Jumat, 02 Februari 2018

Jombang Punya Taman Kehati Jawa Timur

Taman Kehati merupakan kependekan dari Taman Keanekaragaman Hayati, yang fungsinya sebagai lahan konservasi sekaligus menyimpan koleksi tanaman lokal langka. Taman ini dibangun oleh Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2010 dan berada di dalam wilayah Agrowisata Perkebunan Daerah Panglungan, sebagai bentuk amanat dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2012. Lokasi tepatnya berada di Dusun Sumberjo, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Taman Kehati didefinisikan sebagai kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ maupun ek-situ, khususnya bagi tumbuhan yang penyerbukan dan penyebaran bijinya harus dibantu oleh satwa dengan struktur dan komposisi vegetasinya dapat mendukung kelestarian satwa penyerbuk dan penyebar biji. Peraturan Menteri No.03/2013

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan selain sebagai konservasi tanaman, taman kehati juga diharapkan menjadi penyokong tanaman yang bisa melestarikan satwa dan dibangun sebagai pusat observasi pengamatan flora dan fauna.

Konsepnya, Taman Kehati sebagai sumber bibit langka, pemuliaan tanaman dan sarana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan edukasi serta lahan penyuluhan untuk kepentingan kelestarian lingkungan. Selain itu juga sebagai pelindung dari resiko pencurian hayati dan menjadi jendela informasi kekayaan sumber daya genetik lokal.

Taman Kehati diharapkan mampu menjadi satu kawasan ek-situ yang melakukan perlindungan keanekaragaman hayati yang berdampingan bersama kebun raya, khususnya untuk tanaman lokal. Meski sama-sama sebagai lahan pelindung tanaman, Taman Kehati berbeda dengan Kebun Raya dan perbedaannya terletak pada jenis flora yang ditanam.

Kebun Raya digunakan untuk penelitian dan menyimpan sebanyak mungkin koleksi tanaman untuk kepentingan penelitian. Jadi koleksi tanamannya tidak hanya tanaman lokal maupun endemik saja tapi juga aneka ragam tanaman yang bisa mendukung kesuksesan penelitian.

Sedangkan Taman Kehati lebih berfokus pada penyelamatan jenis-jenis tanaman lokal dari ancaman kepunahan. Intinya, konsep Taman Kehati adalah penanaman jenis tumbuhan beserta ekosistem penunjangnya agar kelestarian hubungan antara tumbuhan dan satwa penyerbuknya dapat menghasilkan biji dan benih dengan genetik yang baik dan kuat.

Taman Kehati juga merupakan penetapan sebuah lokasi yang digunakan sebagai areal khusus untuk penanaman tumbuhan endemik, tumbuhan lokal dan tumbuhan langka. Lahan yang digunakan bisa merupakan aset pemerintah daerah, kampus, perusahaan dan pribadi. Tak heran, areal yang digunakan untuk perlindungan biasanya tidak seluas kebun raya dan umumnya berada di lahan yang tak terlalu luas tetapi  bisa menampung koleksi tanaman langka yang dilindungi.

Taman Kehati bisa berupa perlindungan tanaman lokal di area sempit. Syaratnya ada di luar area hutan, sehingga meski lokasinya berada di dalam Agrowisata Panglungan yang mirip kebun raya, arealnya dibedakan dan memiliki gerbang masuk sendiri.

Pembangunan dan Pengelolaan Taman Kehati secara benar dipastikan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati lokal dan mendukung konservasi flora dan fauna di luar kawasan hutan. Pembangunan Taman Kehati dapat menyelamatkan tanaman langka dari ancaman kepunahan jenis tumbuhan berbiji, serta penyerbukannya di lahan kering sekunder akibat alih fungsi lahan pada elevasi 0-1000 mdpl.

Sebagai pendukung sistem kehidupan, taman kehati juga bermanfaat untuk menjaga kualitas tanah, siklus pemurnian udara bahkan siklus karbon dan nutrisi. Taman kehati juga berfungsi sebagai reservoir air yang menyimpan dan memurnikan air.

