Tampilkan postingan dengan label Temple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Temple. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2020

Candi Blawu : Menanti Ekskavasi Setelah Efek Racun Sirna


Awal tahun 2018, Jombang digegerkan dengan adanya penemuan benda purbakala di kompleks makam sesepuh desa yang kerap disebut Punden Mbah Blawu. Setelah tahun sebelumnya Jombang digegerkan dengan berbagai penemuan benda pondasi bangunan candi yang misterius di berbagai lokasi, tampaknya tren ini masih berlanjut hingga periode berikutnya.

Punden Mbah Blawu kerap disebut Makam Sentono oleh warga setempat. Lokasi makam keramat yang dipercaya merupakan pesarean pembabat lahan setempat berada di Dusun Sukosari, Desa Sumbersari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Jika dilihat dari radius lokasi, Punden Mbah Blawu ini bertetangga dengan Candi Pandegong yang masuk dalam kompleks makam keramat Mbah Nambi dan Mbah Ijo.

Sabtu, 01 Februari 2020

Reruntuhan Gapura Paduraksa di Situs Mlaten : Pemukiman Bangsawan era Kerajaan Kediri



Gemparnya penemuan benda cagar budaya di Jombang belum berhenti. Masih dari kawasan Ngoro yang hanya bertetangga dusun dari laporan Candi Mandapa Ngrembang. Penemuan dinding pondasi dan berbagai kelengkapan bangunan yang diperkirakan dari era Kerajaan Kediri terjadi di Mlaten.



Mlaten terletak di samping Ngrembang, dimana laporan penemuan benda kuno ini terjadi hampir bersamaan. Kedua lokasi ini berdekatan dan masih masuk dalam kawasan Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang ‘hampir’ berbatasan dengan Kandangan, Kediri.

Sabtu, 04 Januari 2020

Candi Mandapa Ngrembang : Sisa Pondasi Batur, Persemedian Para Resi




Perlu turun ke pematang sawah untuk melihat langsung benda peninggalan purbakala yang terletak di Dusun Ngrembang, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang ini. Bangunan kuno itu, berada di bawah pohon jati muda yang tegak sendirian di tengah sawah. Seakan pohon itu ditanam untuk menandai lokasi dimana tumpukan batu bata kuno itu berada.

Mbrasak bersama Pak Polo

Jombang City Guide diantar langsung oleh Pak Kasun M. Yunus, yang berperan begitu penting dalam ‘penemuan’ benda purbakala ini. Tanpa mengenakan alas kaki, dengan luwesnya beliau menerobos kebun tebu milik Sari yang mulai meninggi hingga dedaunannya mampu menerpa wajah. Sesampainya di lokasi, bangunan kuno ini tampak sudah mulai ditumbuhi rerumputan dan bunga perdu liar yang cukup menutupi bagian atas bangunan kuno ini.

Sabtu, 07 Desember 2019

Candi Glagahan : Bangunan Suci Cantik Yang Disebutkan dalam Prasasti Poh Rinting


Berawal dari niat membuat sumur untuk membuat kebutuhan air lancar, Candi Glagahan ditemukan. Penggalian dilanjutkan hingga menguak adanya struktur bangunan kuno dengan batu bata merah khas era kerajaan di masa lalu. Seperti bangunan pemujaan, yang juga diperkirakan berbentuk petirtaan. Keluarga Bu Tonah sendiri juga tak menyangka ternyata di halaman belakang rumahnya terdapat sebuah candi yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Jombang.



Candi ini berada Dusun Glagahan, Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Dari nama desa ditemukannya candi, kemudian bangunan kuno ini pun disebut Candi Glagahan. Karena ditemukan di Desa Glagahan, maka candi ini disebut Candi Glagahan dan telah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya oleh BPCB. Kini rumah yang memiliki lahan itu ditinggali oleh salah satu putra Bu Tonah yang sekarang menjabat Ketua RT setempat di RT.03 RW. 02. 

Jumat, 08 November 2019

Watu Mbah-Mbeh : Relief Unik WatuGaluh Petunjuk Ibukota Kerajaan Mdang



Sebuah patok batu andesit berdiri agak miring di tengah sawah. Patok batu itu bukan sekedar tugu biasa. Patok batu itu, menjadi asal usul sejarah Desa Watu Galuh yang kini hari jadinya didasarkan dari penetapan lokasi itu sebagai ibukota Kerajaan Mataram Kuno dalam era Wangsa Isyana yang dipimpin Mpu Sindok, Sang Mahamantri Rakyyan i Hino.


Penduduk setempat menyebut patok Watu Galuh ini sebagai Watu Mbah-Mbeh, yang entah darimana penamaan ini berasal. Patok ini mungkin sebuah srandu yang menandai lokasi tertentu sebagai bagian dari batas kota. Jika memang benar, maka bisa jadi masih ada patok batu yang lain sebagai penandanya. Mirip dengan konsep yoni naga raja milik Majapahit yang menjadi pembatas wilayah ibukota kerajaan.

Rabu, 03 Oktober 2018

Prasasti Tengaran : Warisan Keteladanan Leluhur


Prasasti Tengaran berada di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Karena terletak di Desa Tengaran, prasasti ini disebut Prasasti Tengaran. Selain itu, prasasti ini disebut juga Prasasti Geweg, karena dulunya, Geweg merupakan nama kuno Desa Tengaran.

Senin, 02 Juli 2018

Candi Jaladri Keraton Bedander : Peninggalan Airlangga, Petilasan Jayanegara


Berhasilnya misi arkeologis pembacaan Prasasti Kusambyan seakan menguak detail-detail penting yang makin menahbiskan vitalnya peranan Jombang di masa lampau. Jombang kawasan utara Brantas melekat citranya sebagai salah satu DAS Brantas yang terkenal sebagai lokasi sentral nan subur. Di balik bentang alam sekitar pegunungan Kendeng, ternyata menyimpan kisah sejarah dan cikal bakal kejayaan kerajaan kuno di nusantara.


Meski Prasasti Kusambyan sudah pecah berkeping-keping, beberapa bagian bongkahannya masih terbaca. Salah satu yang berhasil dibaca mengenai keberadaan sebuah kediaman penting bernama Medander. Sebuah detail tentang Medander yang disebutkan sebagai kedaton menjadi sangat penting karena tak disebutkan dalam prasasti peninggalan Prabu Airlangga lainnya.

Senin, 12 Maret 2018

Situs Grobogan : Misteri Berselubung Mistis


Situs purbakala dengan delapan umpak sederhana ini berada di Dusun Sukorejo, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Situs Grobogan, dinamakan demikian karena situs peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit ini berada di Desa Grobogan.

Senin, 01 Januari 2018

Yoni Naga Raja Kecil di Reruntuhan Candi Tamping Mojo


Peninggalan purbakala selalu dikaitkan dengan era Majapahit, padahal faktanya tak selalu demikian. Nyatanya, Jombang merupakan lokasi dimana dua kerajaan menempatkan ibukotanya. Dua kerajaan itu adalah Majapahit Wilwatikta dan Mataram Kuno dinasti Isyana. Dengan dua kerajaan besar yang bertahta di Jombang pada masa lalu, tentunya banyak benda peninggalan era kerajaan kuno yang ada di Jombang.

Susunan bata kuno

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...