Kamis, 08 Maret 2018

Telaga Gondang : Danau Kepluk Ranukumbolonya Jombang

RanuQumbolo : Ranukumbolonya Jombang

Agrowisata PDP Panglungan punya pesona lain berupa telaga yang dianggap sebagai Ranukumbolonya Jombang, yaitu Sumber Air Gondang. Telaga Gondang sendiri, oleh warga sekitar sering disebut Danau Kepluk. Telaga Gondang adalah bagian dari Kebun Rayanya Jombang di Agrowisata PDP Panglungan, selain koleksi di Taman Kehati Wonosalam dan potensi budidaya Kebun Buah Naga.


Ranu Gondang merupakan danau terbesar di Wonosalam. Telaga Gondang merupakan sebuah mata air yang dibendung membentuk sebuah telaga. Jadi sebenarnya Danau Kepluk ini lebih tepat disebut waduk.


Akan tetapi nama Waduk Gondang, mungkin agak rancu ketika kita mengetikkannya di search engine mbah google. Ini disebabkan adanya lokasi dengan nama yang sama di Lamongan dan Karanganyar. Sehingga Jombang City Guide lebih suka menyebutnya dengan Telaga Gondang, karena ukurannya yang tak sebesar danau dan membedakan dengan waduk di dua kota di atas.

Sumber Air Gondang

Sumber Air Gondang, dinamakan Gondang mungkin karena lokasinya yang berada di dekat dengan Dusun Gondang. Lokasinya memang berada di dalam wilayah Agrowisata PDP Panglungan, yang terletak di Dusun Sumberjo, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang Kota Santri yang BERIMAN.

Papan nama Sumber Air Gondang

Untuk menuju telaga ini, kita harus masuk lokasi Agrowisata Panglungan, dan menyusuri jalan masuknya. Kemudian di kanan jalan kita akan menemukan papan nama Sumber Air Gondang. Di dekat sebelum tempat berdirinya papan nama itu ada sebuah gazebo yang bisa digunakan untuk istirahat, piknik, bersantai beristirahat maupun berteduh.

Gazebo dan Dandelion Jowo

Dari Gazebo itu ada jalan setapak yang dikelilingi rerumputan, yang menuju langsung ke telaga. Dari bukit jalan setapak, dari kejauhan kita bisa melihat langsung telaga yang dikelilingi oleh pepohonan. Bila telaga yang tersembunyi di balik rimbun pepopohan sudah terlihat, tandanya waduk sudah dekat.


Selain telaga yang asri, kita juga bisa menikmati hamparan rerumputan dan pepohonan yang membingkai tepian telaga. Bila diambil dari sudut yang tepat, telaga ini tampak seperti danau yang begitu indah, mirip Ranukumbolo yang ada di Lumajang. *menghibur diri*


Telaga terbesar di Wonosalam ini sepi pengunjung, meski saat weekend. Jadi saat singgah di sini, serasa ada di telaga pribadi. Hanya ada beberapa pengunjung seperti warga sekitar yang lewat atau sekedar memancing. Bila berkemah di sini, terutama saat langit malam musim panas yang cerah, kita bisa melihat hamparan bintang di langit dengan berhias kabut susu galaksi Bimasakti.

Memancing di RanuQumbolo

Kita bisa berpiknik di tepi telaga sambil memandangi hijaunya panorama alam. Beberapa pengunjung yang beruntung saat berkunjung di cuaca cerah bisa menyaksikan megahnya puncak Gunung Anjasmoro sebagai background telaga. Bisa juga sambil memancing ikan di telaga. Menurut bapak-bapak yang memancing ini, ikan yang didapat biasanya ada mujair dan sejenisnya.

RanuQumbolo

Dulunya di tepian telaga ini banyak semacam ‘halte’ yang bisa digunakan untuk duduk dan memandangi telaga dari tepiannya. Namun kini keberadaan halte-halte tersebut sudah tidak diketahui lagi.

Hujan rintik-rintik

Sebagai bagian dari kebun raya, banyak pepohonan di dalamnya. Mirip seperti hutan, sehingga apabila cuaca tak terlalu panas, tak jarang saat kita sedang piknik tiba-tiba turun hujan ala guyuran hutan hujan tropis. Hujannya rintik-rintik dan awet sehingga cocok rasanya bila sudah membawa bekal durian yang dibeli di depan pintu masuk dan menikmatinya di gazebo.

