Minggu, 08 Maret 2020

Taman Kanigoro : Cantiknya Kebun Bunga Matahari Jombang


Sebuah kebun benih bunga matahari kini sedang mekar-mekarnya. Kebun Bunga yang sebenarnya dibuat untuk dijual benihnya itu, menjadi destinasi wisata baru Jombang dari bagian utara brantas. Hamparan kebun bunga matahari seluas lebih dari 150 meter persegi ini sukses mempesona para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.


Berada di Jalan Kebun Bunga Matahari, Dusun Bulurejo, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, ladang bunga kuning cantik ini menjadi jujugan baru pemburu foto apik. Sayangnya lokasinya agak nyuplik masuk ke dalam, bukan di pinggir jalan utama desa. Meski demikian, akses jalan sudah lumayan dengan medan beton. Jalan Bunga Matahari yang menuju lokasi berupa aspal yang sudah lumayan protol, tapi masih bisa dilalui kendaraan roda empat.


Bila sudah sampai di papan penunjuk jalan dengan nama sekilas mirip singkatan boyband korea

Memasuki Desa Kepuhrejo, ada banyak penanda jalan yang dibuat oleh peserta KKN yang pernah singgah di sini. Bila sudah sampai di papan penunjuk jalan dengan nama sekilas mirip singkatan boyband korea seperti ini, lokasi Kebun Bunga Matahari Jombang sudah dekat. 
Lokasinya berada di ladang yang ada di belakang rumah warga, dimana pengunjung mungkin harus sedikit memasuki gang untuk mencapai kebun bunga matahari cantik ini.

Lokasi kebunnya di belakang rumah ini

Mblusuk ke gang ini dulu

Lahan terbagi dua, yang bagian timur tampaknya sudah banyak yang tumbuh dan mekar, sedangkan ladang sisi barat masih kosong. Tampaknya, sisi barat yang masih kosong ini juga akan ditanami bunga matahari namun masih menunggu gilirannya saja. Meski hanya sebagian hamparan ladang yang ditanami bunga lambang keceriaan di ladang ini, tak meruntuhkan keindahannya sehingga foto-foto yang dihasilkan tetap mempesona.

Satunya masih kosong

Sejatinya, destinasi ini berupa kebun bunga matahari biasa, yang nantinya akan diambil benih dari hasil kebunnya. Nantinya, benih itu dijual pada pengusaha asal kota tetangga yang siap menadah hasil kebun setiap saat. Kedepannya, kebun bunga matahari ini akan diprospek untuk menghasilkan minyak nabati.

Hamparan bunga matahari bermekaran

Awalnya Akroma Hadi mendapatkan 20 bibit tanaman bunga matahari dari Taman Dewari Jawa Tengah untuk mengusir hama di ladang orang tuanya yang kosong. Memang, bunga matahari punya banyak manfaat seperti mengusir hama seperti wereng dan sundep. Selain itu juga bisa meningkatkan kualitas tanaman padi sehingga dapat mendongkrak produktivitas sawah penduduk setempat.


Kemudian Si Penggagas Kebun ini mendapat kabar dari komunitas tanaman buah dalam pot bahwa ada seorang warga Nganjuk yang mencari biji bunga matahari. Karena belum punya banyak biji, sehingga benih yang Akroma Hadi punya itu pun ditanam supaya menghasilkan lebih banyak. Warga Nganjuk tersebut kemudian memesan biji bunga matahari itu sebanyak dua kilogram. Dari hasil yang seadanya itu kemudian dikirim ke Nganjuk lalu pembeli tersebut kembali memesan dalam jumlah banyak.

Awalnya untuk pembibitan


Harga jual biji bunga matahari dibanderol dalam kisaran Rp.32ribu hingga Rp.35ribu dalam kuantitas besar. Namun dalam partai kecil seperti eceran dengan penjualan online, harga bisa mencapai Rp.80ribu per kilogramnya. Dengan luas lahan yang dimiliki Akroma Hadi, dia bisa mendulang sekitar satu kuintal dalam sekali panen, sedangkan bunga matahari bisa tumbuh dengan cepat sehingga bisa dilakukan beberapa kali panen.

Kalau dilihat dari dwekattt, bagian tengahnya itu sebenarnya merupakan kumpulan bunga kuuuecil2

Biaya perawatan kebun berkisar Rp.500ribu sedangkan tenaga pengerjaannya masih dilakukan sendiri. Bila dihitung secara keseluruhan biaya perawatan plus tenaga pribadi, maka didapat kalkulasi sebesar Rp.1juta. Bunga matahari memang dikenal sebagai salah satu tanaman dengan daya tumbuh pesat sehingga bisa berkembang menjulang dalam waktu beberapa bulan saja. Jadi bila masa panen berhasil dilakukan beberapa kali dalam setahun, bisa dihitung berapa keuntungan yang didapat mahasiswa Budidaya Perairan UNAIR ini.


