Senin, 04 Agustus 2014

Es Puter Pak Lasiman : Bertahan Dalam Perkembangan Zaman

Es Puter Pak Lasiman
Jombang seperti biasa, sedang berada di musim yang panas-panasnya. Seperti biasa pula setiap siang sejak 1970, Pak Lasiman, berjualan Es Puter mengelilingi kota santri Jombang BERIMAN. Dulunya, es puter dagangannya ini adalah peninggalan ayahnya, yang kemudian diwariskan padanya. Kini, meski sudah memiliki dua anak dan beberapa cucu, Pak Lasiman masih setia berjualan Es Puter khasnya ini.




Gelas Khas Es Puter Pak Lasiman

Es Puter Pak Lasiman ini sangat khas. Gelas yang digunakan adalah gelas antik tren retro jaman dulu. Gelas ini, klop dengan gantungan gelas yang ada di gerobak Es Puternya. Bentuknya ada yang membundar, ada pula yang agak persegi, dengan sudut tegasnya.

Butiran Mutiara

Es Puter Bertabur Nangka Dibubuhkan

Diberi Topping Susu Kental Manis Coklat!!!

Dengan harga tiga ribu rupiah saja, kita bisa menikmati es puter jadul ini di Jombang BERIMAN. Hmm..... Butiran mutiara dibubuhkan, di dasar gelas khas. Kemudian es puter yang mengandung potongan nangka kecil bertaburan di dalamnya, dibubuhkan diatas butiran mutiara. Kadang, saat menyantap es puter ini, kita juga bisa merasakan butiran mutiara ikut membeku terkena es, dan rasanya krenyes-krenyes...

"Pinten Pak???",
"Tigangewu mawon..."

Dibantu istrinya yang seorang penjual jamu, Pak Lasiman membuat sendiri es puter homemade-nya. Dengan gerobak sepedanya yang beliau kayuh tiap siang mulai pukul 13.00 WIB, Pak Lasiman yang aslinya orang Solo ini berjualan memutari kota Jombang, mulai rumahnya di daerah sawahan, Jl. Merdeka yang kini sudah berubah nama menjadi Jalan Gus Dur, hingga masuk ke jalan Tamtama ke perumahan Candi dan Perumda. Pak Lasiman baru akan pulang ke rumah bila es puternya sudah terjual habis, atau malam hari saat sudah lelah.

Dikerubungi Penggemar

Es puter yang rasanya merakyat, begitu jadul tapi masih tetap digemari. Terbukti saat Jombang City Guide membeli es puter ini, banyak pula satu demi satu pembeli lain yang meski usianya sudah bukan lagi menggilai es krim, kemudian ikut membeli es puter ini. Bahkan ada satu mobil sedan yang sengaja berhenti, yang penumpangnya khusus turun ikut menikmati es puter ini.

Pengendara Sedan Yang Sengaja Berhenti Untuk Menikmati Es Puter Pak Lasiman

Sayang, saat Jombang City Guide ingin menanyakan nomor telepon Pak Lasiman, beliau mengaku tidak memilikinya. Juga tidak bisa memakai ponsel. Sayang sekali ya, kalau lain kali sedang mengadakan acara yang ingin mendatangkan es puter, tidak bisa menelepon dan mungkin kita terpaksa harus sweeping siang hari untuk menemukan Pak Lasiman melintas.

Jombang City Guide masih benar-benar ingat, dulu masih banyak penjual es puter sejenis seperti milik Pak Lasiman ini bersliweran di Jombang. Namun kini, sepertinya sudah sangat jarang. Atau bahkan tinggal Pak Lasiman seorang!?!?!?!?!?

Pak Lasiman "The Ice Cream Man" dan Gerobak Sepedanya

Kedua anak Pak Lasiman yang kini bekerja di sebuah pabrik di Jakarta tidak ingin melanjutkan usaha ayahnya yang sudah bertahun-tahun menjadi Ice Cream Man. Bila tidak dipertahankan, bisa saja es puter bercita rasa khas wong cilik ini tergerus oleh perkembangan zaman.

Ayo, siapa yang suka dengan es puter ini???



Kalau suka, berarti bolone Jombang City Guide la’an! J

4 komentar:

  1. Tiga ewu mawon...
    Wah, mantap es puter Pak Lasiman :)

    BalasHapus
  2. Eh, ini lokasi es puternya tetap atau pindah2? kali aja nanti mampir ke jombang, mau beli :D

    BalasHapus
  3. Mohon cityguide tiap produk dicantumkan alamatnya untuk memudahkan Traveller..

    & Perlu adanya regenerasi baik dari keluarga ataupun masyarakat agar tidak punah :-D..
    Syukron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalahnya pak, bapak ini selalu ngider keliling.... dan nggak punya HP, jadi nggak bisa dihubungi. Jadi kalo pengen... mungkin harus nyegat di jalan gus dur (jalan merdeka) karena bapaknya ngiter di sekitar situ-situ sih.... hehehhehe

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...