Jumat, 09 Februari 2018

Harmoni Sungai dan Hutan di Wisata Bukit Embag





Wisata bukit Embag tergolong baru di Wonosalam. Wisata yang dibuka antara akhir 2017 dan awal 2018 ini menyajikan panorama hutan perpaduan antara jelajah perbukitan dan segarnya Sungai Embag. Wisata harmoni hutan dan sungai ini berada tepat di pusat Wonosalam yaitu di Dusun Wonosalam, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.





Seperti wisata pada umumnya, Wisata Bukit Embag dilengkapi dengan berbagai tempat duduk maupun spot foto kekinian yang diproyeksikan untuk segmentasi generasi milenial yang menggilai cekrik-cekrik upload.


Ayunan Bukit Embag

Bukit Embag

Wisata bukit Embag berada tak jauh dari pasar Wonosalam. Memang tak jauh, tapi yang jauh itu jalan kaki menuju ke lokasinya, karena Wisata Bukit Embag tidak berada di tepi jalan seperti tempat Wisata Bukit Pinus maupun Wisata Gua Jepang. Para wisatawan yang berkendara ke sini dengan roda empat, bisa memarkir mobilnya di depan Wonosalam Islamic Center yang berada di seberang gapura merah putih. Sedangkan lokasi parkir untuk kendaraan roda dua berada di samping pintu masuk, dekat dengan parkiran pondok pesantren.

Gapura Merah-Putih
Kleber

Jalan menurun
Spanduk penunjuk jalan
Dari Gapura Merah-Putih Tujuh Belas Agustus  kita turun menyusuri jalan kampung. Ada banyak penanda dan penunjuk lokasi sehingga memudahkan kita mencapainya. Kita harus berjalan menyusuri rumah warga untuk mencapai pintu masuk yang juga bagian dari loket.

Penanda arah

Menyusuri rumah warga

Jalan Kaki

Mendekati pintu masuk

Loket

'Loket'

Di loket tiket masuk yang nggak ada loketnya ini, tertera jam operasional Bukit Embag yang buka mulai pukul 07.00 hingga tutup pukul 17.00 WIB. Di Bawahnya juga ada keterangan berupa peringatan bagi semua pengunjung yang masuk ke lokasi dilarang membawa benda tajam, narkoba maupun miras.

Papan peringatan

Parkir Motor

Tiket masuk seharga selembar lima ribu rupiah per orang, yang dibayarkan di loket tiket masuk. Meski tidak ada karcis atau tiket khusus, namun di Wisata Bukit Embag tiket digantikan dengan satu minuman kemasan gratis bagi setiap pengunjung. Ini sebuah sinyal dimana minuman kemasan itu sudah melakukan perjanjian dengan pengelola dan menjadikan produknya sebagai sponsor.

Sponsor

Minumans Sponsor

Nama Bukit Embag, diambil dari nama sungai yang mengalirinya yaitu Sungai Embag. Saat mendengarnya, Jombang City Guide berpikir kapan ya ada sungai Emash. Pasti seru langsung buka pertambangan emas. Hehehhe…. *Ngarang*

Sungai Embag

Batu sudah dipindahkan

Sungai Embag, adalah favorit anak-anak. Mereka bisa bermain air di aliran yang cukup dangkal sambil mengapung dengan ban. Bagi yang tidak membawa ban sendiri dari rumah, bisa menyewa ban seharga selembar lima ribu rupiah di samping loket pintu masuk.

Persewaan ban



Batu sungai sepertinya sudah ditata dan dipindahkan, sehingga ada satu bagian sungai yang aman bagi anak-anak untuk bermain air, tanpa khawatir terkena atau terbentur bebatuan. Selain itu, ada bagian sungai yang dibatasi dengan karung sehingga menjadi semacam dam untuk menjaga air tetap penuh dan berfungsi sebagai benteng.


Bukit Pesantren

Tangga pesantren

Sungai Embag adalah pemisah antara bukit pesantren dan bukit embag beserta Umbrella Hillsnya. Jadi dengan melalui sebuah Jembatan Sungai Embag, kita bisa langsung menyusuri jalan setapak untuk menuju kedua bukit yang berdampingan.


