Kamis, 07 Februari 2013

Amazing Green Ancient Yard : Believe Me, It's in Jombang!!!


Percayakah Anda, bahwa halaman yang menakjubkan ini
ternyata ada di Tengah Kota JOMBANG?!?!?!?!?!?







Mungkin di masa lampau Jl. Wahid Hasyim Jombang adalah Jalan Darmo-nya Surabaya, ini terbukti dengan banyaknya rumah besar nan kuno yang berjajar di sepanjang jalan, dengan halaman yang super luas. Alhamdulillah, pemerintah Kabupaten Jombang sudah lumayan memperhatikan pelestarian bangunan kuno sebagai cagar budaya.

Tidak seperti di Jalan Achmad Yani yang sebagian besar rumah kunonya sudah hilang tak berbekas… Padahal, bangunan-bangunan saksi sejarah kota jombang ini harus dijaga, tidak boleh diruntuhkan, termasuk rumah kuno di balik pagar tanaman yang ada di dekat Ringin Conthong. Rumah ini ternyata pernah dipakai sebagai guest house Pemerintah Kabupaten Jombang yang samar-samar terlihat di balik rimbun suburnya tanaman yang menjadi pagarnya.




Saya menghabiskan sebagian besar masa kanak-kanak saya di sekitar Ringin Conthong, dan selalu memimpikan masuk (atau bahkan memiliki) rumah tersebut. Rumah itu adalah gambaran ideal sebuah rumah kuno bagi saya. Saya Sungguh penasaran….



Desember 2012, sebelah rumah itu dibuka karena Sate Gule Ringin Conthong yang fenomenal itu pindah ke sebeah depan dan dipermak lokasinya menjadi bernuansa lebih kuno. Tempat itu sedang melakukan renovasi besar-besaran… dan…. ada jalan masuk ke rumah impian(ku) itu!!!!


Kami yang sedang membeli satu gule pun masuk celingak-celinguk disitu karena tak ada orang. Menurut Bapak-Bapak Tukang yang sedang merenovasi, kami boleh masuk ke belakang. 

Ada tanaman yang berbuah merah penthul-pentul yang sungguh lucu. Tapi berduri. Ternyata tanaman inilah yang dijadikan hiasan kalung natal yang diletakkan di setiap pintu. Wow…. Baru pertama kali lihat secara live.




Kami pun makin ‘lancang’ masuk ke halaman belakangnya…. Wow… ternyata panjaaaang sekali, pepohonan yang rindang, bahkan ada kolam teratai yang tumbuh subur…







Sayup-sayup terdengar suara kambing mengembik, memanggil-manggil gundukan rumput yang tak bisa mereka raih di depannya karena ada pagar yang menghalangi. Dan... dibalik  gundukan rumput itu muncullah seorang wanita!!!!!!!!!!



“Cari siapa Mbak…???” kata wanita itu. Sontak kami benar-benar jantungan atas kemunculan wanita ini, tiba-tiba 'menyembul' di balik gundukan rumput. Kami masih kaget sambil menceritakan maksud ‘asli’ kami ke dalam. Hohohoho….. Bahwa kami begitu kagum dengan rumah ini, dan sangat ingin masuk dan melihat-lihat ke dalam, karena benar-benar tertutup, tidak pernah dibuka.




Namanya Erlina. Beliau begitu ramah. Ternyata Mbak Erlina sekeluarga yang didapuk menjaga rumah ini sejak puluhan tahun lalu. Rupanya Mbak Erlina ini sedang merapikan rumput untuk ternak kambing yang mengembik-ngembik kelaparan tadi....



Sambil melihat-lihat ke dalam, Mbak Erlina juga menunjukkan ternak kebun anggrek yang ada di halaman dalam rumah. “Kalau orang luar selalu ingin masuk, saya sudah 20 tahun disini, bosan mbak. Hehehe.. jadi ya disambi ternak anggrek…” ujarnya.







Ternyata rumah kuno ini, saat ini dimiliki oleh pemilik yang sama dengan Pabrik Es dan Kolam Renang Marcella di Jalan Gatot Subroto. Wow. Mereka keluarga Tionghoa, yang orang tuanya mewariskan rumah ini pada anak-anak mereka.

Anak-anak mereka sudah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri, sehingga enggan tinggal di rumah lama nenek moyangnya ini, sehingga Mbak Erlina dan keluarganyalah yang diamanatkan untuk merawat rumah ini. Sekarang rumah ini kosong, namun tetap terlihat terawat.





Ada halaman yang begitu luas, yang bahkan saya tak percaya ternyata ada di Jombang BERIMAN, Kota Santri!!! Hamparan rumput yang hijau dan pohon yang sangat cocok untuk pemotretan. Subhanallah…..

Di pojok haaman itu ada bangunan-bangunan lama yang tinggal reruntuhannya, namun masih terlihat kemegahan kunonya.





Wooow……. *sayangnya reruntuhan itu mau dibuat rumah sapi, tapi karena sapinya belum datang, jadi kami sedikit beruntung bisa foto-foto. Hihihiyyyy……….





Halaman ini ternyata panjang membentang hingga belakang Bank UOB BUANA! Eddan!!!! Kami pun makin masuk ke halaman yang lebih dalam lagi, di dalam begitu rindang, ternyata di halaman ada ternak kambing. 





Total 43 ekor kambing. 5 ekornya mati karena kembung dan diare.Jadi berapa jumlah awalnya??? *edisi soal cerita SD.




Setelah cukup berbincang-bincang, kami pun pamit. Mbak Erlina pun mengantarkan kami pulang. Kami berjanji suatu saat untuk mampir lagi, insyaallah.





Kami sangat takjub, dan bahkan hamper tak percaya, ternyata halaman seindah itu, seperti di peternakan Eropa, ada lho, di JOMBANG!!!!!!!!!!!!!




*Malamnya saya bermimpi, masuk dan berlarian lagi
dengan kambing-kambing di halaman itu......
Sayangnya buah Natal itu tetap tidak bisa dimakan....

3 komentar:

  1. Ah, seperti kenangan saya waktu kecil. Tinggal di Rumah Dinas Pertanian. Sungguh tidak terlupakan. Terimakasih sharingnya mBak.
    Salam.

    BalasHapus
  2. Kira", klo skrg masih ada gak y?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...