Rabu, 05 Februari 2020

Hiasan Dekoratif dan Rumah Kayu Unik Kreasi Anak Alam Zarmaentree Wooden Craft



Rumah kayu unik tampak ada di sebuah warung makan yang menyajikan rica-rica sebagai menunya. Jika dilihat lebih lanjut, dekorasinya terlihat mirip dengan rumah-rumah kayu dan arsitektur yang ada di Wisata Sumber Banyu Biru yang ada di Wonomerto, bagian selatan Wonosalam. Ada ciri khas khusus yang mengingatkan Jombang City Guide akan karya Zarmaentree Wooden Craft, termasuk font dan gaya bahasa yang digunakan.


Kecurigaan ini memang benar, bahwa pembuat rumah kayu berikut aneka hiasannya adalah dari buah karya Eko Zarmaento pemuda desa setempat penggagas wisata hits Sumber Banyu Biru yang hingga kini mampu memacetkan Wonosalam bagian selatan. Di Sumber Banyu Biru, karya ‘Cak Sarmin’ ini bahkan terlihat di semua sudut, mulai kursi, rumah kayu, sampai hall yang dibuat khusus untuk pengunjung.

Senin, 03 Februari 2020

Analisa Catatan Wallace Mengenai Candi Arimbi dalam Ekspedisinya ke Wonosalam


Candi Rimbi pertama kali ‘ditemukan’ dan dipublikasikan oleh Alfred Russel Wallace yang sedang berkunjung ke Wonosalam untuk mengambil spesimen burung merak dan hewan-hewan endemik dari Gunung Anjasmoro. Ilmuwan Inggris itu sedang melakukan penjelajahan dan pencatatan dalam ekspedisinya menguak jenis-jenis flora dan fauna di nusantara. Rupanya, Wonosalam di Jombang menjadi salah satu destinasi dalam ekspedisinya.

Catatan Wallace tersebut dirangkum dalam buku The Malay Archipelago. Dalam catatan kunjungannya itu, Wallace melalui Surabaya sebagai pelabuhan tempatnya mendarat setelah perjalanannya ke Ternate, Kepulauan Maluku. Dengan mengendarai kereta sapi jantan atau di Indonesia disebut dengan cikar, Wallace melanjutkan ekspedisinya ke Mojokerto, lalu Mojoagung. Setelah singgah di Mojoagung dan menyaksikan pagelaran gamelan dan acara khitanan, Wallace melanjutkan perjalanannya ke Wonosalam dengan menunggang kuda.

 

Sabtu, 01 Februari 2020

Reruntuhan Gapura Paduraksa di Situs Mlaten : Pemukiman Bangsawan era Kerajaan Kediri



Gemparnya penemuan benda cagar budaya di Jombang belum berhenti. Masih dari kawasan Ngoro yang hanya bertetangga dusun dari laporan Candi Mandapa Ngrembang. Penemuan dinding pondasi dan berbagai kelengkapan bangunan yang diperkirakan dari era Kerajaan Kediri terjadi di Mlaten.



Mlaten terletak di samping Ngrembang, dimana laporan penemuan benda kuno ini terjadi hampir bersamaan. Kedua lokasi ini berdekatan dan masih masuk dalam kawasan Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang ‘hampir’ berbatasan dengan Kandangan, Kediri.

Kamis, 09 Januari 2020

Pendakian Anjasmoro Menuju Tapak Bunder Bareng Gunung Bagging



Ada banyak jalur pendakian Anjasmoro, karena gunung yang punya nama yang diambil dari nama istri Damarwulan ini punya bentangan yang begitu luas dan masih berupa hutan rimba yang belum terjamah tangan manusia. Bentangan itu memungkinkan pendaki bisa mencapai berbagai titik tertentu yang harus dimulai dari starting point yang berbeda. Jangan sampai salah starting point, karena kalau berbeda bisa salah pencapaian puncaknya.


