Selasa, 08 November 2016

Arca Durga Candi aRimbi : Krodha Indikasi Tantrayana


Seperti tempat wisata pada umumnya, Candi Arimbi banyak dikunjungi para pelancong yang melintas dari dan ke Wonosalam. Jadi biasanya, setelah berwisata ke Wonosalam, pengunjung mampir ke Candi Arimbi sebagai tambahan destinasi. Wajarlah karena lokasinya memang berada di salah satu jalur utama rute Wonosalam.

Relung-relung candi kerap diisi arca, yang berhubungan dengan dewa yang sosoknya dicandikan dalam arca. 

Dalam ekspedisi tersebut, tak sengaja Wallace menemukan bangunan kuno eksotis yang tersisa tinggal separuh badannya. . Bangunan candi seperti teriris secara vertikal sehingga pengunjung bisa berdiri bidang datar di bagian selatan candi. 

Candi Arimbi berada di lereng salah satu sisi Pegunungan Anjasmoro. Ditemukan kembali pertama kali oleh Alfred Russel Wallace yang sedang berkunjung ke lereng pegunungan yang salah olehnya salah disebutkan namanya. Tuan ilmuwan dari Inggris itu sedang melakukan ekspedisi untuk pengumpulan spesimen hewan yang ada. Saat didokumentasikan pertama kalinya, Candi Rimbi kondisinya sudah runtuh sebagian seperti keadaannya sekarang. Berdiri tegak separuh bagiannya,

Tubuh candi arimbi diperkirakan ramping dan lebih kecil dari bagian kakinya. 

Terdapat beberapa arca yang ditemukan di lokasi, termasuk Arca Dewi Parwati yang dipercaya sebagai arca utama candi ini. Umumnya, dalam sebuah candi terdapat beberapa arca yang biasanya diletakkan dalam tiap relung candi berikut patung utama sebagai sosok yang dicandikan di bangunan cagar budaya.

Candi Rimbi memberikan banyak inspirasi bagi warga setempat. Selain sebagai destinasi wisata sejarah juga sebagai salah satu ikon budaya Jombang. Motif sulur yang terpahat di salah satu pecahan candi yang sengaja diletakkan di seberang tangga masuk candi dijadikan motif batik kebanggaan Jombang. Pengambilan inspirasi motif tersebut didapat dari kampung halaman Bupati Jombang yang kala itu menggagas pembuatan batik nJombangan yang juga berasal dari Bareng, kecamatan yang sama dengan lokasi Candi Arimbi berada.

Adalah Batik Sekarjati dari Jatipelem yang menciptakan batik khas Jombang yang dinamai Batik Tribuana. Dinamakan Tribuana karena identik dengan sosok Tribuana Tunggadewi yang diduga kuat sebagai sosok yang dicandikan di sini. Selain itu, Tribuana merupakan ibunda Hayam Wuruk yang berperan penting dalam membidani kejayaan wilwatikta.

Motif bunga yang berbentuk sulur itu, mengingatkan pada bentuk tuba falopi yang merupakan rahim perempuan. Dari rahim perempuan yang dicandikan di sini pula, Hayam Wuruk lahir sebagai raja paling masyhur dari Majapahit. Menariknya, motif khas era Majapahit itu juga mirip sekali dengan pahatan yang ada di cerat Yoni Gambar di Sedah, Japanan, Mojowarno.






































































































































1 komentar:

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...