Jumat, 09 Maret 2018

Jalan Pahlawan : Dedikasi Untuk Sang Patriot



Penataan nama jalan di Jombang masih belum tersusun rapi. Banyak nama jalan yang tidak memperhatikan aspek sejarah maupun kisah yang terkait yang berhubungan dengan wilayah tersebut. Namun ada satu nama jalan yaitu Jalan Pahlawan, yang memiliki sejarah penting yang terkait dengan tokoh yang pernah tinggal di tempat itu.



Jalan Pahlawan di Jombang, mungkin tidak memiliki peran terlalu vital dengan sejarah bangsa Indonesia seperti di Surabaya. Surabaya yang merupakan Kota Pahlawan, juga memiliki nama jalan bernama Jalan Pahlawan. Para pejuang yang lebih dikenal sebagai Arek-Arek Suroboyo bertempur melawan Belanda yang diboncengi tentara sekutu untuk mempertahankan kemerdekaan di tempat yang namanya kini diabadikan dengan dibangun monumen bernama Tugu Pahlawan. Jalan di sekitar Tugu Pahlawan kini disebut sebagai Jalan Pahlawan.

Tapi jangan salah. Arek-arek Suroboyo yang bertempur untuk mempertahankan harga diri bangsa dan kota tercintanya itu, tidak melulu dari Surabaya saja. Mereka tergabung dari berbagai suku bangsa, bahkan datang dari berbagai kota (terutama dari Jawa Timur) untuk bersatu padu membela tanah airnya. Ada yang dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, bahkan dari Jombang. Santri-santri dari Jombang pun berbondong-bondong menuju Surabaya untuk turut bertempur atas semangat resolusi jihad yang digaungkan KH. Hasyim Asyari. Lebih jelasnya, mungkin nonton film Sang Kiai deh. Film terbaik peraih Piala Citra, dengan setting cerita berkisar di Jombang lhow…

Selain para santri yang bertempur itu, ada pula pemuda-pemuda yang juga turut mengangkat senjata dari Jombang. Diketahui, dulunya ada seorang pemuda yang tinggal di sebuah jalan di daerah Wersah, yang ikut bertempur ke Surabaya dalam perang Sepuluh November ’45.

Sayangnya, tidak diketahui siapa nama pemuda tersebut, dan di rumah yang mana tepatnya dia tinggal. Yang pasti, dia berasal dari daerah Wersah dan pejuang Jombang yang pertama gugur dalam pertempuran membela negara dan bangsanya.


Untuk mengenang jasanya, Pemerintah Kabupaten Jombang pun mendedidaksikan Jalan di daerah Wersah sebagai Jalan Pahlawan. Jalan dimana seorang pemuda berasal, yang gugur sebagai bunga bangsa dalam salah satu pertempuran yang menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia masih ada. Indonesia masih tangguh dan sudah memproklamasikan kemerdekaannya, kini berjuang untuk mempertahankannya.


Di sepanjang Jalan Pahlawan, banyak toko yang menamai dirinya sama dengan nama jalan yang mereka tempati. Seperti contohnya toko perlengkapan dan pernak-pernik jahit Pahlawan dan Soto Dhog Pahlawan by Pak Karman.


Jalan Pahlawan cukup ramai, dan menjadi penghubung jalan-jalan lain yang cukup strategis. Jalan-jalan yang terhubung dengan Jalan Pahlawan juga umumnya dinamai dengan nama-nama pahlawan. Diantaranya Jalan Adityawarman, Jalan Raden Patah, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Sultan Agung, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Gajayana, dan masih banyak lagi.


Setelah sempat berganti nama dengan nama Jalan Siliwangi, Jalan Pahlawan dikembalikan lagi dengan nama asalnya oleh Pemerintah Kabupaten Jombang karena pertimbangan historis yang menyertainya.

Penikmat Kemerdekaan

Palang nama Jalan Pahlawan tampak kuno, dengan warna hijau dilengkapi garis kuning, dan ornamen hiasan di gagang papan namanya. Berbeda dengan umumnya nama jalan di Jombang masa kini yang kebanyakan sudah berganti warna dengan warna biru. Namun, meski dengan desain kuno, kondisi papan nama Jalan Pahlawan tampak masih bagus.


Berdasarkan papan nama, Pahlawan memiliki kode pos 61411. Namun dari database kode pos di kantor pos, Jalan Pahlawan memiliki kode pos 61419. Mungkin harusnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi para pihak yang berwenang, termasuk kantor pos sebagai penerbit kode pos seluruh Indonesia.


Kata pahlawan memiliki sinonim yaitu patriot. Dalam kajian etimologis, Pahlawan berasal dari “phala” yang merupakan bagian Bahasa Sansekerta yang artinya hasil atau buah. Hasil atau buah dari perbuatannya yang mulia, bermanfaat bagi masyarakat. Akhirnya orang yang melakukan perbuatan mulia itu disebut Pahalawan.

Pahalawan, akhirnya diartikan sebagai orang yang berpahala. Pahala di sini maksudnya ganjaran atas amal perbuatannya yang baik. Pahalawan kemudian mengalami perubahan kata menjadi Pahlawan. Menurut KBBI, Pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, serta perjuangannya yang gagah berani.

Pahlawan merujuk pada seseorang yang berpahala karena perbuatannya yang berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi umat manusia. Pahlawan juga seseorang yang berbakti kepada masyarakat, negara dan bangsa, tanpa menyerah mencapai cita-citanya yang mulia sehingga rela berkorban demi tercapainya tujuan yang memberikan manfaat bagi kejayaan bangsanya.


Meski sebenarnya masih banyak lagi pemuda-pemuda Jombang yang gagah berani yang gugur membela negara. Perbuatan dan amal baik mereka, banyak yang namanya tak tercatat dalam sejarah. Jalan Pahlawan ini setidaknya merupakan perwujudan bentuk sekelumit penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam mempertahankan kemerdekaan yang kini kita nikmati sekarang.


 “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya”

Jalan Pahlawan Jombang
Kelurahan Wersah, Kepanjen,
Kabupaten Jombang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Jombang Lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...