“Sayuuuuurrr…. Sayuuuuurr….” Begitulah ‘jingle’ para tukang
sayur itu. Nada jingle-nya bisa berbeda tiap tukang sayur, menandakan identitas
mereka supaya para konsumen bisa mengenali kedatangan tukang sayur langganannya sedang melintas.
Fenomena tukang sayur keliling ada di setiap kota. Seperti
dalam sinetron komedi situasi, tukang sayur di Jakarta digambarkan berupa
seorang pria yang mendorong gerobak sayurnya. Berbeda lagi di Malang dan
Surabaya, bapak tukang sayur ini tidak menggunakan gerobak, tapi sayur-sayurnya
dibonceng dalam rengkek khusus menggunakan sepeda atau sepeda motor. Penggunaan
mesin bermotor dalam sepeda para lijo ini tergantung kesejahteraan diri Sang
Lijo dan kalau ada subsidi dari para suami mereka.


