Senin, 03 Oktober 2016

Masjid Moeldoko : Gaya Turki Usmani, Suasana nJombangan


Masjid Moeldoko termasuk masjid baru di Jombang. Didirikan atas pendanaan sepenuhnya mantan Panglima TNI Jendral Moeldoko atas kecintaannya terhadap masa remajanya di Jombang. Meski bergaya mirip Turki Usmani, masjid ini tidak dinamai kearab-araban seperti nama masjid pada umumnya,. Masjid ini dinamai Masjid Moeldoko seperti nama Sang Jendral, yang pernah mencicipi jabatan tertinggi karir seorang prajurit di negeri ini.  Jendral Moeldoko menambah rentetan orang penting di Indonesia yang pernah mencicipi teduhnya suasana di Kota Santri.

Gaya Turki Usmani, Suasana nJombangan


Ya, Jendral Moeldoko memang lahir di Kediri, namun menghabiskan masa remajanya di Jombang. Dulunya beliau ikut tinggal bersama kakaknya di Kota Santri dan bersekolah di SMA 2 Jombang. Selama perjalanan dari Kediri ke Jombang, beliau selalu melewati rute ini ketika naik bus umum antarkota. Dari sinilah kenangan itu dibangkitkan beliau dengan mendirikan sebuah masjid yang juga berfungsi sebagai rest area untuk para musafir dalam perjalanan.



Masjid Moeldoko berdiri di tempat yang sangat strategis, karena berhadapan dengan pintu tol Jombang-Kertosono di Bandar Kedungmulyo. Karena strategis dan lahan parkirnya yang luas, masjid ini sering menjadi jujugan para musafir yang sedang melakukan perjalanan untuk melaksanakan sholat atau sekedar melepas penat. Selain itu, masjid ini juga terletak tak jauh dari sentra kuliner Pecel Lele Jombang yang sangat populer tahun ‘90an dan Agrowisata Taman Sayur Banjarsari.

Pintu Tol


Masjid Moeldoko ini diresmikan 1 Juni 2016 setelah dua tahun pembangunannya. Pasca diresmikan, masjid ini yang dibangun diatas tanah pemerintah daerah ini kemudian diwakafkan dan dikembalikan pengelolaannya pada PemKab Jombang. Dengan ukuran 30x30 meter persegi, masjid yang memang lokasinya dipilih  karena berada di titik tengah antara Jombang dan Kecamatan Purwoasro Kediri yang merupakan tempat kelahiran Jendral Moeldoko yang masing-masing berjarak 10 km.


Masjid yang kabarnya didirikan dengan dana lebih dari dua puluh lima milyar ini berada dalam kompleks Moeldoko Islamic Centre yang sebenarnya tidak berisi masjid saja.

Pusat Oleh-Oleh

TK Dharma Wanita Kayen

Dengan luas lahan mencapai 6.685m2 ada banyak bangunan dan kegiatan yang diselenggarakan di sini, seperti pusat oleh-oleh khas Jombang, gedung pertemuan, Kajian Minggu Pagi, TPQ, Madrasah Diniyah, TK Dharma Wanita Kayen, bahkan pesantren anak yatim di belakang masjid.


Pondok Pesanten Anak Yatim


Sementara ada 14 anak yatim yang diasuh di pondok pesantren yatim di Moledoko Islamic Centre ini, dan semuanya masih ditangani sendiri oleh Sang Jendral. Rencananya, semua anak akan disekolahkan hingga tingkat perguruan tinggi. Semoga Allah meridhoi dan memudahkan. Aamiin aamiin yaa Robbal Alamin.



Masjid ini terdiri dari dua lantai, yaitu lantai dasar dan lantai atas. Seluruh pelaksanaan sholat dilakukan di lantai atas. Sedangkan lantai dasar digunakan untuk tempat wudhu, dan kantor pengurus. Istimewanya, di lantai dasar juga disediakan ruang musafir yang bisa digunakan untuk para pengelana yang ingin beristirahat sejenak.


