“Setiap Ahad pagi setelah pukul enam tepat, kami selalu rajin nyanggong di depan rumah untuk sweeping jajan gonceng. Bangun sepagi mungkin supaya siap untuk nyegat jajan gonceng, karena telat sedikit, jajan goncengnya sudah habis.”
Itulah kenangan yang tertancap di memori Jombang City Guide tentang Jajan Gonceng yang setiap hari lewat di depan rumah saat kami masih sekolah dasar dulu. Berhubung masih sekolah dan siapapun paham betapa ruwetnya suasana pagi sebelum berangkat, jadi kesempatan nyegat jajan gonceng itu hanya bisa dilakukan di Ahad pagi.
Jajan Gonceng, begitulah kami menyebutnya, adalah kue-kue yang dijajakan setiap pagi dalam sebuah rengkek yang biasanya diletakkan di belakang sepeda atau sepeda motor yang dikendarai oleh bapak-bapak penjualnya. Berhubung diletakkan di belakang sepedanya, sehingga seakan dibonceng oleh penjualnya, sehingga kami menyebutnya Jajan Gonceng.