Pasar Tradisional di pusat Kota Jombang, berada di Jalan Seroja yang ada sejajar dengan Jalan A. Yani. Meski masih kalah jam terbang dengan Pasar Keputran di Surabaya yang buka 24 jam, namun pasar Jombang bisa menjadi jujugan bagi para wisatawan mancanegara dengan selera aneh yang benar-benar ingin mengetahui Indonesian Traditional Style, Jombang Truly Condition.
Rabu, 09 Februari 2011
Kamis, 03 Februari 2011
Durian Simas : Si Oranye Yang Rendah Kolesterol
Durian Simas, satu lagi durian istimewa dari Wonosalam
dengan warna jingganya yang sangat menawan. Warna oranyenya begitu mencolok,
mengingatkan kita dengan kostum Oranje tim nasional sepakbola Belanda. Berbeda
halnya dengan Durian Bido maupun Durian Montong yang berwarna pucat, daging
buah Durian Simas terlihat begitu manis karena warnanya begitu menggoda.
Siapapun yang melihatnya pasti langsung membayangkan rasa manis legitnya.
| Sangat menggiurkan |
Senin, 03 Januari 2011
Pesona Klentheng Hok Liong Kiong
Seumur hidup, saya selalu mampir ke Bubur Kacang IjoKlentheng yang fenomenal itu, namun belum pernah sekalipun masuk ke dalam
Klentheng Hok Liong Kiong tetangganya.
Jumat, 03 Desember 2010
Tarekat Shiddiqiyah Ploso
Di Jombang ada tarikat yang terkenal
dengan dzikirnya, yaitu Tarekat Shiddiqiyah. Tarekat Shiddiqiyyah adalah satu dari 44 tarekat dalam agama Islam yang saat ini ada dan
berkembang di dunia. Banyak tarekat yang tersebar di dunia ini namun
satu-satunya tarekat yang mempunyai tempat secara khusus untuk menerima pelajaran
dzikir khusus adalah Tarekat Shiddiqiyyah.
Senin, 08 November 2010
Minggu, 07 November 2010
Kamis, 07 Oktober 2010
WaRingin Tjonthong Watertoren van Djombang
Di Jombang ada beberapa watertoren yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Selain Watertoren Mojoagung, yang paling populer tentunya adalah Watertoren Ringin Tjonthong, yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Jombang sekaligus titik nol Kota Santri.
Watertoren ini berdiri tegak di samping Beringin Conthong, maka dari itu disebut warga Jombang sebagai Menara Air Ringin Conthong. Watertoren Ringin Conthong ini, menjadi cagar budaya yang juga saksi bisu sejarah perkembangan Jombang dari masa ke masa.
Pintu air raksasa ini juga dijadikan bundaran persimpangan empat jalan yaitu Jalan Merdeka (Jalan Presiden Abdurrahman Wahid), Jalan Wahid Hasyim, Jalan Achmad Yani, dan Jalan Seroja. Jadi sebagai titik nol Kota Santri Jombang BERIMAN, kita bisa saksikan lalu lalang dan aktivitas warga Jombang apabila berdiri di dalam bundaran ini. Riuhnya, ramai tapi tetap tertib. Sebelumnya Jombang City Guide sudah pernah menampilkan sudut pandang Ringin Conthong dari dalam, dalam artikel sebelumnya di Ringin Conthong Inside.
Label:
Destination,
Heritage,
Ikon Kota Jombang
Sabtu, 18 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)