Jembatan Sungai Embag

Jalan setapak kerikil


Warung Kalirejo

Jembatan Sungai Embag

Sesampainya di ujung jembatan, terdapat sebuah kedai yang menjual aneka camilan mulai dari gorengan, snack sampai buah durian. Kedai tersebut bernama Kalirejo yang dikelola pengurus atau warga setempat. Para orang tua yang menunggui anak-anaknya bermain air di Sungai Embag biasanya menunggu di sini sambil menikmati aneka camilan maupun makanan yang dijajakan di Warung Kelirejo.


Menunggu anak-anak bermain air



Namanya bukit, jalannya pasti menanjak. Syukurlah pengelola sudah menata bebatuan untuk dijadikan jalan setapak supaya track wisata ini tidak terlalu jembrot ketika dilalui. Sebagai manusia yang kelebihan berat badan, Jombang City Guide cukup ngos-ngosan juga karena harus mengambil jalan memutar.

Jalan Setapak Berbatu Kerikil 





Umbrella Hills tampak dari kejauhan dari view Bukit Embag

Sebagai wisata perbukitan, ada dua bukit utama di Wisata Bukit Embag. Yang pertama Bukit Embag, dan yang kedua Umbrella hills. Nama terakhir adalah pemberian Jombang City Guide karena banyaknya payung yang ditata berjajar sepanjang jalan sehingga karena saking banyaknya terlihat indah dari kejauhan. Seakan bukit-bukit itu memiliki daya tarik karena banyak payung disana.

Umbrella Hills dari kejauhan



Di Umbrella hills, selain banyak payung berwarna-warni, banyak juga spot foto berada di ketinggian, sehingga kita harus menaiki tangga yang cukup curam. Namun semua terbayar ketika menaiki spot foto di ketinggian karena pemandangan hutan yang teduh.


Nature Green

Ornamen Bambu


Tangga, jembatan, dan segala ornamen rumah pohon di Umbrella Hilss terbuat bambu, sama seperti di Bukit Embag. Bahkan Bukit Embag dan Umbrella Hills dihubungkan dengan jembatan bambu bernama Jembatan Cinta.







Jembatan Cinta

Di Bukit Embag juga banyak gazebo dan kursi yang terbuat dari bambu yang cocok untuk bersantai memandangi suasana. Terutama bagi yang kelelahan akibat jalan setapak perbukitan yang cukup menanjak, gazebo-gazebo ini sangat bermanfaat.

Lelah sampai ketiduran


Bersantai di Gazebo



Nama Bukit Embag tergantung tinggi di bukit ini, sehingga bisa tampak dari kejauhan. Beberapa ayunan juga ada di bukit ini. Ada pula ornamen nama Bukit Embag yang dibentuk seperti hati, yang juga berfungsi sebagai semacam 'papan nama' tempat wisata ini.


Bukit Embag sepertinya dulu merupakan bagian dari barongan yang dibabat kemudian disulap menjadi sebuah taman. Bambu sisa barongan digunakan untuk properti taman. Sisa pohon barongan dibelah dan banyak diantaranya dijadikan kursi yang berada di tengah rumpun pohon bambu.

Barongan

Jombang City Guide masih ingat legenda horor tentang barongan yang agak ngeri. Kalau misalnya duduk di tengah pohon bambu mungkin cukup mengerikan ya. Kuatir gak bisa pulang lebih dari sebulan karena kesambet.

Kok agak ngeri ya

Gubuk Gantung

Di Bukit Embag juga terdapat Gubuk Gantung yang dulunya sempat punya tarif Rp. 5000 untuk dua orang tiap penggunaannya. Karena lokasinya yang terlalu tinggi, sepertinya kini digratiskan. Entah gratis karena sedang hujan jadi nggak ada yang nunggu atau mungkin gratis betulan, Jombang City Guide belum paham. Yang pasti rombongan Jombang City Guide sempat naik dan nyantai-nyantai aja tuh nggak ada yang narik ongkos. Hehehhe….

