Tampilkan postingan dengan label Purbakala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purbakala. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2020

Tugu Sebani : Dua Patok Batu Pintu Masuk Kotaraja?


Ada dua buah patok batu yang ditancapkan di pinggir jalan dengan posisi berseberangan. Patok batu itu, bukan patok biasa, melainkan benda cagar budaya yang diperkirakan dari era Kerajaan Majapahit. Dua patok batu itu memang sudah masuk data benda cagar budaya di Kabupaten Jombang. Secara berkala, petugas masih mengecek dan mendata kondisinya di lokasi. Tapi misterinya tetap belum terkuak.

Dua patok batu itu ditanam paten di tanah, saat pembangunan jalan desa. Lokasinya ada di Dusun Tugu, Desa Sebani, Kecamatan Sumobito tepat di perempatan Masjid Assyuro. Dari toponim Dusun Tugu, tampaknya patok ini seakan menjadi cikal bakal penamaan dusun dimana lokasinya berada. Patok yang disebut penduduk setempat sebagai tugu ini sedikit menggambarkan bahwa dulunya memang punya fungsi sebagai penanda sesuatu.

Selasa, 04 Agustus 2020

Makam Dewi Arimbi : Antara Teka-Teki dari Candi aRimbi dan Misteri Legenda Raksasi



Sebutan Candi aRimbi berasal dari lokasi dimana bangunan cagar budaya itu berada, yaitu dari nama Desa Ngrimbi. Meski secara administratif Candi aRimbi sekarang berada di Desa Pulosari yang merupakan tetangga Desa Ngrimbi. Sangat mungkin pada saat pertama kali didokumentasikan dulu di masa penjajahan kolonial Belanda, Candi Rimbi masih berada dalam lingkup Desa Ngrimbi. Sedangkan batas wilayah zaman Belanda dan masa sekarang sudah berbeda sehingga kini masuk Desa Pulosari. Namun demikian, nama yang tersemat pada Candi Rimbi masih dipertahankan.

Toponim Rimbi di Desa Ngrimbi berasal dari sosok wanita legendaris cerita rakyat setempat yaitu Dewi Arimbi. Sosok Dewi Arimbi terkait dengan dengan dua makam misterius yang bersebelahan, dekat sungai tak jauh dari Candi Arimbi. Salah satu dari tiga makam itu diyakini sebagai makam Dewi Arimbi. Kisah pewayangan menyebutkan seorang tokoh dengan nama yang sama yang diceritakan sebagai raksasa cantik, istri Bima salah satu dari pandawa lima, sekaligus ibunda Gatotkaca dalam kisah pewayangan.

Warga setempat meyakini, tiga makam itu diduga merupakan pesarean Prabu Arimba, Pangeran Arimbo dan adiknya Dewi Arimbi yang menjadi legenda kawasan ini. Meski belum ada bukti ilmiah apalagi catatan apapun tentang sosok tersebut, agaknya detail ini bisa jadi tambahan informasi mengenai asal muasal lokasi dan cerita budaya setempat.

Selasa, 09 Agustus 2016

Prasasti Kusambyan : Prasasti Grogol Peninggalan Prabu Airlangga Dirusak Hanya Demi Emas


Ada sembilan bongkahan batu yang berasal dari pecahan Prasasti Grogol. Dulunya, prasasti ini utuh seperti prasasti batu balok pada umumnya. Diperkirakan dulunya prasasti ini berbentuk balok berpuncak runcing. Sayangnya karena ketololan tingkat tinggi, oknum yang mengklaim mendapat ilham alias bisikan setan bahwa di dalamnya ada emas, akhirnya batu bertulis berisi informasi penting yang penuh sejarah itu dipecah hingga menyisakan sembilan bagian. 



Faktanya, emasnya ada atau tidak??? Jelas tidak, tapi prasasti telanjur dirusak. Entah alat apa yang digunakannya, entah pula apa yang dipikirkannya. Yang pasti pelakunya adalah oknum congok pol. Tak ada catatan apapun mengenai kapan terjadinya peristiwa pengrusakan Prasasti Grogol. Yang jelas ketika Pak Badri Sang Juru Pelihara Prasasti Grogol mulai bertanggung jawab merawat tugu batu bertulis ini, kondisinya sudah tinggal pecahan berkeping-keping.

Minggu, 09 Agustus 2015

Prasasti Poh Rinting : Mengenal Tugu Batu Bertulis Tertua dari Jombang



Prasasti Poh Rinting ditemukan di kompleks Candi Glagahan yang berada di halaman belakang rumah Ibu Tonah yang kini jadi kediaman putranya selaku ketua RT setempat di Dusun Glagahan, Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Prasasti ini merupakan peninggalan Mpu Sindok pendiri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang Kamulan periode Jawa Timur. Prasasti ini punya tanggal ‘terbitan’ yang sama dengan Hari Sumpah Pemuda, yaitu 28 Oktober 929 M. Terpaut seribu tahun setelah peristiwa bersejarah penting bagi bangsa Indonesia yang digerakkan oleh para pemuda.

Posisinya kini berada di Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, setelah diboyong dari lokasi aslinya di kompleks Candi Glagahan. Dengan nomor inventaris 82 di Museum Purbakala, sekarang Prasasti Poh Rinting berada bersama rekan-rekan batu bertulis lainnya dari berbagai daerah. Prasasti Jombang lainnya yang diamankan di museum Trowulan adalah Prasasti Katemas dari peninggalan Prabu Airlangga.

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...