Rabu, 02 Mei 2012

Jombang Yellow Autumn


Selain musim panen duren yang kemudian dihelat Kendurenan Fest, di Jombang juga ada satu musim lagi. Musim Gugur Bunga Kuning.


Seperti di kota-kota lain yang menanam pohon serupa, bila musim ini tiba, tiga jalan utama Jombang ; Jl. KH. Abdurrahmad Wahid (dulu Jl. Merdeka), Jl. Wahid Hasyim, Jl. A. Yani, akan tertutup kelopak kuning dari pohon kota yang berguguran.



Bila menghadap keatas, tampak kelopak bunga kuning kecil yang berguguran terbang terbawa angin. Akhirnya sepanjang jalan menjadi kuning karena bunga.



Namun yang perlu diwaspadai, bila kelopak bunga itu telah gugur, bisa membahayakan pengendara lalu lintas utamanya pengendara motor. Kelopak bunga yang gugur itu akan layu setelah kira-kira tiga hari. Sehingga darinya akan keluar ‘mbanyu’ yang bisa saja menimbulkan kelicinan di aspal.

Jika tidak segera disapu oleh petugas DKP, maka akan banyak pengendara motor yang terpeleset dengan sendirinya karena bunga kecil yang layu ini. *Pengalaman nyata pengamat kendaraan di Jl. Merdeka.




Keindahan gugur bunga ini hanya bisa disaksikan paling lama hanya dua minggu. Semoga para pengendara yang luka akibat terpeleset kelopak bunga segera sembuh, dan kita tetap bisa menikmati indahnya gugur bunga kuning ini dengan sebaik-baiknya, karena momen ini hanya bisa dirasakan sekali setahun.


Review lain mengenai gugur bunga di Jombang juga dibahas disini, dan disana. Wajarlah, event tahunan. Hehehehe....



2 komentar:

  1. sebenernya fenomena kayak gitu ngga cuma di Jombang kak, di kota lain yg ada pohon itu juga mengalami hal yang sama. Serperti kota Probolinggo, punya banyak pohon itu, dan kebetulan Probolinggo kan anginnya kenceng banget, jadi bisa gugur sebulan sekali. Cuma saya kurang tau itu namanya pohon apa. Mungkin ada yang tau? :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...