Sabtu, 09 Februari 2013

Seroja Straat




Pasar Tradisional di pusat Kota Jombang, berada di Jalan Seroja yang ada sejajar dengan Jalan A. Yani. Meski masih kalah jam terbang dengan Pasar Keputran di Surabaya yang buka 24 jam, namun pasar Jombang bisa menjadi jujugan bagi para wisatawan mancanegara dengan selera aneh yang benar-benar ingin mengetahui Indonesian Traditional Style, Jombang Truly Condition.




Buah, sayur, peralatan rumah tangga, sembako, dan berbagai barang dijual disini. Ramai kendaraan bergabung dengan deretan penjual yang menjajakan dagangannya. Diantaranya ada yang sibuk, ada yang hanya duduk, maupun masih kebingungan karena berbagai hal.





Dulunya, Jalan Seroja ini adalah jalan dimana stasiun kota Jombang berada. Kini karena ada perpindahan stasiun ke Jomplangan Jalan Wahid Hasyim dan Hasyim Asyari, akhirnya Stasiun kota ini dinonaktifkan. Bekas rel sudah ditanah di dalam tanah, sehingga sudah tidak bisa lagi dipergunakan sebagai mainan lori untuk anak-anak.





Tak berbeda dengan pasar tradisional lainnya yang becek, penjual yang memenuhi pinggir jalan dan membuat pengendara susah lewat, pasar yang penuh dengan sampah bertebaran karena dibuang sembarangan dan aroma khas pasar yang benar-benar ‘ASLI INDONESIA’. Hmm.... sangat memalukan sebenarnya, namun itulah cerminan pasar-pasar di Indonesia. Kapan kita bisa punya pasar bersih dan nyaman dikunjungi ya?



Disini pun, bertempat Warung Tahu Bumbu Mak Saromah yang legendaris itu. Namun seperti biasa, di sudut pasar di pinggir Jalan Seroja, sempat tertangkap momen-momen yang sangat biasa, namun mencerminkan Indonesia yang sebenar-benarnya.



Sebenarnya ini apa ya...... kok ada 'BANDAR'nya..


Dimulai dari diri sendiri, wujudkan Indonesia JAUH lebih maju.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...