Wahana transportasi tradisional ini merupakan perahu yang digunakan untuk menyeberangi Sungai Brantas. Kedua dermaga menghubungkan antara Megaluh dan Gebang Bunder, Plandaan. Berfungsi sebagai semacam kapal feri versi tradisional, transportasi ini sering disebut tambang oleh penduduk setempat. Meski tradisional, beberapa penyedia jasa ini menghiasi kapalnya dengan hiasan kepala naga layaknya sebuah Yoni. Jadi, kegiatan nambang serasa seperti sebuah tamasya! Hehehhehe….

Senin, 08 April 2019

De Durian Park : Wujud Nyata Wisata Kebun Durian Wonosalam


Tahun 2019, cikal bakal wisata kebun durian Wonosalam mulai menggeliat. De Durian Park namanya. Destinasi di lahan berupa perbukitan dan lembah ini akan menjadi pelopor kebun durian yang bisa menjadi jujugan bagi wisatawan di Wonosalam. Meski masih ditarget rampung September 2019, destinasi anyar ini sudah banyak didatangi pengunjung yang penasaran dengan wisata kebun durian pertama di Wonosalam.


De Durian Park bertempat di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Tak usah khawatir dengan akses lokasi karena jalan sudah beraspal dan searah dengan rute menuju Pos Cak Kancil untuk pendakian Puncak Cemorosewu di ujung jalan Dusun Segunung.

Jumat, 05 April 2019

Petik Langsung Sayur Segar di Wisata Kampung Hidroponik Mojowarno


Berawal dari bencana badai yang merusak ratusan rumah warga di Desa Karanglo tahun lalu, akhirnya pemerintah Kabupaten Jombang dengan sigap menurunkan bantuan. Dari sinilah kemudian dilakukan inovasi dengan budidaya tanaman hidroponik yang digagas pertama kali oleh seorang warga yang berhasil menggunakan metode ini dalam aktivitas bercocok tanamnya.


Budidaya tanaman hidroponik ini kemudian diikuti oleh beberapa warga desa lain sehingga membuat Camat Mojowarno berani menetapkan Dusun KarangLo, Desa KedungLo sebagai kampung hidroponik pertama di Jombang kebanggaan Mojowarno. Dari keberhasilan inilah, akhirnya Wisata Kampung Hidroponik tercetus kemudian diresmikan di akhir November 2018 oleh Bupati Jombang terpilih.

Selasa, 02 April 2019

Wisata Tur dan Edukasi ke Kampung Peternakan Sapi Perah Galengdowo


Rupanya, ada sebuah destinasi yang edukatif bagi anak-anak yang cocok untuk kunjungan keluarga. Wisata Kampung Peternakan Sapi Perah Galengdowo, memang belum banyak didengar karena minimnya pemasaran, tapi menyimpan potensi untuk menjadi destinasi menarik di Jombang. Kampung sapi perah ini sudah ada sejak tahun 90an, tapi belum banyak dieksplorasi sebagai tempat wisata.


Wisata Sapi Perah Galengdowo berada dalam naungan BUMDES Loh Jinawi Galengdowo yang bekerja sama dengan kelompok peternak sapi setempat. Wisata sapi perah ini seperti sebuah kampung susu sapi segar yang penduduknya banyak bekerja sebagai peternak sapi perah. Total ada sekitar 50 ekor sapi yang dinaungi oleh bumdes yang kemudian bertugas menampung susu perah.

Senin, 01 April 2019

Kebo Kicak Sang Minotaur


Tokoh Besut rupanya tak sendiri sebagai maskot Kota Santri. Adalah Kebo Kicak, sosok tokoh utama dalam legenda Kebo Kicak Karang Kejambon yang mendampingi Besut. Bila Besut merupakan tokoh dalam panggung seni pementasan, Kebo Kicak merupakan sosok legendaris yang dikenal dari pertarungannya bersama Surontanu dan Kebo Ireng.



Membaca kisah tentang Kebo Kicak tak akan ada habisnya karena ada begitu banyak versi. Mulai ulasan yang sudah dikemas dalam sebuah buku, kisah-kisah yang mengiringinya, maupun ribuan artikel kopasan yang tak terhitung jumlahnya. Mau nulis ulang kok lalar gawe. Tiap ingin mencari sudut lain dari kisah ini, selalu bertemu dengan tulisan yang sama persis, asal kopas yang seringnya tak mencantumkan nama penulis aslinya. Jadi rasanya tak perlulah Jombang City Guide ikut-ikutan kopas di sini.