Ruangan Musafir ini berada di samping kantor dan dilengkapi dengan ranjang untuk tidur. Karena ruangan sedang ditutup, Jombang City Guide hanya bisa mengintip dari jendela. Tentunya perlu lapor pengurus dulu untuk meminta izin beristirahat di ruangan ini.


Lantai atas adalah tepat untuk sholat. Dengan desain yang dimiripkan dengan Masjid gaya Ottoman, masjid ini bisa menampung 1500 jamaah. Lampu hias besar menyala di bawah kubah masjid, menerangi seluruh jamaah yang sedang melaksanakan sholat, mirip seperti masjid-masjid di Instanbul.




Shaf pria dan bilik wanita dipisahkan oleh tirai pembatas biru. Dimana seperti pada umumnya masjid, bilik wanita memiliki porsi yang lebih kecil dibandingkan luasnya wilayah pria, dan terdapat lemari untuk mukena bagi jamaah perempuan yang tidak membawa rukuh sendiri.


Penanda Shaf dan Lemari Mukena


Pintu-pintu besar menghiasi masjid ini dan menjadikan tempat ini sering digunakan para jamaah untuk berfoto. Mereka tidak ingin ketinggalan untuk mengambil gambar karena bisa jadi jamaah ini merupakan musafir dari berbagai kota yang sedang melintas.

Berfoto Ria

Bernarsis Ria

Memang, jamaah datang dari beragam tempat karena kebetulan melintas dan beribadah, mengingat jalan raya kayen memang merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kediri dan Jombang, sehingga tak bisa dipungkiri lalu lintas begitu ramai terutama saat mudik lebaran dan hari libur panjang.

Persinggahan Musafir : Menikmati angin nggebes

Sayangnya hanya tempat wudhu dan kamar mandi saja yang kurang dari tempat ini. Meski sudah disediakan kamar mandi dan tempat wudhu yang banyak bahkan dari ornamen tembok yang bahannya sama dengan bahan lantai masjid, namun sistem pengairannya mungkin kurang diperhatikan.


Dari banyak kran, yang keluar air hanya sedikit meski saat sepi jamaah. Aliran air yang keluar masih kalah banter dari pipis Jombang City Guide. Xixixixi………….

Nggak keluar

Kelancaran air sangat rendah di sini sehingga ketika wudhu jamaah harus banyak bersabar dalam menggenapi wudhunya. Meski syarat syah air wudhu salah satunya dengan air mengalir, namun karena air yang kecil ini, akhirnya proses wudhu menjadi makin lama dan tidak efetif gilirannya. Situasi makin buruk saat jamaah datang dalam rombongan besar sehingga air yang keluar yang sudah kecil makin kecil.

Frustasi deh airnya keciiiil

Kondisi kran di kamar mandi juga tidak lebih baik. Banyak kran yang tidak menyala sehingga Jombang City Guide kebingungan bagaimana cara menyiram toilet. Meski toilet duduk masih bisa disiram dengan memutar tuasnya, tapi trus gimana cawiknya nih


Bagian Belakang Masjid

Meski demikian tetaplah masjid ini menjadi jujugan para musafir dan harus menjadi contoh teladan untuk masyarakat supaya tidak berhitung-hitung dalam beramal. Selain menjadi tempat sholat, Masjid Moeldoko juga bisa dijadikan destinasi wisata religi di Jombang.


Sang Jendral juga berharap masjid yang beliau bangun ini bermanfaat untuk masyarakat dan menjadi tempat untuk kegiatan yang positif. Diharapkan juga Masjid yang menambah deretan masjid megah di Jombang selain Masjid Agung Baitul Mukminin ini bisa menjadi inspirasi masyarakat dan generasi muda untuk membangun negri dan mengingat kampung halaman.


Seperti pesan dalam prasasti yang diletakkan di depan masjid, yang menyatakan bahwa siapapun harus meninggalkan jejak kebajikan, yang diwujudkan oleh Jendral Moeldoko dengan mendirikan masjid ini.


Masjid Moeldoko
Moeldoko Islamic Center
Jalan Raya Kayen Perak 61462

Gondangmanis, Bandar Kedungmulyo, Jombang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...