Rabu, 05 Februari 2020
Hiasan Dekoratif dan Rumah Kayu Unik Kreasi Anak Alam Zarmaentree Wooden Craft
Senin, 03 Februari 2020
Analisa Catatan Wallace Mengenai Candi Arimbi dalam Ekspedisinya ke Wonosalam
Candi Rimbi pertama kali ‘ditemukan’ dan dipublikasikan oleh Alfred
Russel Wallace yang sedang berkunjung ke Wonosalam untuk mengambil spesimen
burung merak dan hewan-hewan endemik dari Gunung Anjasmoro. Ilmuwan Inggris itu
sedang melakukan penjelajahan dan pencatatan dalam ekspedisinya menguak
jenis-jenis flora dan fauna di nusantara. Rupanya, Wonosalam di Jombang menjadi
salah satu destinasi dalam ekspedisinya.
Catatan Wallace tersebut dirangkum dalam buku The Malay Archipelago. Dalam catatan kunjungannya itu, Wallace melalui
Surabaya sebagai pelabuhan tempatnya mendarat setelah perjalanannya ke Ternate,
Kepulauan Maluku. Dengan mengendarai kereta sapi jantan atau di Indonesia
disebut dengan cikar, Wallace melanjutkan ekspedisinya ke Mojokerto, lalu
Mojoagung. Setelah singgah di Mojoagung dan menyaksikan pagelaran gamelan dan
acara khitanan, Wallace melanjutkan perjalanannya ke Wonosalam dengan
menunggang kuda.
Sabtu, 01 Februari 2020
Reruntuhan Gapura Paduraksa di Situs Mlaten : Pemukiman Bangsawan era Kerajaan Kediri
Kamis, 09 Januari 2020
Pendakian Anjasmoro Menuju Tapak Bunder Bareng Gunung Bagging
Selasa, 07 Januari 2020
Wisata Edukasi Sapi Perah Jarak by Kelompok Tani Budi Luhur
Sepanjang jalan di Wonosalam, tampak ada palang kecil hijau sebagai penunjuk jalan yang bertuliskan Eduwisata Sapi Perah Jarak berikut penanda banyaknya kilometer yang harus ditempuh untuk mencapainya. Penasaran dengan lokasinya, Jombang City Guide kemudian menelusuri lokasi untuk menguak misteri tempat wisata seperti apakah yang ditunjuk oleh papan-papan hijau itu. Dipandu langsung oleh Guide Jarak kebanggaan kita semua, Cak Suwanto Hari, Jombang City Guide kemudian memecahkan misteri ini bersama.
![]() |
| Papan penujuk jalan |
| Dia ada dimana-mana |
Sabtu, 04 Januari 2020
Candi Mandapa Ngrembang : Sisa Pondasi Batur, Persemedian Para Resi
| Mbrasak bersama Pak Polo |
Jombang City Guide diantar langsung oleh Pak Kasun M. Yunus, yang berperan begitu penting dalam ‘penemuan’ benda purbakala ini. Tanpa mengenakan alas kaki, dengan luwesnya beliau menerobos kebun tebu milik Sari yang mulai meninggi hingga dedaunannya mampu menerpa wajah. Sesampainya di lokasi, bangunan kuno ini tampak sudah mulai ditumbuhi rerumputan dan bunga perdu liar yang cukup menutupi bagian atas bangunan kuno ini.
Rabu, 01 Januari 2020
Nikmatnya Jus Durian Wonosalam Berpadu Bakso Durian Spesial
Rabu, 25 Desember 2019
Bukit Durian Wonosalam : Menu nDeso dan Sajian Bahari di Lereng Anjasmoro
| Kolak Ketan Durian ala Bukit Durian Wonosalam |
Sabtu, 07 Desember 2019
Candi Glagahan : Bangunan Suci Cantik Yang Disebutkan dalam Prasasti Poh Rinting
Senin, 02 Desember 2019
The Ground Canyon of Jombang : Ngarai Mini Tersembunyi nan Eksotis ala Wisata Kedung Cinet
Ngarai kecil nan tersembunyi ala Jombang kini serius digarap oleh PERHUTANI sebagai destinasi wisata alam yang mempesona para traveler. Dipoles dengan konsep masa kini, Ground Canyon Kedung Cinet bahkan ditahbiskan sebagai urutan teratas dalam 10 Top Destinasi Jombang.
Jumat, 08 November 2019
Watu Mbah-Mbeh : Relief Unik WatuGaluh Petunjuk Ibukota Kerajaan Mdang
Sabtu, 02 November 2019
Kesegaran Es Oyen dan Es Degurian Stadion Merdeka
Es Oyen Stadion ini sebenarnya merupakan minuman yang menjadi varian tambahan para pedagang Es Degan di sepanjang Jalan Gus Dur depan GOR. Varian Es Oyen diciptakan untuk makin menyemarakkan dagangan, sehingga pembeli tak hanya bisa menikmati es degan tapi juga es oyen. Berhubung elemennya sama dengan Es Degan Stadion, jadi dengan mudah saja tinggal ditambahkan cacahan agar-agar dan sagu mutiara sehingga tampilannya jadi makin cantik.