Selasa, 19 Maret 2019

Mengagumi Kemegahan UNDAR di Tengah Kemelut


Begitu jelas dalam ingatan, suasana perkuliahan yang sangat ramai saat masa jaya-jayanya. Kampus yang asri, bangunan yang megah. Miriplah dengan suasana kampus bergengsi pada umumnya. Mahasiswa ada dimana-mana, sibuk dengan berbagai kegiatan dan tugasnya. Berlalu-lalang, hilir mudik kesana kemari.


Bisa dikatakan, Jombang City Guide juga 'warga' UNDAR, meski tak pernah menempuh pendidikan di perguruan tinggi kebanggan Jombang itu. Dulunya, Jombang City Guide masuk taman kanak-kanak di samping UNDAR. Hampir setiap Jumat, para guru mengajak para krucilnya untuk berjalan-jalan pagi di sekitar sekolah.

Kamis, 07 Maret 2019

Partisipasi Manik-Manik Kaca Jombang dalam Koleksi Terbaru Rancangan Irna Mutiara



Secara ajaib berkat ridho Allah, Jombang City Guide punya kesempatan untuk bersua langsung dengan Bu Irna Mutiara dan Bu Hannie Hananto, dua perancang busana kenamaan di tanah air yang namanya sudah bergaung di panggung busana internasional.


Saat berjumpa pertama kali dengan kedua desainer kondang
Sebagai manusia dengan ide brilian dalam dunia mode, tentunya para perancang busana ternama ini sangat tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan pernik-pernik dan aksesoris. Kebetulan, Jombang adalah produsen manik-manik kaca yang unik dan bisa dijadikan penunjang karya-karya fesyen kedua desainer.


Singkat cerita, Jombang City Guide berhasil mengantar Bu Irna Mutiara untuk kunjungan kilatnya ke Sentra Manik-Manik Kaca Jombang dan melihat langsung proses produksi monte-monte dari beling kebanggaan Kota Santri.

Rabu, 06 Maret 2019

Menggiurkan, Durian Bakar Cantik ala Rumah Durian Bu Sulami


Terkenal sebagai kawasan penghasil Si Raja Buah, di Wonosalam makin marak aneka olahan durian sebagai bagian dari wisata kuliner di Lereng Anjasmoro. Sebut saja Jus Durian, Bakso Durian, Nasi Sambal Durian, Sup Durian, bahkan Durian Bakar. Nama terakhir ini mulai digemari wisatawan, selain karena rasanya yang unik, penampilannya yang cantik dan menjadi bentuk sensasi baru dari melahap buah durian.


Para penggila durian tentunya bertanya-tanya tentang kudapan satu ini. Bagaimana rasanya durian yang dibakar? Enak ‘kah? Dari penuturan orang-orang yang telah mencobanya, durian bakar punya rasa yang lebih manis dan creamy. Iya ‘kah?

Senin, 04 Maret 2019

Mencoba Wahana Air di Agrowisata Air Sumber Celeng Bulurejo


Kota Santri memang tidak memiliki destinasi pantai maupun rafting karena tidak berada di pesisir pulau. Meski bukan kota pesisir, kini Jombang punya destinasi keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan warga Kota Santri akan wisata bertema air : Agrowisata Air Sumber Celeng Bulurejo.


Terletak di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sumber Celeng termasuk destinasi baru di Kota Santri. Selain berkonsep wisata air, nantinya destinasi ini akan diprospek untuk destinasi edukasi dan agrowisata. Jadi, mungkin Jombang City Guide lebih suka menyebutnya dengan Agrowisata Air Sumber Celeng Bulurejo.

Jumat, 01 Maret 2019

Mabuk Duren di Toko Durian Bu Sulami


Musim durian tiba, wisatawan penggila Si Raja Buah merajalela di Lereng Anjasmoro untuk berburu Si Buah Berduri khas Wonosalam. Hampir seluruh sudut Wonosalam ramai karena para wisatawan ingin menikmati Si Buah Berduri langsung di lokasinya. Kampung Durian Wonosalam yang ada di Desa Sumber yang memiliki densitas penjual Raja Buah lebih padat dibanding lokasi lain menjadi yang paling ramai saat musim durian berlangsung.


Sepanjang jalan, banyak penjual durian lokal yang memajang dagangannya. Selama musim Durian bahkan banyak penjual dadakan yang menggelar tikar di pinggir jalan untuk ngiming-ngimingi wisatawan. Duriannya seakan ngawe-ngawe setiap pengendara yang lewat. Seperti sebuah pelet, yang menarik setiap pengunjung yang sudah ngiler jadi makin ndrodos untuk mampir dan menikmati durian segar dengan garansi belah di tempat.