Jalur pendakiannya juga liar, dan bahkan bisa dibilang tak resmi. Jadi jangan heran bila jalur pendakiannya bukan berupa track ala hiking pada umumnya, melainkan berupa mbrasak pakai parang sekaligus jelajah hutan bekas dilalui penduduk setempat yang mencari hasil hutan. Tapi ada satu pengecualian untuk pos Kancil di Carangwulung yang menuju Puncak Cemorosewu, yang sudah punya perizinan dan jalur yang paling layak dibandingkan lainnya.

Selasa, 07 Januari 2020

Wisata Edukasi Sapi Perah Jarak by Kelompok Tani Budi Luhur


Sepanjang jalan di Wonosalam, tampak ada palang kecil hijau sebagai penunjuk jalan yang bertuliskan Eduwisata Sapi Perah Jarak berikut penanda banyaknya kilometer yang harus ditempuh untuk mencapainya. Penasaran dengan lokasinya, Jombang City Guide kemudian menelusuri lokasi untuk menguak misteri tempat wisata seperti apakah yang ditunjuk oleh papan-papan hijau itu. Dipandu langsung oleh Guide Jarak kebanggaan kita semua, Cak Suwanto Hari, Jombang City Guide kemudian memecahkan misteri ini bersama.

Papan penujuk jalan

Dia ada dimana-mana

Sabtu, 04 Januari 2020

Candi Mandapa Ngrembang : Sisa Pondasi Batur, Persemedian Para Resi




Perlu turun ke pematang sawah untuk melihat langsung benda peninggalan purbakala yang terletak di Dusun Ngrembang, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang ini. Bangunan kuno itu, berada di bawah pohon jati muda yang tegak sendirian di tengah sawah. Seakan pohon itu ditanam untuk menandai lokasi dimana tumpukan batu bata kuno itu berada.

Mbrasak bersama Pak Polo

Jombang City Guide diantar langsung oleh Pak Kasun M. Yunus, yang berperan begitu penting dalam ‘penemuan’ benda purbakala ini. Tanpa mengenakan alas kaki, dengan luwesnya beliau menerobos kebun tebu milik Sari yang mulai meninggi hingga dedaunannya mampu menerpa wajah. Sesampainya di lokasi, bangunan kuno ini tampak sudah mulai ditumbuhi rerumputan dan bunga perdu liar yang cukup menutupi bagian atas bangunan kuno ini.

Rabu, 01 Januari 2020

Nikmatnya Jus Durian Wonosalam Berpadu Bakso Durian Spesial



Warung Tombo Luwe adalah warung yang menyajikan makanan pedesaan lereng Anjasmoro pada umumnya. Tombo Luwe dalam Bahasa Indonesia artinya penawar lapar. Warung Tombo Luwe ini dimiliki oleh Pak Slamet, karena itulah, kadang kedai ini disebut juga Warung Pak Slamet. Warung Tombo Luwe ini, memiliki spesialisasi pada hidangan seperti sate-gule dan rica-rica  meski kolak ketan durian dan nasi jagung tetap menjadi andalan. Warung Tombo Luwe menawarkan satu menu yang sangat istimewa di sini dan tak banyak orang menjualnya : Jus Durian.


Di berbagai sudut kota banyak penjual minuman smoothies atau yang di Indonesia lebih sering dikenal dengan jus buah. Aneka varian jus ditawarkan, hingga mix buah pun dijadikan alternatif untuk modifikasi rasa bagi minuman yang diblender dalam pembuatannya ini.

Rabu, 25 Desember 2019

Bukit Durian Wonosalam : Menu nDeso dan Sajian Bahari di Lereng Anjasmoro


Destinasi kuliner baru kembali hadir di Wonosalam, judulnya Bukit Durian. Menu yang disajikan mungkin hampir sama dengan warung-warung lain di Wonosalam yang menawarkan pilihan sajian ndeso. Berkisar nasi jagung, aneka lalapan, ikan, iwak kali, bahkan sayur lompong yang akhir-akhir ini agak menanjak popularitasnya.

Kolak Ketan Durian ala Bukit Durian Wonosalam

Kolak ketan durian jelas tak bisa ketinggalan sebagai identitas Lereng Anjasmoro. Tapi tetap, ada dua menu tambahan yang spesial, yang berasal dari protein dari laut yaitu gurita dan cumi. Bila memilih dua menu laut ini, makan di Bukit Durian seperti andok di pegunungan dengan sajian bahari. Hehehhehee.........