Meski Bunga Matahari merupakan salah satu tanaman dengan daya tumbuh tinggi, perawatannya agak sulit. Kawasan Kudu sebenarnya bukan daerah yang cocok untuk budidaya bunga matahari. Namun berkat ketekunan dan proses belajar yang berkelanjutan, budidaya berhasil dilakukan.

Hasil ketekunan

Selama lebih dari seratus hari dari penanaman dan masa budidaya, melihat indahnya hamparan bunga yang mekar membuat Akroma Hadi, Sang Inisiator Kebun dan putra pemilik lahan kemudian punya ide untuk membukanya sebagai destinasi wisata. Dengan dibukanya kebun bunga matahari ini untuk publik, sehingga destinasi ini bisa menjadi potensi wisata baru di daerahnya.


Mbak, senyummu merusak keindahan bunganya tauk!

Kebetulan, Jombang belum punya destinasi wisata kebun bunga matahari sehingga ide ini disambut meriah oleh warga Jombang terutama muda-mudi pemburu foto. Tak disangka, viralnya keindahan kebun ini bahkan menggoda penduduk kota tetangga untuk mengunjunginya. Tak mengherankan bila nantinya ada sebuah harapan Kebun Bunga Matahari ini bisa menjadi ikon dari kawasan utara Brantas sebagai salah satu wisata kebun-kebunan di Jombang setelah tragedi layunya Taman Sayur Banjarsari.


Sunflowers Garden
Papan nama bertuliskan Sunflowers Garden Jombang menjadi pengenal bahwa kebun bunga matahari ini menjadi destinasi wisata baru bagi warga Jombang dan sekitarnya. Beberapa papan bertuliskan kalimat-kalimat lucu pun dipasang, dengan nuansa hijau dan merah khas Jombang. Pengunjung bahkan bisa menggunakannya untuk wahana foto gratis sepuasnya, asal rela bergantian dengan pengunjung lainnya yang mengantri.

Rame yaaa

Ngomongnya panjaaaang


Meski menjadi jujugan baru yang diburu wisatawan ‘domestik’, namun mahasiswa UNAIR ini tak mengambil aji mumpung dari ‘bisnis’ barunya ini. Pengunjung tak dikenai tiket masuk, tapi hanya mengganti biaya parkir sebesar lima ribu rupiah untuk penempatan kendaraan yang diparkir di halaman rumahnya tak jauh dari kebun. Kendaraan pun ditata rapi sendiri oleh mahasiswa semester enam jurusan Akuakultur ini sambil sesekali mengawasi kebun bersama ayahandanya.

Akroma Hadi


Bunga matahari yang ditanam di kebun ini berwarna kuning dengan jenis lokal, yang punya ciri-ciri tanamannya memiliki banyak bunga yang mekar dalam satu batang. Sedangkan bunga matahari yang dijadikan kwaci bukan yang jenis lokal, dengan ciri-ciri hanya punya satu bunga dalam satu batang pohonnya yang ukuran bunganya jauh lebih besar dibanding bunga lokal. Dari ukuran besarnya bunga itulah, akhirnya benih bunga bisa dijadikan kwaci.

Ada lebah mampir

Menghadap kemana aja sih

Hamparan kebun bunga matahari yang sedang mekar-mekarnya ini sepertinya bisa menunjukkan bahwa bunga matahari memang tak semuanya menghadap matahari seperti dalam teori di buku pelajaran SD. Hanya sekitar 60%nya yang menghadap matahari, sisanya menghadap ke sisi lain.


Sebuah fakta menarik lainnya dari bunga matahari menyatakan bahwa bila tak terlihat matahari, maka sesama bunga matahari wajahnya akan saling menghadap untuk saling mengisi energi satu sama lain. Berhubung Jombang City Guide datang saat siang dengan langit biru bermandikan sinar mentari, sehingga bukan saat yang tepat untuk membuktikan teori ini.


Beli bibitnya di rumah itu

Di Kebun ini, selain menikmati indahnya hamparan bunga matahari yang bermekaran, pengunjung juga bisa membeli bibit bunga matahari untuk ditanam di rumah. Tentunya pembelian dilakukan di kediaman pemilik kebun yang ada di seberang ladang dengan menghubungi Mas Akroma Hadi atau keluarganya.