Minggu, 10 Februari 2019

Ragam Kelir Kolak Ketan Durian Khas Wonosalam



Kuliner pedesaan khas Lereng Anjasmoro memang sedang naik daun dan makin lama makin digemari wisatawan. Adalah nasi jagung dan kolak ketan durian yang menjadi primadona, dimana hampir semua warung makan di Wonosalam menawarkan menu tersebut dalam deretan hidangannya. Kuliner Kolak Ketan Durian bahkan menjadi buruan utama di kalangan para pelancong.

Kolak Ketan dan Nasi Jagung
Sup Santan Durian sebenarnya juga bukan hal baru di Wonosalam. Sumber daya durian yang melimpah memungkinkan masyarakat Wonosalam berinovasi menciptakan variasi menu untuk membuat makanan yang menarik para pelancong. Bahkan di musim durian, selain banyak penjual durian dadakan, tak jarang pula mereka juga menyajikan kolak ketan durian dalam lapaknya.

Sabtu, 09 Februari 2019

Batik Colet : Orisinalitas Batik nJombangan Berpadu Corak Batik Profesi Spesial

Ada yang menarik dari motif batik yang dibuat oleh rumah Batik Colet Jatipelem : Corak batik nJombangannya bisa direquest sesuai permintaan dan disesuaikan dengan profesi pemesan. Hmm.... maksudnya???


Batik Colet merupakan salah satu pengrajin batik tulis di Jombang yang menggunakan metode colet atau tolet dalam pewarnaannya. Entah bahasa Indonesianya apa, tapi colet dalam istilah Jawanya yaitu ditutulno atau ditul-tulno ke bagian yang diinginkan. Ibaratnya sama dengan makan tahu solet. Apakah tahunya disobek atau tak disobek, tapi tetap dicocolkan ke bumbu petis. Aahhhh.... henyaaakkk.... Lho kok malah ngiler tahu petis ya???

Kamis, 07 Februari 2019

Wisata LeMbah Ginten : Bareng Punya!


Belum banyak yang tahu, bahwa Bareng punya destinasi wisata yang lumayan untuk refreshing keluarga. LeMbah Ginten namanya, yang berkonsep kolam renang di sebuah lembah yang penuh dengan taman bunga dan kebun buah. Selain untuk bersantai, destinasi ini cocok juga untuk lokasi selfie.



Buah yang diblongsong

Kebun
Lumayanlah, dapat foto-foto apik daripada jauh-jauh naik ke Wonosalam dan berdesakan di Bale Tani karena saking ramainya. Konsep LeMbah Ginten, hampir serupa dengan Kampoeng Durian yang ada di Mojoagung. Tapi dengan pemandangan lembah yang lebih asri tentunya.
Tak ada salahnya bila dari Bale Tani lalu andok di Warung Rica-Rica Bu Suhar kemudian mampir ke LeMbah Ginten untuk berfoto selfie, karena ketiga lokasi ini berada dalam satu jalur dan satu kecamatan.

Minggu, 03 Februari 2019

Pesona Alam Lembah Winden : Persembahan Wisata dari Sumber Gogor


Lembah Winden, satu lagi destinasi wisata di Wonosalam dari regional Sumber Gogor. Terletak di Sumber Gogor, Lembah Winden memang merupakan destinasi wisata yang erat kaitannya dengan mata air Sumber Gogor yang mengalirkan air ke Sungai Gogor.


Pesona Alam Lembah Winden menawarkan wisata berupa keindahan lembah yang dipenuhi taman hijau dan asri dengan kolam renang yang airnya langsung dari aliran Sumber Gogor yang berada tak jauh dari destinasi ini.

Sabtu, 02 Februari 2019

Penasaran dengan Griya Kawitan, Destinasi Apik Yang Masih Tertutup Untuk Umum


Sebuah destinasi baru akan dibuka di Wonosalam. Dilengkapi kolam renang, pendopo dan joglo, Griya Kawitan yang mengusung nuansa Jawa-Mojopahitan mengingatkan kita pada Kampoeng Djawi yang sebelumnya sudah merajai Wonosalam sebagai jujugan idaman wisatawan di Lereng Anjasmoro.

Jumat, 01 Februari 2019

Refreshing Keluarga ke Wisata Alam Jurang Pethung


Satu lagi destinasi anyar yang bisa menjadi jujugan baru saat ke Wonosalam. Jurang Pethung, dibuka sekitar tahun baru 2019 yang menawarkan wisata jernihnya Sungai Gogor. Lokasinya berada tak jauh dari Pasar Buah Wonosalam yang ada di Dusun Sumber (Tengah), Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Teknisnya, Jurang Pethung berada di pinggirang Kali Gogor yang mengalir di belakang Pasar Buah Sumber.

