Tampilkan postingan dengan label Potret Sudut Jombang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potret Sudut Jombang. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2019

The Ground Canyon of Jombang : Ngarai Mini Tersembunyi nan Eksotis ala Wisata Kedung Cinet


Ngarai kecil nan tersembunyi ala Jombang kini serius digarap oleh PERHUTANI sebagai destinasi wisata alam yang mempesona para traveler. Dipoles dengan konsep masa kini, Ground Canyon Kedung Cinet bahkan ditahbiskan sebagai urutan teratas dalam 10 Top Destinasi Jombang.



Disebut Ground Canyon karena destinasi ini berupa ngarai yang spot paling indahnya bisa dilihat dengan menuruni lereng sungai. Bila Grand Canyon di Colorado merupakan ngarai terbesar di dunia, Green Canyon di Pangandaran adalah versi hijaunya, maka Kedung Cinet berupa bentuk mininya, yang tersembunyi di tengah hutan di ujung kota Jombang. Jadi, disebutlah Kedung Cinet sebagai Ground Canyon ala Jombang.

Senin, 01 Januari 2018

Jajan Gonceng : Serunya Memilih Aneka Kue Tradisional Keliling


“Setiap Ahad pagi setelah pukul enam tepat, kami selalu rajin nyanggong di depan rumah untuk sweeping jajan gonceng. Bangun sepagi mungkin supaya siap untuk nyegat jajan gonceng, karena telat sedikit, jajan goncengnya sudah habis.”

Itulah kenangan yang tertancap di memori Jombang City Guide tentang Jajan Gonceng yang setiap hari lewat di depan rumah saat kami masih sekolah dasar dulu. Berhubung masih sekolah dan siapapun paham betapa ruwetnya suasana pagi sebelum berangkat, jadi kesempatan nyegat jajan gonceng itu hanya bisa dilakukan di Ahad pagi.


Jajan Gonceng, begitulah kami menyebutnya, adalah kue-kue yang dijajakan setiap pagi dalam sebuah rengkek yang biasanya diletakkan di belakang sepeda atau sepeda motor yang dikendarai oleh bapak-bapak penjualnya. Berhubung diletakkan di belakang sepedanya, sehingga seakan dibonceng oleh penjualnya, sehingga kami menyebutnya Jajan Gonceng.

Minggu, 01 Oktober 2017

Senja Jingga di Pusat Kota

 

Sore itu seusai pulang berpetualang menyisir Kota Santri kelahiran kami, tak sengaja rombongan Jombang City Guide melihat ufuk barat yang begitu indah. Tampak dari depan rumah Jombang City Guide, langit senja berwarna oranye agak merah muda mengiringi matahari terbenam.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Dua Bule Cantik Sambangi Warung Favorki


Rupanya, ada bule lain yang membaca artikel Jombang City Guide tentang Favorki Polandianya Mas Yusuf. Mereka adalah Mbak Charlene dari Belgia dan Mbak Agatha dari Polandia. Ibu Kost mereka, Bu Endang Lukman, yang istilah kerennya home parents ingin mempertemukan manusia-manusia sama negara dan sama benua itu.

Kebetulan dua londho cantik itu sedang ada di Waru, Sidoarjo, yang berjarak dua jam perjalanan dari Jombang bila tak macet. Katanya, Mbak Agatha kangen makan favorki. Akhirnya disempatkanlah mampir ke Jombang sebelum besok mengeksplore Malang.

Jumat, 06 Januari 2017

Pecel Gonceng : Pecel Rengkek Sederhana Khas Jombang


Di Jombang banyak hal-hal yang dijual ‘berbau’ goncengan. Maksudnya banyak yang berdagang keliling dengan menggunakan rombong yang dibonceng untuk membawa dagangannya. Rombong yang kerap disebut Rengkek ini juga digunakan masyarakat Jombang untuk berdagang banyak hal. Misalnya pedagang Pentol, maupun Favorki yang dijual Mas Yusuf Londo asli dari Polandia. Bahkan ada pula Jajan Gonceng, dan Lijo Si Penjual Sayur Gonceng Keliling.