Ibu pemilik lahan : Ibuknya Mas Akroma Hadi

Rumah yang punya kebun

Rencana kedepannya, destinasi ini akan dijadikan wahana wisata edukasi yang bisa memberikan manfaat bagi pengunjungnya. Selain sebagai penarik wisatawan ke kawasan ini, juga memberikan tambahan ilmu tentang budidaya dan seluk beluk bunga matahari. Tahun depan akan diproyeksikan edukasi berupa penyediaan polybag bagi pengunjung untuk kegiatan belajar menanam bunga matahari berikut perawatannya.




Sementara hanya ada lahan parkir yang terbatas di halaman rumahnya, berikut kursi kayu di ladang untuk pengunjung yang ingin berteduh. Masih banyak yang perlu dibenahi seperti aneka fasilitas bagi pengunjung. Kedepannya mungkin akan ditambahkan seperti konsumsi pengunjung, toilet dan kelengkapan lainnya seperti gazebo maupun spot foto. Tak lupa pula papan penunjuk jalan yang pastinya akan memudahkan pengunjung untuk mencapai kawasan yang menjadi bagian dari lereng Gunung Pucangan.


Bila semuanya lancar, rencananya Akroma Hadi akan melakukan ekstensifikasi berupa perluasan kebun sekitar tiga kali lipat dari luas yang dimilikinya kini sehingga bisa memperbesar kapasitas. Selain untuk menghasilkan biji lebih banyak, juga untuk pengembahan wahana wisata yang dirintisnya.


Lokasi yang berada di pelosok utara Brantas ini tak menyurutkan pengunjung untuk hadir. Meski agak kesulitan menemukannya, namun lokasi ini ternyata sudah tertera di gmaps dengan kata kunci Wisata Kebun Bunga Matahari Jombang. Bagi yang tak paham medan dan tak mengikuti arahan gmaps, biasanya akan terjadi kerancuran dengan nama dusun yang mirip dengan destinasi wisata lain seperti Wisata Sumber Bulu yang juga ada di Bulurejo versi Diwek.



Wisata Kebun Bunga Matahari Jombang ini juga tak jauh dengan destinasi lainnya di utara Brantas. Ada Waduk Jegreg Embung Kepuhrejo yang masih dalam kawasan satu desa. Sendang Made juga tak jauh dan masih bertetangga desa. Sedangkan wisata sejarah lainnya berupa Prasasti Sumber Gurit dan Prasasti Kusambyan juga berada dalam radius yang tak terlalu jauh dari lokasi.

Kebun Bunga Matahari Jombang


Bahkan bila melalui rute Jembatan Ploso belok kanan, mungkin juga akan melewati Kampung Tempe Jatigedong yang khas. Kawasan produksi tempe berbungkus daun jati ini juga bisa jadi ‘wisata’ belanja untuk oleh-oleh dari kawasan utara Brantas. Sehingga dari sekali rute, wisatawan bisa punya beberapa destinasi yang bisa dikunjungi.

Aku gak jomblo, gak seksi pula. Gimana ini??


Waktu yang disarankan untuk berkunjung ke Kebun Bunga Matahari Jombang ini adalah pagi hari sebelum matahari mulai terik atau sore hari. Bila ingin datang pagi hari, ada baiknya harus dipersiapkan dari awal karena makan waktu di perjalanan. Dari persiapan itu, ketika sampai di sana sinar matahari masih belum menyengat jadi foto yang dihasilkan juga lebih cantik termasuk bisa menikmati keindahan hamparan bunga matahari tanpa khawatir gosong. Hehehhe....

Panas paaaaak, ayo pulaaaaang 😟

Apabila sudah tiba ketika sinar mentari mulai terik, ada baiknya membawa bekal payung, topi maupun sunblock bila diperlukan. Soale pwanas puolllll. Karena tak ada tempat berteduh sama sekali kecuali kursi kayu yang disediakan, itu pun kadang bisa penuh akibat bergantian dengan pengunjung lainnya.

Terbatas

Gantian

Bila ingin mengambil kunjungan saat sore hari, pastikan cuaca bersahabat. Musim hujan kadang membuat lahan jadi jembrot. Lagipula tak seru juga kan ketika mengambil gambar kebun di tengah hujan? Kecuali memang niat cari efek basahnya sih ya.

Menyusuri pematang ladang

Mecucu

Sayangnya, seperti kebun pada umumnya, Kebun Bunga Matahari Jombang ini juga punya siklus hidup yang sama dengan tanaman lainnya. Ada masa tanam, tumbuh, mekar dan panen. Sehingga pengunjung yang datang mungkin harus tiba di lokasi di saat yang tepat sedang mekar-mekarnya supaya tak ketinggalan menikmati keindahannya.


Kapan mampir ke Kebun Bunga Matahari Jombang? Age-age selak dipanen lho yaa....

 
Kebun Bunga Matahari
Jalan Bunga Matahari
Dusun Bulurejo, Desa Kepuhrejo
Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang
 

1 komentar:

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...