Kamis, 04 Agustus 2016

Samsi Madu : Sentra Madu Murni Hasil Peternakan Lebah



Madu Samsi, adalah madu hasil peternakan lebah yang berasal dari Hutan Wonosalam. Lebah-lebah spesies jumbo diternakkan, lalu digembalakan ke daerah yang sedang musim bunga. 


Semua jenis lebah bisa diternakkan dan digembalakan, termasuk lebah lokal Wonosalam. Namun Samsi Madu menggunakan lebah spesies jumbo berjenis Avis melivera karena memiliki kantong abdomen yang lebih besar dari lebah madu lokal, sehingga bisa membawa nektar madu lebih banyak. Selain itu jenis Avis melivera berkarakter jinak dan kerjanya lebih giat, sehingga produktivitasnya lebih tinggi dan menghasilkan madu lebih banyak.

Pak Samsi
Adalah Pak Samsiran, seorang tenaga pengajar asli Magetan yang bergelut dengan makhluk yang menjadi nama salah satu surat dalam Al-Quran ini. Dulunya, Jombang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Banyak guru didatangkan dari berbagai kota dan Pak Samsi adalah salah satu dari rombongan guru pendatang tersebut. Karena mendapat penempatan di Wonosalam, akhirnya terdamparlah Pak Samsi ini di Jombang.


Sejak tahun 1984, Pak Samsi mengajar di Jombang. Sebagai tenaga pengajar, tentunya hidup dalam perantauan tidak mudah. Setelah pulang mengajar, kebosanan melanda Sang Guru hingga akhirnya muncul ide untuk berternak lebah, mengingat potensi Wonosalam sebagai kawasan hutan yang subur.


Bagi kebanyakan orang, lebah dianggap cukup berbahaya karena sengatannya. Namun bagi Pak Samsi, lebah kini adalah kawan baiknya. Meski awalnya tidak mudah, namun dengan pengalaman dan ketekunannya teknik berternak lebah kini menjadi keahlian sampingannya. Dari inisiatifnya mengisi waktu luang inilah, Pak Samsi mendapat banyak pengalaman dan tambahan penghasilan.

Rumah Madu Samsi milik Pak Samsiran

Bertempat di Desa Sambirejo, di sebuah rumah yang sejuk dengan tembok segi enam ala sarang lebah dan berseberangan dengan masjid, Pak Samsi membuka ‘showroomnya’. Di Rumah Madu Samsi ini, para pengunjung bisa membeli madu-madu hasil ternak Pak Samsi dengan berbagai varian rasa bunga dengan harga agen. Varian ini terbagi berdasarkan hasil penggembalaan lebah di satu area bunga apa yang sedang mekar di lokasi di mana madu itu diternakkan.

Dinding ala Sarang Lebah


Ternak Madu Samsi dilakukan tidak hanya di Jombang, tapi di berbagai kota dimana sedang musim bunga. Salah satu tempatnya ada di Megaluh-Karangdagangan. Jadi lebah-lebah itu dikirim ke berbagai kota, dipindahkan mengikuti kemana musim bunga mekar. Lebah-lebah itu ditempatkan dalam satu kotak dimana tiap kotak terdiri dari satu koloni yang dipimpin seekor ratu.

Sekotak Koloni

Koloni ini dikirim ke berbagai daerah yang sedang bermekaran bunga setempat, sehingga nektarnya bisa diambil oleh lebah. Pengiriman menggunakan jasa kereta api Herona Express supaya bisa langsung sampai.

Kotak-Kotak Koloni Lebah di Megaluh-Karang Dagangan
Sebelum berangkat, malamnya kotak madu yang sudah berisi sarang lebah ditutup lubangnya supaya lebah tidak berterbangan. Esoknya ketika sampai di habitat baru, lubang dibuka dan lebah sudah langsung berkelana mencari madu sendiri.

Si Gadis Ambon

Setelah lebah-lebah menghasilkan madu di sarangnya, kemudian dilakukan proses panen dan langsung ditempatkan ke dalam botol untuk siap dijual. Botol yang digunakan untuk kemasan adalah botol berbahan kaca sehingga bisa menghindari paparan bahan kimia non-BPA yang terkandung dalam plastik. Ini dilakukan untuk menjamin kualitas madu yang benar-benar murni, karena madu Samsi adalah madu tanpa zat aditif, pewarna, pengawet, pemanis, maupun zat tambahan lainnya.


Awas Dek, itu botol beling. Jangan disepak lho yaa...

Madu Samsi dijamin asli langsung dari peternakan. Sedangkan proses panen ini bisa kita lihat di video Panen Madu Unggulan atau melihatnya langsung ketika penggembalaan dilakukan di wilayah Jombang seperti ketika Panen Madu di Megaluh-Karang Dagangan.




Sebagai madu murni, tentunya Madu samsi juga mengandung nektar bunga dan ada tambahan berupa Bee Polen dan Royal Jelly. Varian madu super juga tersedia di Madu Samsi. Madu Super ini adalah varian yang mengandung tepung sari bunga yang terbawa oleh lebah saat ‘mengunduh’ nektar dan makanan khusus ratu lebah.