Naik Gubuk Gantung

Aman-aman saja tuh

Lokasi Wisata Bukit Embag sebenarnya milik Perhutani dan bagian dari tanah pesantren Al-Azhar yang berada di bukit pesantren tepat di samping pintu masuk. Perhutani menghibahkan tanahnya ini pemerintah desa yang kemudian menyulapnya menjadi destinasi wisata baru di Wonosalam.


Nek kalem-kalem keri Mas!


Sedangkan tanah pondok, tetap digunakan dan menjadi bagian lokasi wisata sehingga tak jarang kita bisa menyaksikan para santri wara-wiri melakukan kegiatannya, atau merdunya kajian agama kumandang adzan dari masjid pesantren.

Pesantren Al-Azhar

Tentunya weekend adalah peak time lokasi ini. Meski demikian, wisata ini belum terlalu ramai. Konsentrasi pengunjung masih berada di Sungai Embag, sehingga suasana perbukitannya agak sunyi. Untuk memecah keheningan, pengelola menyalakan sound system sebesar gentong yang suaranya menyaingi corong masjid pesantren.

Sound System nggak banget

Sound System ini cukup untuk memekakkan telinga para pengunjung dengan musik dangdut koplo yang nggak banget. Bukannya nggak cinta Indonesia sih, kalau mau lagu ngebeat biar semarak kenapa gak nyetel lagu The Darkness aja sekalian…


Adik bayinya sampai bangun karena kaget dengan suara cumpleng

Umbrella Hills


Sungai Embag

Bagi yang akan nyemplung ke sungai, mungkin perlu membawa baju ganti sebagai serep karena akan kuyup akibat kegiatan basah-basahan. Di Wisata Bukit Embag juga Sudah ada warung dan toilet, termasuk tempat sholat di lokasi wisata ini, plus pesantrennya bagi yang tertarik untuk menuntut ilmu agama islam lebih dalam.


Toilet

Kebun Kopi

Bunga Kopi

Bila di Wisata bukit pinus kita mendapati kebun durian, di Agrowisata panglungan kita bisa melihat kebun buah naga, di Ekowisata banyumili kita bisa menemui kebun kakao, di Wisata bukit embag kita bisa berjumpa langsung dengan kebun kopi. Sayangnya saat Jombang city guide berkunjung, musim kopi sudah lewat sehingga buah kopi belum tampak termasuk bunganya.




Karena masih barunya lokasi ini banyak tanaman yang belum tumbuh. Tanaman hias yang ada di Wisata Bukit Embag mungkin belum terlalu rimbun sehingga pemandangan permukaan tanah tidak berkesan hijau. Mungkin perlu beberapa waktu lagi untuk memberikan kesempatan tanaman ini akan tumbuh, sembari menanti kinerja para pengurus untuk mempercantik lokasi wisata perbukitan ini.

Masih gersang

Belum Asri



Selain itu, Jombang City Guide berharap dengan sangat adanya kerjasama antara pengelola Wisata Bukit Embag dan tukang ojek setempat untuk adanya paket harga hemat maupun bundling tiket antara karcis dan ojek menuju lokasi yang masuk menyusuri kampung beserta ojek pulangnya. Sehingga para pengunjung tak kelelahan berjalan, teritama saat jalan pulang karena rute yang menanjak. Sebagai orang yang kelebihan berat badan, Jombang City Guide ide ini bisa terwujud 😜 .





Jadi mungkin lokasi ini masih bisa berkembang lagi. Semoga bisa makin baik ke depannya sehingga animo pengunjung untuk berwisata di Bukit Embag makin tinggi dan berkelanjutan. Kami sempat membuta video singkat tentang Bukit Embag ini, semoga bisa jadi gambaran mengenai wisata sungai dan perbukitan ini.

Simak Videonya di Youtube



Wisata Bukit Embag
Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Dekat Pasar Wonosalam
Buka setiap hari
pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...