Tumpukan bata kuno membentuk bangunan mirip candi Majapahit disinyalir merupakan peninggalan Damarwulan. Dari cerita penduduk setempat, dulunya tumpukan batu bata berukuran jumbo itu merupakan lokasi dimana Sang Ksatria andalan Majapahit itu bersemedi.
Diantara batu bata merah berukuran jumbo itu, terdapat beberapa yang memiliki ukiran khas guratan peninggalan bersejarah kerajaan kuno. Kebanyakan situs non-andesit memang tersusun dari batu bata kuno yang dihiasi guratan bentuk setengah lingkaran di permukaannya. Situs bersejarah yang dominan dari batu bata kuno bisa ditemukan di Situs Sugihwaras, Prasasti Tengaran, Prasasti Watu Gilang, Petilasan Damarwulan Sudimoro, dan masih banyak lagi.