Madu Super

Kebetulan, ternak lebah yang sedang dilakukan ada di Kota Pati sehingga Jombang City Guide tidak bisa melihat langsung peternakannya. Mungkin nantinya saat penggembalaan dilakukan di Megaluh, Jombang City Guide akan melihat langsung prosesnya. Tak perlu kecewa karena kita tetap bisa melihat lebah lokal yang diternakkan Pak Samsi di seberang rumah Madu Samsi.

Di seberang Samsi Honey House



Di sebuah kotak kecil tempat lebah bersarang, Pak Samsi mencoba menunjukkan pada Jombang City Guide bentuk rumah lebah lokal ternakannya. Lebah lokal ternakan pak samsi ini berukuran lebih kecil daripada koloni lebah yang dikirim ke berbagai kota.

Pak Samsi mencoba memperlihatkan koloni lebah lokalnya

Lebah lokal ini yang akan mengambil madu dari nektar bunga yang sedang bermekaran di Wonosalam. Kebetulan bunga yang sedang mekar adalah bunga kopi, sehingga madu yang dihasilkan adalah madu kopi dan biasanya akan ada sedikit rasa kopi di dalamnya.

Hiii takut yaa

Konsepnya, madu yang digembalakan di sebuah daerah satu dengan yang lain memiliki rasa yang berbeda. Misalnya, madu hasil penggembalaan di daerah yang banyak tumbuh pohon durian, maka rasa madunya akan berbeda dengan lebah yang digembalakan di daerah yang banyak tanaman kelengkeng.


Mengingat pohon kopi yang tumbuh di Wonosalam kebanyakan adalah jenis kopi ekselsa yang identik dengan aroma nangka, bisa jadi madu kopi Pak Samsi ini punya rasa nangka di dalamnya. Jombang City Guide nyoba beli satu. Hehhehe……



Harga tergantung ukuran besar kecilnya botol, dan varians madu. Maksudnya, bila madu mengandung tambahan berupa Bee Polen dan Royal Jelly maka dikategorikan madu super dan harganya diatas madu varians biasa yang murni.




Ternyata Madu Samsi tersedia dalam beberapa jenis kemasan. Ada lima varians ukuran yaitu :
1.     1.  Kemasan Botol Jumbo
Kemasan ini merupakan kemasan paling besar dimana botol jumbo ini terbuat dari botol kaca seperti botol-botol yang duipakai pennjual bensin eceran.


2.      Kemasan Botol Besar
Botol yang digunakan untuk kemasan botol besar adalah botol kaca yang biasa digunakan untuk botol sirup. Kemasan inilah yang biasanya paling populer dijadikan oleh-oleh.



3.      Kemasan Botol Tanggung
Ukuran botol kemasan tanggung ini memang lebih kecil dari botol sirup tapi lebih besar dari botol sedang. Biasanya orang yang merasa kemasan botol besar agak kebesaran dan merasa botol sedang terlalu kecil, maka akan memilih kemasan botol tanggung ini. Botol kemasan tanggung ini sekilas seperti terbuat dari plastik, padahal sebenarnya sama dengan yang lainnya yang terbuat dari kaca.



4.      Kemasan Botol Sedang
Botol sedang ini seukuran kemasan botol-botol yang digunakan untuk minyak oles. Botol kemasan sedang ini terbuat dari kaca.



5.      Kemasan Botol Kecil
Ini adalah kemasan botol kecil yang terbuat dari kaca, yang ukurannya seperti botol minuman vitamin C cair yang dijual di pasaran.




Madu-madu yang berada dalam kemasan ini tersedia dalam aneka ragam rasa seperti  randu, mangga, kaliandra, kelengkeng, kopi, kangkung, rambutan, dan durian. Rasa dan warna madu bisa bermacam-macam, tergantung nektar bunga yang sedang mekar yang diserap oleh lebah madu. Pengunjung juga bisa mencicipi madu ini dari tester yang sudah disediakan Pak Samsi dan keluarganya.

Madu Bunga Mangga
Beda rasa juga bisa menjadikannya beda warna

Beberapa pengunjung juga merupakan distributor resmi Madu Samsi Wonosalam ini. Bila tak ingin jauh-jauh untuk mendapatkan madu Wonosalam ini, kita bisa datang ke distributor Madu Samsi yang sudah banyak di berbagai kota termasuk di Jombang. Salah satunya di Depot Rawon Rosobo, Mojoagung.



Madu Samsi ini sudah melebarkan sayapnya hingga ke luar pulau. Madu-madu dengan berbagai rasa dan aneka ukuran sudah dikirim Pak Samsi menuju lokasi para resellernya. Rintisan usaha peternakan madu ini adalah usaha yang mendatangkan keuntungan yang akhirnya bertahan hingga kini.


Madu hasil peternakan Pak Samsi ini bisa dijadikan oleh-oleh bagi kerabat, terutama madu 'rasa' kopi yang memang hasil penggembalaan di hutan Wonosalam. Madu Murni, asli Wonosalam. Tertarik mencobanya?? Atau mau dijadikan obat??? Monggo Madu Samsinya...


“Dari Perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan” Q.S. An-Nahl:69




Samsi Madu
Jalan Kelud, Desa Sambirejo, Wonosalam
Pak Samsiran : 081 2319 7923 - 08 2234567 492
www.madujombang.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...