Sabtu, 07 Desember 2019

Candi Glagahan : Bangunan Suci Cantik Yang Disebutkan dalam Prasasti Poh Rinting


Berawal dari niat membuat sumur untuk membuat kebutuhan air lancar, Candi Glagahan ditemukan. Penggalian dilanjutkan hingga menguak adanya struktur bangunan kuno dengan batu bata merah khas era kerajaan di masa lalu. Seperti bangunan pemujaan, yang juga diperkirakan berbentuk petirtaan. Keluarga Bu Tonah sendiri juga tak menyangka ternyata di halaman belakang rumahnya terdapat sebuah candi yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Jombang.



Candi ini berada Dusun Glagahan, Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Dari nama desa ditemukannya candi, kemudian bangunan kuno ini pun disebut Candi Glagahan. Karena ditemukan di Desa Glagahan, maka candi ini disebut Candi Glagahan dan telah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya oleh BPCB. Kini rumah yang memiliki lahan itu ditinggali oleh salah satu putra Bu Tonah yang sekarang menjabat Ketua RT setempat di RT.03 RW. 02. 

Senin, 02 Desember 2019

The Ground Canyon of Jombang : Ngarai Mini Tersembunyi nan Eksotis ala Wisata Kedung Cinet


Ngarai kecil nan tersembunyi ala Jombang kini serius digarap oleh PERHUTANI sebagai destinasi wisata alam yang mempesona para traveler. Dipoles dengan konsep masa kini, Ground Canyon Kedung Cinet bahkan ditahbiskan sebagai urutan teratas dalam 10 Top Destinasi Jombang.



Disebut Ground Canyon karena destinasi ini berupa ngarai yang spot paling indahnya bisa dilihat dengan menuruni lereng sungai. Bila Grand Canyon di Colorado merupakan ngarai terbesar di dunia, Green Canyon di Pangandaran adalah versi hijaunya, maka Kedung Cinet berupa bentuk mininya, yang tersembunyi di tengah hutan di ujung kota Jombang. Jadi, disebutlah Kedung Cinet sebagai Ground Canyon ala Jombang.

Jumat, 08 November 2019

Watu Mbah-Mbeh : Relief Unik WatuGaluh Petunjuk Ibukota Kerajaan Mdang



Sebuah patok batu andesit berdiri agak miring di tengah sawah. Patok batu itu bukan sekedar tugu biasa. Patok batu itu, menjadi asal usul sejarah Desa Watu Galuh yang kini hari jadinya didasarkan dari penetapan lokasi itu sebagai ibukota Kerajaan Mataram Kuno dalam era Wangsa Isyana yang dipimpin Mpu Sindok, Sang Mahamantri Rakyyan i Hino.


Penduduk setempat menyebut patok Watu Galuh ini sebagai Watu Mbah-Mbeh, yang entah darimana penamaan ini berasal. Patok ini mungkin sebuah srandu yang menandai lokasi tertentu sebagai bagian dari batas kota. Jika memang benar, maka bisa jadi masih ada patok batu yang lain sebagai penandanya. Mirip dengan konsep yoni naga raja milik Majapahit yang menjadi pembatas wilayah ibukota kerajaan.

Sabtu, 02 November 2019

Kesegaran Es Oyen dan Es Degurian Stadion Merdeka


Jadi kalau dipikir, sebenarnya Es Oyen Stadion ini mirip sekali dengan es campur, hanya saja disajikan dalam gelas-berpegangan dan tak menambahkan pemanis berwarna lagi dalam sajiannya. Es Oyennya juga tak seperti pada pakem minuman aslinya seperti yang ada di Bandung dengan aneka buah tambahan yang semarak. Tapi, elemen cairannya yang berasal dari air kelapa penuh isotonik inilah yang menjadikan es ala Stadion Jombang ini jadi berbeda dari Es Oyen lainnya.