Pecel Rengkek by Pecelwoman

Jumat, 16 Oktober 2015

Save PSID dJombang


Masih sangat melekat di ingatan Jombang City Guide, salah satu sahabat terdekat bercerita bahwa ayahnya (yang kini sudah almarhum) adalah salah seorang pemain PSID kebanggaan Jombang. Dulunya, setiap pulang bertanding maupun berlatih, bau balsem untuk otot semerbak memenuhi seluruh ruangan di rumahnya di Jalan Sam Ratulangi. Ini disebabkan, kaki dan sekujur tubuh Sang Ayah yang memar-memar akibat bertanding. Ibu, kawan saya dan saudara-saudaranya 'bahu-membahu' membalsem badan Sang Ayah. Woow… memang benar-benar atlet ya..

Rabu, 12 Agustus 2015

Gerdu Papak : Mini Arc de Triomphe de Jombang




Gerdu Papak adalah sebuah gardu kuno yang ada di Parimono, Jombang. Gardu ini disebuk Papak karena bentuknya yang ‘papak’ atau lurus, tanpa lengkungan dalam bahasa jawa. Hal ini benar adanya karena Gerdu Papak berbentuk lurus seperti kotak balok.

Selasa, 05 Mei 2015

Melihat Pohon Gharqad dari Dekat

Boxthorn - Gojiberry - Christmasberry

Di ex –Guest house samping Food Court Ringin Conthong, ada tanaman yang lucu yang buahnya merah pentul-pentul. Tanaman berbuah unik ini dijadikan pagar hidup di ex-guest house Jombang, dan Jombang City Guide belum pernah menemui tanaman yang seperti itu. Menurut penuturan Ibu Erlina yang merupakan penjaga rumah, ini adalah tanaman yang kerap dijadikan hiasan natal, atau disebut Christmas Berry.


Rangkaian Christmasberry untuk Natal

Rabu, 01 Oktober 2014

Visit Jombang!!!



Inilah logo Jombang versi terbaru,silakan didownload atau disebarluaskanTapi............ kenapa ada kuningnyaaaaaaaa?????????????

Jadi ceritanya, ada kontes membuat logo jombang. Nah, pemenangnya akhirnya berhak berbangga menjadikan hasil karyanya jadi logo Visit Jombang ini.

Dalam gambar, tampak ada dua logo yang menunjukkan ciri khas kebanggaan Jombang. Tampak gambar juara adalah gambar menara air Ringin Contong yang merupakan ikon dan titik nol jombang. Sedangkan gambar kedua adalah besut, seorang tokoh kebanggaan Jombang yang merupakan maskot Kota Santri.

Kamis, 25 September 2014

Gardu Listrik Belanda di Perempatan Kebon Rojo

Transformator Huisje atau Rumah Transformator di Perempatan Kebon Rojo Jombang

Gardu Listrik Belanda, atau sebenarnya Transformator Huisje adalah gardu listrik yang berfungsi sebagai tempat yang melindungi transformator (alat penurun tegangan listrik) dari hujan maupun panas di zaman penjajahan Belanda. Untuk melindungi komponen di dalamnya, akhirnya didirikan semacam bangunan tebal berpintu tunggal dan terbuat dari besi. Karena tegangannya yang tinggi, setiap orang di era itu dilarang keras mendekatinya, kecuali petugas perusahaan listrik di masa itu.  

Jumat, 09 November 2012

JNS : Jombang Night Silentcular


Setelah dipugar, Pasar Buah dan Pujasera Hayamwuruk Jombang pun bertansformasi. Dengan pemotongan lahan stadion yang dijadikan lahan parkir dan taman, Pasar Buah dan Pujasera Hayamwuruk Jombang pun serasa lebih nyaman, dan mari kita sebut tempat lama tapi bar ini dengan JNS. Jombang Night Silentcular.



Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...