Kejernihan Kali Gogor

Di sepanjang Jalan Arjuno sekitar Pasar Buah Wonosalam, sudah banyak spanduk dan bannner yang tertempel di tiang dan pohon, yang menandakan lokasi Wisata Jurang Pethung. Tampak ada banner di depan pasar Wonosalam, dan beberapa banner di gang masuk lokasi.

Rabu, 09 Januari 2019

Bermain Bersama Kelinci dan Serunya Mengejar Lele di Wisata Sumber Bulu Wonosalam


Momentum tahun baru 2019 dimanfaatkan Wonosalam untuk ‘merilis’ destinasi wisata terbarunya. Salah satu destinasi itu adalah Wisata Sumber Bulu Wonosalam, yang menyajikan pemandangan lembah dengan keasrian taman dan wahana taman kelinci serta tangkap lele.


Ceruk pegunungan ini kemudian dinamai Sumber Bulu, sesuai lokasinya yang terdapat air mengalir dari bawah pohon Bulu. Di bawahnya ada sungai kecil yang mengalirkan air jernih. Air itu kemudian dialirkan ke kolam dan beberapa dibuat pancuran. Airnya begitu dingin dan segar. Bikin nyandu ingin cuci muka terus.

Minggu, 06 Januari 2019

Rica-Rica Mentok Bu Suhar Yang Pedas Membara


Rica-rica memang masakan khas Manado, tapi warga Jombang juga bisa menikmati hidangan dari Sulawesi Utara yang nikmat di Warung Rica-Rica Mentok Bu Suhar di Desa Tebel, Kecamatan Bareng. Rica-Rica Mentok Bu Suhar, rupanya sudah menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner Jombang karena citarasa bumbunya yang nikmat pedas membara.


Buka sejak 2010, Rica-Rica Mentok Bu Suhar awalnya tak bertempat di lokasi yang sekarang. Dulunya pun tak menjual ayam rica-rica, tapi berupa warung biasa yang menjual nasi lalapan pada umumnya. Warung yang namanya menggunakan nama almarhum suami Bu Suhar ini sebelumnya ada di samping pabrik yang tak jauh dari lokasi kini. Jika dihitung, depot yang baru ini baru ditempati tujuh bulan semenjak pindah total dari dekat pabrik.

Sabtu, 05 Januari 2019

Durian Simas : Si Oranye Yang Rendah Kolesterol



Durian Simas, satu lagi durian istimewa dari Wonosalam dengan warna jingganya yang sangat menawan. Warna oranyenya begitu mencolok, mengingatkan kita dengan kostum Oranje tim nasional sepakbola Belanda. Berbeda halnya dengan Durian Bido maupun Durian Montong yang berwarna pucat, daging buah Durian Simas terlihat begitu manis karena warnanya begitu menggoda. Siapapun yang melihatnya pasti langsung membayangkan rasa manis legitnya.

Sangat menggiurkan

Jumat, 04 Januari 2019

Gua Jepang Galengdowo


Gua Jepang di Alas Gedangan Mojoagung, rupanya tak sendiri sebagai ‘lorong’ di lereng gunung Anjasmoro. Ada satu lagi gua peninggalan tentara Jepang di Jombang yang berada di daerah Wonosalam Selatan. dan mungkin masih banyak lainnya yang masih menanti ditemukan. Gua Jepang ini ada di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam regional selatan yang kerap disebut kawasan Argowayang.

Kamis, 03 Januari 2019

'Pentas Wayang' Gunung mArgowayang


Gunung Argowayang adalah salah satu bagian dari gugusan pegunungan Anjasmoro di sisi Wonosalam Selatan. Kawasan ini terbentang dari Desa Jarak, Desa Wonomerto dan Desa Galengdowo. Selain itu, gunung ini juga masuk daerah Pujon-Malang dan sedikit wilayah Kandangan-Kediri.

Gunung ini sebenarnya bernama Margowayang, yang lalu kemudian berkembang menjadi Argowayang. Nama Argowayang, berasal dari kata Argo dan Wayang. Argo artinya gunung dan wayang merupakan ‘boneka’ pementasan siluet yang kerap identik dengan budaya Jawa.

Nama wayang tersemat di gunung ini karena ketika fajar menyingsing dan mentari terbit dari timur, cahaya sinar matahari menembus atas deretan gunung yang berjajar rapi lalu menciptakan keelokan siluet layaknya sebuah pementasan wayang.

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...