Ada 72 taman kehati yang sudah dibangun di Indonesia, ada yang dibangun oleh pemerintah propinsi maupun didirikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Sedangkan ada Ada sembilan Taman Kehati yang dibangun kementrian Lingkungan Hidup sejak tahun 2008 dan satu diantaranya ada di Jombang.

Jombang terpilih sebagai lokasi perlindungan tumbuhan langka endemik propinsi yang berada di wilayah timur pulau Jawa ini, sehingga taman ini berstatus Taman Kehati Jawa Timur. Pembangunan taman kehati ini bertujuan sebagai semacam ‘cagar alam’ yang melindungi berbagai tumbuhan lokal dan langka Jawa Timur dan menyelamatkannya dari ancaman kepunahan.

Konservasi dilakukan secara ek situ, yang artinya dilakukan di luar habitat alami dari berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Konservasi eksitu juga memungkinkan taman kehati sebagai sumber benih dan bibit. Selain itu, ruang terbuka hijau yang disediakan di dataran tinggi Wonosalam dengan bentang alam yang luas berpotensi sebagai sarana rekreasi dan ekowisata.

Bentang alam Taman Kehati Jawa Timur berada pada kisaran ketinggian 500 mdpl dan secara umum memiliki topografi yang beragam dengan tingkat kemiringan lereng berkisar antara 15% hingga 40%.

Suhu minimum rata-rata 22®C dan temperature maksimum rata-rata mencapai 33®C. Curah hujan 1759 mm/th dengan hari hujan per bulan 76 mm/bln. Hidrologi lokasi Taman Kehati mengandalkan air hujan dan sedikit sokongan dari sumber mata air Gondang yang berada tak jauh dari lokasi dan masih satu area dalam Agrowisata PDP Panglungan.

Secara ekologis dan ekonomis, areal yang tersedia merupakan daerah dengan kontur tanah berwarna merah, yang dapat dikembangkan dan memiliki kesesuaian lahan untuk tanaman keras, perkebunan dan pertanian. Sedangkan lahan didominasi dengan penutupan vegetasi berupa tanaman semak belukar dan tanaman semusim.

Taman ini tidak hanya sebagai lahan koservasi tapi juga memiliki fungsi lanjutan sebagai penghasil tanaman obat, berbagai bahan pangan, tanaman komoditas , bahan produksi dan energi bahkan bahan dasar sumber daya genetik pemuliaan tumbuhan.

Dengan perlindungan yang berada di bawah naungan kementrian Lingkungan Hidup, diharapkan potensi dan informasi mengenai tumbuhan lokal dapat terdata dengan baik. Dengan fisiknya yang berupa laboratorium alam inilah, juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam konservasi keanekaragaman hayati.

Laboratorium ala mini merupakan sarana penelitian serta pengenalan jenis-jenis tumbuhan lokal langka di Jawa Timur. Pengertian tanaman lokal di sini mengacu pada tumbuhan daerah setempat. Sedangkan endemik adalah tumbuhan asli daerah tersebut dan tidak dijumpai di tempat lain. Sedangkan tanaman kategori langka adalah tumbuhan yang telah ditetapkan oleh lembaga internasional seperti International Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai jenis yang sulit dijumpai.

Mengunjungi Taman Kehati selain bisa mengenal tanaman lokal dan langka Jawa Timur juga bisa digunakan untuk sarana nostalgia. Tanaman yang dulu sering kita jumpai dan sekarang sudah jarang dan hampir hilang karena tergerus zaman, mungkin bisa kita temui di sini.

Ada 85 jenis tanaman yang dikembangkan di Taman Kehati ini, dengan 10.000 bibit yang ditanam. Terdapat sekitar 100 spesies tumbuhan lokal Jawa Timur dan ada 2500 invididu tanaman langka. Tanaman-tanaman itu diantaranya ; Cendana, Nogosari, Tranggulun, Wuni, Rukem, Kepel, Wiru Sintok, Mundu, Sawo Kecik dan Juwet.

