Sabtu, 08 April 2017

Soto Dhog Pasar Senggol : Waspadai Gebrakannya


Bisa dikatakan Jombang adalah Kota Santri Gudangnya Soto Daging yang nikmatnya tiada tara. Selain citarasa unggulan, gebrakan botolnya yang bikin jantungan, tapi ngangenin.  Soto Dhog adalah makanan khas Jombang, dimana pemerintah memang sedang mengagendakan rancangan penetapan Soto Dhog sebagai makanan khas Kota Santri, di samping parade makanan khas Jombang lainnya seperti Lodeh Kikil Mojosongo dan aneka olahan Durian Bido endemik Wonosalam.


Sahabat Jombang City Guide dari Kota Tahu sebelah, mengakui bahwa Soto Jombang adalah primadona diantara para soto regional Jawa Timur. Seakan-akan semua soto yang dijual di Jombang, bahkan Soto Ayam sekalipun, rasanya merata : superior.


Salah satu soto dhog yang sudah senior dan menjadi langganan Bapak Bupati kita tercinta yaitu Pak Nyono Suharli Wihandoko adalah Soto Dhog Pasar Senggol yang bertempat di Jalan Melati. Bila Bu Tjaturina Yuliastuti, sering andok di Soto Ayam Gang Buntu, maka Pak Nyono pernah terlihat di Soto Dhog Pasar Senggol.

Bupati Jombang
Bapak Nyono Suharli Wihandoko

Pak Bupati Nyono datang dan andok dengan pengamanan maksimal anggota kepolisian yang mengamankan lokasi sehingga sempat membuat Pasar Senggol agak tertutup.


Soto Dhog Pasar Senggol ini pertama kali buka sekitar tahun 1970-an. Jombang City Guide masih ingat saat diajak andok Bapak setiap sore di sini. Saat itu tahun 1990-an dan kami masih kecil.




Satu yang tak berubah dari Soto Dhog ini adalah gebrakan botol kecapnya yang begitu menggelegar. Di saat gerbrakan para penjual Soto Dhog lain di Jombang mulai melemah karena dimakan usia, atau penerusnya enggan menggebrag terlalu keras, berbeda dengan Soto Dhog Pasar Senggol. Soto daging yang digawangi oleh Cak Slamet ini tetap menggelegar, dan Jombang City Guide, yang sudah lama tak mampir kesini juga masih tetap njumbul tersentak kaget karena gebrakannya. Masih sama kagetnya seperti saat kami kemari ketika kecil.

Botol kecap Sebagai Sarana Gebrak

Dan usilnya, Pak Penjualnya malah ketiwi-ketiwi saat kami makan dan njumbul saking kagetnya. Xiixixixixi……….

Malah Ketiwi-Ketiwi

Soto ini masih sama seperti dulu, sama juga dengan soto daging lain di Jombang yang menjual soto dengan opsi aneka lauk jerohan yang bisa ditambahkan dalam mangkuk soto. Dijual seharga sepuluh ribu rupiah tiap mangkoknya. Apabila kita kurang puas dengan lauk dagingnyam kita bisa menambahkan beberapa ribu rupiah bila kita ingin variasi lauk.


Jajaran Teh Hangat ala Si ikin juga masih tertata rapi, disajikan untuk para andokers sehingga mereka tak perlu lagi memesan minuman karena sudah tinggal ambil di meja saji.

Teh Si Ikin

Seperti ciri khas Soto Dhog pada umumnya pula, wakul nasi dibungkus dengan kain putih seperti pocong, yang juga terlihat di setiap warung Soto Dhog Stadion, Soto Dhog Pahlawan, dan Soto Dhog Kuali Ringin Conthong.


Sesekali Pak penjual menyumet rokoknya tanpa khawatir bayi yang dibawa Jombang City Guide kelagepen. Begitu pula Pak Kru Penyiap Minuman, maupun pengunjung lain. Asap rokok yang membahana di sini mungkin tidak ramah bagi kami yang anti-rokok, sehingga lebih baik segera hengkang atau berjalan-jalan di Pasar Senggol untuk mencari udara segar.


Beberapa orang biasanya menyempatkan membeli aneka kebutuhan sandang yang dijual di Pasar Senggol yang berada di sepanjang Jalan Melati, kawasan yang sama dengan Soto Dhog ini.

Jalan Melati Jombang

Soto ini buka setiap hari, libur saat ada pesanan. Ada dua shift soto di sini. Shift pagi buka mulai pukul 08.00 WIB. Shift sore buka pukul 15.00 WIB. Masih satu dinasti, meski kualinya beda. Sehingga tidak usah kuatir tentang citarasa karena resepnya sama.




Ayo-ayo andokers semua, mosok kalah sama Pak Nyono yang langganan di sini??? Kapan mampir juga ke sini???


Soto Dhog Pasar Senggol by Cak Slamet
Jl. Melati, Jombang
Di samping Toko Kaca Hasil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...