Es Oyen Stadion ini sebenarnya merupakan minuman yang menjadi varian tambahan para pedagang Es Degan di sepanjang Jalan Gus Dur depan GOR. Varian Es Oyen diciptakan untuk makin menyemarakkan dagangan, sehingga pembeli tak hanya bisa menikmati es degan tapi juga es oyen. Berhubung elemennya sama dengan Es Degan Stadion, jadi dengan mudah saja tinggal ditambahkan cacahan agar-agar dan sagu mutiara sehingga tampilannya jadi makin cantik.

Jumat, 01 November 2019

Taman Kututan : Keindahan Tersembunyi di Tengah Hutan


Tak disangka, di persimpangan jalan setapak menuju dua air terjun, terdapat taman yang begitu indah. Taman Kututan namanya, yang letaknya tersembunyi di dalam area hutan di Wonosalam. Bunga-bunga hutan menghiasi lokasi, pengunjung juga dimanjakan dengan jembatan dan ayunan di atas sungai yang jernih.


Jadi, taman ini sebenarnya merupakan bagian dari Taman Hutan Raya R.Soerjo regional Wonosalam Selatan Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang  yang bersebelahan dengan tepi Kediri.

Rabu, 09 Oktober 2019

Si Manis Jumbo Salak (Baron) Galengdowo


Tak melulu bumi durian, Wonosalam juga merupakan penghasil salak berkualitas. Komoditas salak yang bisa dipanen sepanjang tahun benar-benar menguntungkan petani. Bahkan seluruh penjuru Wonosalam adalah penghasil salak. Galengdowo dan sekitarnya merupakan pusat kebun salak Galengdowo yang menjadi primadona kebanggaan Wonosalam selatan.

Salak Galengdowo memang terasa lebih istimewa. Salaknya terkenal sangat manis, tanpa rasa kecut sama sekali. Ukurannya besar dan begitu renyah. Dari ukurannya, Salak Galengdowo jelas memiliki daya tarik yang disukai penjual dan pembeli. Selain penampilannya yang sangat menggiurkan, rasanya juga enak. Salak Galengdowo ini pun makin menggoda dan cocok sebagai oleh-oleh yang istimewa bagi penerimanya.

Minggu, 06 Oktober 2019

Candi Dempok : Singgasana Pertapaan Damarwulan



Tumpukan bata kuno membentuk bangunan mirip candi Majapahit disinyalir merupakan peninggalan Damarwulan. Dari cerita penduduk setempat, dulunya tumpukan batu bata berukuran jumbo itu merupakan lokasi dimana Sang Ksatria andalan Majapahit itu bersemedi.


Diantara batu bata merah berukuran jumbo itu, terdapat beberapa yang memiliki ukiran khas guratan peninggalan bersejarah kerajaan kuno. Kebanyakan situs non-andesit memang tersusun dari batu bata kuno yang dihiasi guratan bentuk setengah lingkaran di permukaannya. Situs bersejarah yang dominan dari batu bata kuno bisa ditemukan di Situs Sugihwaras, Prasasti Tengaran, Prasasti Watu Gilang, Petilasan Damarwulan Sudimoro, dan masih banyak lagi.

Jumat, 04 Oktober 2019

Sayur Lompong Anti Plompang-Plompong : Kuliner Tradisional Penyemarak Sumberboto Reborn


Wana Wisata Sumberboto sepertinya tak mau ketinggalan dalam perkembangan destinasi yang sedang menjadi tren saat ini. Selain mempercantik area wisatanya dengan membangun beberapa bangunan baru, arena selfie, maupun menghiasinya dengan berbagai ornamen kekinian, rupanya Wana Wisata Sumberboto juga menawarkan fitur kuliner dalam sajian destinasinya. Dengan tagline ‘Sumberboto Reborn’, fitur kuliner berupa makanan tradisional Nasi Sayur Lompong didapuk menjadi andalan.

Sayur Lompong adalah makanan ‘spesies’ sayuran yang terbuat dari batang umbi talas. Bentuknya panjang dan teksturnya empuk mirip spons. Jadi bukan hanya umbinya yang dimanfaatkan, tapi batangnya juga bisa disantap. Jika sudah disajikan dalam mangkuk, pasti tak ada yang mengira bahwa bahan sayuran itu terbuat dari batang sebuah tanaman.