Menikmati Durian Wonosalam

Sumber Air Gondang merupakan salah satu dari mata air naungan proyek Brantas dan KEPUH berupa perlindungan mata air yang kiprahnya sudah banyak diliput di Mongabay dan Kick Andy. Perlindungan ini dilakukan mengingat status mata air di Wonosalam yang makin kritis.


Ada puluhan mata air di Wonosalam dan Waduk Gondang adalah salah satu mata air yang masih tersisa. Semua mata air yang tersebar di Sembilan desa di Wonosalam seluruhnya mengalir melalui kali Jarak dan bermuara di Sungai Brantas.

Penebangan hutan secara liar dan penjarahan kayu hutan Wonosalam di era kisruh reformasi membuat mata air di Wonosalam makin sedikit dan banyak yang hilang. Hutan yang gundul dan pengerukan batu alam dan pasir gunung menyebabkan banjir bandang di kota tetangga Mojokerto, yang juga berdampak pada wilayah lereng pegunungan Anjasmoro.


Potensi Telaga Gondang di Agrowisata PDP Panglungan sebagai jujugan wisata juga mungkin perlu ditingkatkan lagi dengan aneka lini yang harus diperbaiki lagi. Terbukti saluran air sekitar telaga kurang diperhatikan pengelola dan dibiarkan rusak. Jembatan penghubung bukit dan tepian telaga dibiarkan tak terawat, padahal di bawahnya adalah tempat untuk mengatur aliran pembuangan air dari waduk.


Selain itu tidak terurusnya waduk membuat telaga ini tampak keruh dan ada lumut yang menutupi permukaannya. Mungkin ini pula yang membuat airnya surut dan keruh hingga tak lagi menampakkan keindahannya.

Air Keruh : Lumut memenuhi permukaan

Sebagai warga yang sangat mencintai kotanya, rasanya sayang sekali potensi yang dibiarkan mangkrak begitu saja. Begitu ironis di tengah maraknya kemunculan jujugan agrowisata lain di Jombang yang bahkan mempesona para wisatawan dari kota tetangga.


Kebun Raya-nya Jombang yang dilengkapi Ranukumbolo ala Wonosalam ini buka mengikuti jadwal Agrowisata PDP Panglungan. Buka pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 14.00 WIB. Tutupnya tak terlalu sore karena biasanya gate akan ditutup karena petugasnya sudah pulang.  Buka setiap Senin hingga Sabtu, dan tutup di hari Ahad. Bila kita ingin menikmati akhir pekan di sini, masih bisa berkunjung di hari Sabat. Jadi untuk merasakan ketenangan singgah di Danau Kepluk ini bisa memilih dalam rentang waktu tersebut.


Untuk masuk ke sini dan menikmati pemandangan, tidak dipungut biaya. Namun sebagai manusia yang bermartabat hendaknya kita tidak memetik buah sembarangan, apalagi tanpa izin petugas. Juga jangan merusak pohon, maupun membuang sampah sembarangan di lokasi dan dimanapun juga sebenarnya karena akan merusak kelestarian lingkungan.

Memancing di air keruh

Pesonanya memang jelas kalah jauh dibandingkan Ranukumbolo aslinya, tapi sebagai warga Jombang yang doyan wisata tipis-tipis, berkunjung ke Telaga Gondang tak kalah senangnya. Karena Jombang City Guide benar-benar paham rasanya menjadi warga Jombang yang sudah terlalu haus akan destinasi wisata, dan tak semuanya bisa untuk pergi jauh berwisata ke kota tetangga.

Bagaimana, kalau kita sebut Danau Kepluk ini RanuQumbolo saja??? Xixixixix..............

Entah masalah klise seperti dana atau sejenisnya, pengelola yang disini adalah pemerintah daerah hendaknya lebih sadar bahwa lokasi ini tidak hanya sebagai tempat untuk bumi perkemahan saja, tapi juga memiliki potensi yang begitu besar untuk dijadikan sebagai jujugan wisata keluarga yang meski gratis tapi harus tetap berkesan manis di benak pengunjungnya.



Telaga Gondang
Agrowisata Perusahaan Daerah Perkebunan Panglungan
Dusun Sumberjo, Desa Panglungan
Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Buka Hari Senin - Sabtu

Pukul 07.00 WIB - 14.00 WIB

Intinya jangan membuat kerusakan di muka bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...