Taman Kehati ini dibangun oleh pemerintah sejak 2010, namun sepertinya pembangunannya begitu lamban. Tahun 2011, pembangunan taman Kehati masih mencapai tahap penanaman, pemeliharaan,dan pembangunan satu paket tandon air untuk mendukung kegiatan penyiraman. Bila dilihat dari tujuan pembangunan taman kehati, kondisinya masih sangat jauh dari harapan.  Perlu dukungan berbagai pihak agar Taman Kehati Propinsi Jawa Timur dapat terwujud seperti yang diharapkan.

Meski demikian, melihat tren plesir yang menjangkiti generasi milenial, pemerintah sedikit sadar yang sangat terlambat akan pentingnya memoles tempat wisata miliknya, sehingga dibangunlah toilet lucu nan imut di Taman Kehati Panglungan ini dengan bentuk buah durian dan salak yang merupakan ciri khas Wonosalam.

Toilet yang bentuknya sangat menarik untuk anak-anak ini, mengingatkan kita pada beberapa tempat umum yang ada di Jombang yang juga menyediakan toilet yang lucu seperti di Toilet Semangka di Kebon Rojo dan Toilet Rumah Teletubbies di Taman Kebon Ratu.

Dengan adanya toilet ini, diharapkan menjadi daya tarik wisata Taman Kehati yang letaknya cukup tersembunyi di Jombang. Semoga, pihak pengelola merawatnya dengan baik, dan pengunjung menggunakan toilet ini dengan bijak supaya bentuknya yang indah tidak dinodai dengan kekumuhan ‘dalamnya’.

Untuk masuk kemari, sebenarnya tidak ditarik biaya. Namun kita bisa menyumbangkan sampah anorganik yang sudah dipilah. Jadi selain menggalakkan pariwisata, pengelola juga mengajak masyarakat untuk bijak mengelola sampah. Dari bijaknya pengelolaan sampah, kita bisa melestarikan lingkungan.

Pengelolaan sampah ini dimotori oleh Dinas Lingkungan Hidup Jombang, yang mendirikan Bank Sampah. Jadi tujuannya juga supaya semakin banyak masyarakat yang menjadi nasabah Bank Sampah Induk di Jombang.

Indonesia merupakan negara peringkat ketiga di dunia yang dikenal sebagai mega biodiversity country, yang memiliki kekayaan flora, fauna dan plasma nutfah. Indonesia memiliki 30.000 sampai 40.000 jenis flora tumbuhan berbiji atau sekitar 15,5% dari total jumlah flora dunia secara keseluruhan. Sekitar 85% flora kekayaan Indonesia itu proses penyerbukannya harus dibantu oleh satwa, sehingga konsep Taman Kehati juga menyangkut satwa-satwa penunjang sistem ekologisnya.

Sayangnya kondisi keanekaragaman hayati di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Penebangan hutan secara liar, eksploitasi terhadap keanekaragaman hayati yang sembarangan, menurunnya lahan resapan air hingga mengeringnya sumber mata air di berbagai titik, konversi kawasan hutan menjadi areal lain, perburuan dan perdagangan satwa liar dan dilindungi adalah beberapa faktor yang mengancam kelestarian keanekaragaman hayati.

Semoga dengan dibangunnya taman Kehati Panglungan ini dapat memberikan kontribusi untuk kelestarian lingkungan yang sudah rusak karena tangan-tangan manusia. Lumayan juga untuk destinasi wisata alam tipis-tipis yang edukatif. Ayo kapan ke Taman Kehati Wonosalam???

Taman Kehati Jawa Timur
Di dalam areal Agrowisata PDP Panglungan
Dusun Sumberjo, Desa Panglungan,
Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang
Buka Senin-Sabtu, Ahad Libur
Pukul 07.00 WIB - 14.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...