Selasa, 01 Oktober 2019

Petik Langsung Sayur Segar di Wisata Kampung Hidroponik Mojowarno


Berawal dari bencana badai yang merusak ratusan rumah warga di Desa Karanglo tahun lalu, akhirnya pemerintah Kabupaten Jombang dengan sigap menurunkan bantuan. Dari sinilah kemudian dilakukan inovasi dengan budidaya tanaman hidroponik yang digagas pertama kali oleh seorang warga yang berhasil menggunakan metode ini dalam aktivitas bercocok tanamnya.


Budidaya tanaman hidroponik ini kemudian diikuti oleh beberapa warga desa lain sehingga membuat Camat Mojowarno berani menetapkan Dusun KarangLo, Desa KedungLo sebagai kampung hidroponik pertama di Jombang kebanggaan Mojowarno. Dari keberhasilan inilah, akhirnya Wisata Kampung Hidroponik tercetus kemudian diresmikan di akhir November 2018 oleh Bupati Jombang terpilih.

Senin, 09 September 2019

Kikil Balungan Warung Sate H. Faqih : Kuota Terbatas, Grab It Fast!



Jombang memang sedang gencar-gencarnya menahbiskan dirinya sebagai kota berkuliner khas kikil. Pelangi Kikil di Mojosongo, Kikil Mojokrapak, Lodeh Mak Semah adalah buktinya. Namun Semuanya itu masih dalam kategori lodeh kikil, bukan sajian sup kikil sesungguhnya. Meski demikian, masih ada pula Kikil Jumbo Bu Shokib yang baru bisa dikategorikan sajian murni ‘sikil’ yang porsinya lumayan bikin klenger.


Lebih dari 50 tahun

Kuliner kikil yang unikmat satu lagi disumbangkan oleh Warung Sate H. Faqih yang berasal dari kawasan Cukir samping Pabrik Gula Tjoekir yang legendaris itu. Bertempat di jalan Raya Cukir-Mojowarno dekat lampu merah perempatan Cukir, ternyata warung sate ini tak kalah legendarisnya dengan pabrik gula tetangganya. Sepak terjangnya dalam dunia sate sudah tak perlu diragukan lagi karena sudah lebih dari 50 tahun menggelutinya. Jadi rasanya agak membosankan bila bahasan berkisar tentang sate.

Selasa, 03 September 2019

Pesona Alam Lembah Winden : Persembahan Wisata dari Sumber Gogor


Lembah Winden, satu lagi destinasi wisata di Wonosalam dari regional Sumber Gogor. Terletak di Sumber Gogor, Lembah Winden memang merupakan destinasi wisata yang erat kaitannya dengan mata air Sumber Gogor yang mengalirkan air ke Sungai Gogor.


Pesona Alam Lembah Winden menawarkan wisata berupa keindahan lembah yang dipenuhi taman hijau dan asri dengan kolam renang yang airnya langsung dari aliran Sumber Gogor yang berada tak jauh dari destinasi ini.

Senin, 02 September 2019

Candi Medeleg : Situs Punden Medelek dan Kisah-Kisah Mistis Yang Menyertainya


Di dalam area Makam Medelek, terdapat puing-puing batu bata kuno yang disinyalir sebagai peninggalan Kerajaan Medang Kamulan. Puing-puing itu dipercaya sebagai sisa bangunan kuno yang bentuknya sudah tak bisa diperkirakan lagi. Oleh penduduk, dan juru kunci makam, pecahan batu bata kuno itu disusun melingkar mirip sumur.

Batu bata kuno berwarna merah tampak sudah banyak yang pecah menjadi beberapa bagian. Terlihat ukurannya yang lebih besar dari batu-bata produksi zaman modern. Tampak beberapa ada yang memiliki ukiran seperti batu-bata khas peninggalan kerajaan Medang yang berhiaskan pahatan setengah lingkaran.

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...